Mengenal John Stewart, Green Lantern Ikonik di Serial Lanterns

- Serial Lanterns di HBO mengikuti Hal Jordan yang menyelidiki kasus misterius di Nebraska sambil membimbing John Stewart, Green Lantern baru yang diperankan Aaron Pierre.
- John Stewart, debut pada 1971, adalah superhero kulit hitam pertama DC yang menjadi tokoh penting Green Lantern Corps dan Justice League; ia veteran marinir sekaligus arsitek.
- Dikenal tenang, disiplin, dan strategis, John lebih populer lewat animasi; Lanterns menjadi kemunculan live action utamanya setelah kisah traumatis kegagalan menyelamatkan planet Xanshi.
Setelah lebih dari satu dekade, Green Lantern akhirnya kembali mendapatkan proyek solo setelah terakhir kali tampil lewat film Green Lantern (2011) yang mendapat respons mayoritas negatif. Bukan dalam film, kini superhero ikonik DC yang identik dengan warna hijau tersebut bakal hadir dalam serial Lanterns (2026) di HBO sejak Minggu (16/8/2026). Ia dimaksudkan sebagai bagian dari DC Universe (DCU) yang hadir setelah film Supergirl (2026) di layar lebar.
Lanterns akan mempertemukan dua sosok Green Lantern yang sangat dikenal di kalangan fans DC Comics. Serial ini mengikuti perjalanan Hal Jordan (Kyle Chandler), Green Lantern senior yang ditugaskan untuk menyelidiki sebuah kasus misterius di Rushville, Nebraska, Amerika Serikat. Dia juga harus membimbing John Stewart (Aaron Pierre) yang baru terpilih sebagai anggota Green Lantern Corps.
Bagi fans sejati DC, nama John Stewart tentu bukanlah nama yang asing. Soalnya, dia termasuk dalam jajaran Green Lantern paling berpengaruh bersama Alan Scott, Hal Jordan, Guy Gardner, dan Kyle Rayner. Lantas, siapa sebenarnya John Stewart?
1. John Stewart menjadi superhero kulit hitam pertama DC Comics

John Stewart berubah menjadi Green Lantern (dok. DC Comics/Green Lantern) John Stewart pertama kali menampakkan batang hidungnya dalam komik Green Lantern #87 (1971). Dia merupakan Green Lantern ketiga dari kalangan manusia yang mengenakan Power Ring setelah Hal Jordan dan Guy Gardner serta sebelum Kyle Rayner. Sebagai karakter Afrika-Amerika, John tercatat sebagai superhero kulit hitam pertama DC Comics yang berkembang menjadi anggota penting Green Lantern Corps dan Justice League.
John diceritakan sebagai veteran marinir Amerika Serikat yang dipilih oleh Guardians of the Universe untuk menjadi Green Lantern pengganti Hal. Namun, seiring berjalannya waktu, superhero ciptaan Denny O'Neil dan Neal Adams ini akhirnya dikenal sebagai salah satu Green Lantern utama di jagat DC. Setelah Hal memutuskan untuk pensiun dalam Green Lantern #181 (1984), John kemudian mengambil alih perannya sebagai Green Lantern penuh waktu dalam Green Lantern #182 (1984).
2. John Stewart mempunyai keahlian di bidang arsitektur

John Stewart di Mosaic World (dok. DC Comics/Green Lantern: Mosaic) Sudah menjadi rahasia umum kalau kekuatan Power Ring sangat bergantung pada kreativitas orang-orang yang menggunakannya. Di tangan Hal Jordan, cincin sakti tersebut kerap menghasilkan konstruksi energi yang berkaitan dengan nalurinya sebagai pilot militer, seperti pesawat tempur dan senjata api. Di sisi lain, John Stewart memiliki pendekatan yang berbeda dalam memanfaatkan kekuatan Power Ring.
Selain dikenal sebagai marinir, John ternyata juga memiliki latar belakang sebagai seorang arsitek. Kebolehannya dalam bidang ini pernah dia tunjukkan ketika membangun jalan yang menghubungkan berbagai kota di Mosaic World dalam seri komik solo perdananya berjudul Green Lantern: Mosaic (1992—1993). Tak hanya itu, dalam beberapa kontinuitas cerita, Hall of Justice, markas besar Justice League, disebut-sebut sebagai salah satu karya desain John bersama Diana Prince alias Wonder Woman.
3. John Stewart merupakan Green Lantern yang tenang dan penuh perhitungan

