Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BE:FIRST Komentari Musik Naykilla dan Tenxi: Menarik, Fresh!

BE:FIRST Komentari Musik Naykilla dan Tenxi: Menarik, Fresh!
BE:FIRST pada Senin (24/8/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • BE:FIRST pertama kali mengunjungi Indonesia dan mengenal karya Naykilla serta Tenxi melalui rekomendasi, saat mereka memperluas referensi musik dari Tanah Air.
  • Ryuhei menilai perpaduan hip-hop dan dangdut dalam musik Naykilla-Tenxi unik, ekstrem, dan fresh, serta tertarik mengadopsi kultur baru tersebut.
  • BE:FIRST menekankan kolaborasi lintas negara perlu memahami nuansa budaya dan maksud bersama tanpa terpaku genre; mereka juga tampil di LaLaLa Festival 2026 Jakarta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - BE:FIRST akhirnya menginjakkan kaki di Indonesia untuk pertama kalinya. Selain bertemu langsung dengan penggemar, kunjungan ini juga jadi kesempatan bagi para member untuk mengenal lebih dekat musik yang tengah nge-tren di Tanah Air, termasuk karya Naykilla dan Tenxi, yang belakangan mencuri perhatian.

Perrpaduan hip-hop dan dangdut ini sedang viral di Indonesia. Genre ini pun membuat Ryuhei penasaran, karena menawarkan perpaduan kultur yang menurutnya cukup ekstrem dan fresh. Lantas, seperti apa respons BE:FIRST setelah mengenal musik Naykilla dan Tenxi?

  1. 1. Manato BE:FIRST ingat Naykilla dan Tenxi

    BE:FIRST pada Senin (24/8/2026)
    BE:FIRST pada Senin (24/8/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Dalam wawancara bersama IDN Times, Manato mengungkapkan, BE:FIRST baru-baru ini mendapat rekomendasi musik karya Naykilla dan Tenxi. Keduanya menjadi nama yang menarik perhatian saat para member mulai mengenal lebih banyak musik dari Indonesia. Apalagi, BE:FIRST baru pertama kali datang ke Tanah Air.

    "Kami baru-baru ini direkomendasikan Naykilla dan Tenxi," ujar Manato saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru pada Senin (24/8/2026).

  2. 2. Ryuhei tertarik dengan hipdut, genre yang dibesarkan Naykilla dan Tenxi

    BE:FIRST pada Senin (24/8/2026)
    BE:FIRST pada Senin (24/8/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Ryuhei mengaku tertarik setelah mengenal musik Naykilla dan Tenxi. Ia menilai perpaduan hip-hop dengan unsur dangdut asal Indonesia yang dibawakan Naykilla-Tenxi terasa unik dan berbeda. Menurutnya, pencampuran dua elemen tersebut menunjukkan bagaimana musik dapat berkembang ketika berbagai kultur bertemu.

    "Ini genre yang fresh, aku ingin mencampurkannya dan mengadopsi kultur yang baru ini," ujar Ryuhei.

  3. 3. BE:FIRST soal kolaborasi bareng musisi Indonesia dan luar negeri

    BE:FIRST pada Senin (24/8/2026)
    BE:FIRST pada Senin (24/8/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Ketika berbicara soal kemungkinan berkolaborasi dengan musisi Indonesia maupun musisi dari negara lain, Ryuhei juga menyinggung pentingnya memahami perbedaan budaya. Menurutnya, perbedaan tersebut justru bisa menjadi bagian menarik dalam proses menciptakan musik bersama. MEnurutnya, kolaborasi tidak harus selalu dibatasi oleh satu genre tertentu.

    "Ada perbedaan negara dan budaya, tetapi karena kami membuat sebuah lagu bersama, kami berusaha menangkap nuansa dan maksud yang ingin disampaikan satu sama lain sebaik mungkin dalam proses pembuatannya. Jadi, kami tidak terpaku pada genre tertentu," ujar Ryuhei.

    BE:FIRST baru saja tampil perdana di Indonesia pada ajang LaLaLa Festival 2026 yang diselenggarakan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Grup asal Jepang ini juga menampilkan lagu "BRUCE WAYNE" yang merupakan kolaborasi mereka dengan Flo Milli dan ATL Jacob.

    Wah, apakah kita bisa melihat kolaborasi BE:FIRST dengan musisi Indonesia?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More