5 Band Asal Inggris yang Pernah Menyaingi Popularitas The Beatles

Ketika membahas era British Invasion, nama The Beatles memang hampir selalu menjadi pusat perhatian. Popularitas John Lennon dkk pada pertengahan 1960-an begitu besar hingga mengubah industri musik dunia. Namun, banyak yang lupa bahwa pada masa yang sama ada sejumlah band Inggris lain yang juga mendominasi tangga lagu, menjual jutaan rekaman, bahkan sempat dianggap sebagai pesaing serius The Beatles.
Beberapa grup ini mungkin tidak seikonik The Beatles saat ini, tetapi pengaruh dan kesuksesan mereka pada masanya tidak bisa diremehkan. Dari band pop yang dipenuhi lagu ceria hingga grup rock dengan nuansa blues yang lebih liar, mereka semua ikut membentuk wajah musik modern. Berikut lima band asal Inggris yang pernah menyaingi popularitas The Beatles dan layak untuk dikenang kembali.
1. The Dave Clark Five

Ketika Beatlemania mulai meledak di Amerika Serikat pada tahun 1964, industri musik langsung berburu band Inggris lain yang bisa mengulang kesuksesan serupa. Salah satu nama pertama yang berhasil mencuri perhatian adalah The Dave Clark Five. Grup asal London Utara ini memiliki ciri khas suara yang enerjik, ritme drum yang kuat, dan lagu-lagu yang mudah diingat.
Menariknya, nama band ini justru diambil dari sang drummer, Dave Clark, sesuatu yang cukup jarang terjadi di dunia musik rock. Kesuksesan mereka datang sangat cepat. Lagu "Glad All Over" berhasil menjadi hit besar dan membuka jalan bagi sederet lagu populer lainnya seperti "Catch Us If You Can" dan "Over and Over".
Dalam kurun waktu hanya beberapa tahun, mereka mengumpulkan belasan lagu Top 40 di Amerika Serikat. Bahkan, popularitas mereka begitu besar hingga mencoba peruntungan di dunia film sebelum akhirnya bubar pada tahun 1970, bertepatan dengan berakhirnya perjalanan The Beatles.
2. Herman's Hermits

Jika The Beatles mulai bergerak ke arah musik yang lebih eksperimental pada pertengahan 1960-an, Herman's Hermits justru mempertahankan formula pop ceria yang mudah disukai banyak orang. Band asal Manchester ini dipimpin oleh Peter Noone, seorang vokalis muda yang juga menjadi idola remaja pada zamannya.
Penampilan mereka yang ramah dan lagu-lagu yang ringan membuat Herman's Hermits sangat mudah diterima oleh pasar Amerika. Hits seperti "I'm Into Something Good", "Can't You Hear My Heartbeat", dan "Mrs. Brown You've Got a Lovely Daughter" membuat nama mereka melambung tinggi.
Hebatnya lagi, sebagian besar anggota band ini masih berusia sangat muda ketika mencapai puncak popularitas. Mereka berhasil mencetak banyak lagu hit dalam waktu singkat dan menjadi salah satu wajah paling terkenal dari gelombang British Invasion sebelum akhirnya popularitas mereka perlahan meredup menjelang akhir dekade.
3. The Hollies

The Hollies dikenal lewat harmoni vokal yang indah dan permainan gitar khas. Musik mereka memadukan unsur pop, rock, dan pengaruh R&B Amerika dengan sangat baik. Ketika memasuki pasar Amerika pada pertengahan 1960-an, mereka langsung menarik perhatian lewat lagu-lagu seperti "Bus Stop" dan "Stop Stop Stop".
Dibanding beberapa band British Invasion lainnya, The Hollies memiliki pendekatan musik yang lebih matang dan terus berkembang mengikuti zaman. Hal yang membuat The Hollies berbeda adalah kemampuan mereka bertahan lama. Saat banyak band seangkatan mulai kehilangan pamor, mereka tetap relevan hingga tahun 1970-an.
Lagu seperti "Long Cool Woman (In a Black Dress)" dan "The Air That I Breathe" membuktikan bahwa mereka mampu beradaptasi dengan perubahan tren musik. Pergantian personel pun tidak menghentikan perjalanan mereka untuk terus berkarya dan mempertahankan basis penggemar.
4. Gerry and the Pacemakers

Sebelum istilah British Invasion begitu populer, Liverpool sudah lebih dulu melahirkan banyak band berbakat lewat musik Merseybeat. Selain The Beatles, salah satu grup paling terkenal dari era tersebut adalah Gerry and the Pacemakers. Mereka bahkan memiliki hubungan yang cukup dekat dengan The Beatles karena sama-sama dikelola oleh manajer legendaris Brian Epstein.
Berbeda dengan musik rock yang lebih bersemangat, Gerry and the Pacemakers sering menghadirkan lagu bernuansa lembut dan emosional. "Don't Let the Sun Catch You Crying", "Ferry Across the Mersey", hingga "How Do You Do It" menjadi bukti kemampuan mereka menciptakan lagu yang menyentuh hati.
Meskipun karier mereka di tangga lagu tidak berlangsung terlalu lama, warisan terbesar mereka tetap hidup melalui "You'll Never Walk Alone", yang hingga kini identik dengan klub sepak bola Liverpool FC.
5. The Animals

Jika The Beatles dikenal karena melodi pop yang rapi dan harmonis, The Animals justru hadir dengan energi yang lebih liar dan penuh pengaruh blues. Dipimpin oleh vokalis karismatik Eric Burdon, band ini menawarkan warna musik yang berbeda dibanding banyak grup British Invasion lainnya.
Suara Burdon yang kuat dipadukan dengan aransemen organ yang khas membuat mereka langsung menonjol di tengah persaingan. Single "House of the Rising Sun" menjadi titik balik yang membawa The Animals menuju kesuksesan besar pada tahun 1964.
Setelah itu, mereka terus mencetak lagu populer seperti "Don't Let Me Be Misunderstood" dan bereksperimen dengan unsur psychedelic rock. Meskipun formasi band berubah dan akhirnya berakhir pada awal 1970-an, pengaruh The Animals terhadap perkembangan rock dan blues tetap terasa hingga sekarang.
Era British Invasion ternyata jauh lebih kaya daripada sekadar kisah tentang The Beatles. Dari kelima band tersebut, mana yang paling membuatmu penasaran untuk didengarkan kembali?




















