potret Baim Wong di kantor IDN, Jakarta, Selasa (14/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Terlepas dari bayaran fantastis Reza Rahadian yang setara dengan dua unit Lamborghini, Baim juga membahas skala produksi film Semua Akan Baik-Baik Saja. Ia menjelaskan, produksi film ini memang dibuat dengan skala yang besar demi menghadirkan kualitas yang maksimal dan detail yang kuat di layar.
“Skala produksi film ini sebesar itu. Sebesar itu karena kita mau film bagus,” lanjut Baim Wong.
Baim kemudian menjelaskan, salah satu hal yang membuat bujet produksi film ini tinggi adalah pembangunan set lokasi yang realistis, seperti kawasan rusun dengan kesan kumuh, tapi harus tetap terjaga secara visual. Di sisi lain, ia juga harus memprioritaskan kenyamanan para pemain agar proses syuting tetap berjalan dengan lancar.
“Rusunnya rusun dengan kekumuhan tapi jangan sampai pemain gak mau syuting di situ, karena keadaan takutnya tidak terurus, jadinya dibersihin. Semuanya kita jadiin nyaman ya, tetap look-nya rusun, jadi dari situ aja kita tahu ini produksi sangat serius.”
Di samping itu, Baim juga membahas hal-hal terkait penyediaan makanan yang layak dan memadai agar semua orang yang terlibat merasa nyaman dan betah saat bekerja di lokasi syuting. Menurutnya, perhatian pada detail-detail kecil seperti itu juga menjadi bagian dari keseriusan produksi film. Menurutnya, kualitas sebuah film tidak terlepas dari besarnya anggaran, karena para tenaga profesional yang terlibat tentu memiliki nilai dan keahlian yang harus dihargai secara layak.
“Film bagus pasti ada bujet karena gak mungkin orang-orang expertise itu tidak punya value. Orang-orang hebat itu punya value dan kita menghargai value itu,” lanjutnya.