John Stewart ketika menembak Bedovian dari jarak tiga sektor (dok. DC Comics/Green Lantern: Sinestro Corps War) Dibanding Hal Jordan dan Guy Gardner yang sering kali bertindak impulsif dan agak arogan, John Stewart justru memiliki karakter yang sangat berbeda dengan para seniornya. Dia dikenal sebagai sosok yang tenang, disiplin, dan selalu mengutamakan strategi sebelum mengambil tindakan. Karena ini, John cukup dihormati dan disegani di kalangan Green Lantern Corps serta Justice League.
Dalam peristiwa Green Lantern: Sinestro Corps War (2007), misalnya, ketika Green Lantern Corps berperang melawan pasukan Sinestro Corps, John berhasil melacak dan melumpuhkan Bedovian, salah satu anggotanya, yang menembak dari jarak sekitar tiga sektor. Aksi ini menjadi salah satu momen paling ikonik John karena mampu menembak Bedovian secara presisi dari jarak yang sangat jauh. Bersama Hal, John ikut memimpin Green Lantern Corps dalam memenangkan pertempuran melawan Sinestro Corps yang semakin memperluas serangannya di penjuru galaksi.
4. John Stewart lebih sering tampil di animasi ketimbang live action

John Stewart (dok. Warner Bros. Animation/Justice League) Dari komik, John Stewart kemudian memperlebar sayapnya ke dunia animasi. Dia pertama kali muncul dalam serial Justice League (2001) sebagai satu-satunya Green Lantern yang tergabung dalam tim superhero DC ikonik tersebut. Dari sini, popularitas John terus meroket hingga dirinya kembali dalam serial Justice League Unlimited (2004) dan film Green Lantern: Beware My Power (2022) ketika John harus menghadapi Hal Jordan yang telah terinfeksi Parallax.
Di sisi lain, kiprah John dalam live action bisa dibilang sangat terbatas. Dia sebetulnya sempat direncanakan muncul dalam film Zack Snyder's Justice League (2021) sebagai sosok yang menemui Bruce Wayne (Ben Affleck), tetapi sayangnya adegan ini dihapus dari versi final dan diubah menjadi pertemuan Bruce dengan Martian Manhunter (Harry Lennix). Alhasil, Lanterns bisa dibilang merupakan kemunculan pertama John dalam format live action yang benar-benar dapat disaksikan setelah sekian lama menunjukkan batang hidungnya dalam animasi.
5. John Stewart pernah melakukan kesalahan fatal dalam hidupnya

John Stewart gagal menyelamatkan planet Xanshi (dok. DC Comics/Cosmic Odyssey) Menjadi seorang Green Lantern yang bertanggung jawab atas keselamatan dan perdamaian galaksi tak hanya membutuhkan kekuatan dan keberanian, tetapi juga kesiapan untuk menanggung konsekuensi dari setiap keputusan. John Stewart, saat itu masih berusia muda, harus merasakan kegagalan terbesar dalam hidupnya ketika tidak mampu menyelamatkan jutaan penduduk planet Xanshi dari serangan bom dalam seri komik Cosmic Odyssey (1988—1989). Kegagalan ini berawal dari kepercayaan dirinya yang berlebihan sehingga dia berani mengurung Martian Manhunter, pendampingnya saat itu, hanya untuk membuktikan kalau dia mampu menghentikan bom seorang diri.
Kegagalan ini meninggalkan trauma bagi John yang membuatnya sempat memutuskan untuk bunuh diri sebelum akhirnya dihentikan oleh Martian Manhunter. John juga membuat Yrra Cynril menyimpan dendam terhadapnya setelah kehancuran planet Xanshi, kampung halamannya, sebelum akhirnya beralih menjadi anggota Star Sapphire Corps. Dalam alur cerita Blackest Night (2009—2010), John mesti kembali menghadapi traumanya ketika menghadapi sepasukan mayat penduduk Xanshi yang dibangkitkan sebagai Black Lantern.
Kehadiran John Stewart dalam Lanterns berhasil menjawab harapan fans yang ingin kembali menyaksikan aksinya sebagai Green Lantern dalam format live action. Tak hanya di serial ini, John bakal kembali dalam film Superman: Man of Tomorrow, sekuel Superman (2025), yang dijadwalkan tayang pada 9 Juli 2027. Penasaran melihat perjalanan John bersama Hal yang keras kepala? Jangan sampai ketinggalan episode baru Lanterns yang rilis setiap pekan di HBO, ya!








![[QUIZ] Berdasar Kebiasaan di Rumah, Kamu Cocok Jadi Tetangga Baru Ayu Ting Ting Gak?](https://image.idntimes.com/post/20260824/foto-cover_307717f6-f5b8-487a-9bad-11b284e592b8.jpg)











