Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Usai 18 Tahun, Kenapa Dee Lestari Baru Rilis Album Lagi?

Usai 18 Tahun, Kenapa Dee Lestari Baru Rilis Album Lagi?
Dee Lestari dalam momen listening party album (Jangan) Jatuh Cinta pada Rabu (3/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
Intinya Sih
  • Setelah 18 tahun vakum, Dee Lestari kembali ke dunia musik lewat album baru berjudul (Jangan) Jatuh Cinta yang dirilis secara independen pada 10 Juni 2026.
  • Dee mengaku sempat ragu karena merasa asing dengan industri musik modern, namun tetap memilih format album penuh dibanding tren rilis single.
  • Demi menjangkau pendengar muda, Dee belajar membuat konten di TikTok dan memahami karakter audiens digital sebagai bagian dari strategi promosinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Setelah hampir dua dekade gak aktif di dapur rekaman, Dee Lestari akhirnya memutuskan kembali menyapa telinga penggemar. Kini, ia hadir dengan sebuah album baru bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta. Penantian 18 tahun bukanlah waktu yang sebentar, terutama bagi sosok yang kini lebih dikenal sebagai novelis best seller itu.

Langkah pulang Dee ke dunia musik ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dari urusan teknis rekaman hingga strategi promosi di era sekarang, pelantun lagu "Malaikat Juga Tahu" ini harus berjuang keras melawan keraguannya. Bagaimana kisahnya?

1. Dee Lestari sempat merasa asing dengan industri musik masa kini

Dee Lestari dalam momen listening party album (Jangan) Jatuh Cinta pada Rabu (3/6/2026)
Dee Lestari dalam momen listening party album (Jangan) Jatuh Cinta pada Rabu (3/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Sebenarnya sudah ingin kembali aktif menyanyi sejak lama, Dee blak-blakan sempat merasa ragu. Keraguan ini dikarenakan dirinya sudah asing dengan tren industri musik modern yang jauh berbeda dengan masanya dahulu.

"Karena saya orang lama, beneran. Masih ngalamin rekaman pakai pita, ya. Rekaman pakai pita, terus dengerin masih pakai kaset, ya, nge-rewind pakai pulpen, gitu. Jadi, kalau industri yang dulu, saya paham sekali, tapi industri yang hari ini saya gak tahu. Jadi selalu ada ragu-ragu mau nyemplung tapi kayak gak tahu mau ngapain gitu," jelas Dee Lestari dalam listening party albumnya pada Rabu (3/6/2026).

2. Dee Lestari punya banyak stok lagu

Dee Lestari dalam momen listening party album (Jangan) Jatuh Cinta pada Rabu (3/6/2026)
Dee Lestari dalam momen listening party album (Jangan) Jatuh Cinta pada Rabu (3/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Berbeda dengan tren musisi zaman sekarang yang lebih gemar mencicil single, Dee tetap teguh pada format album. Apalagi, ia punya tabungan lagu yang sudah digarapnya dari tahun 1994. Sayangnya, rencana ambisius untuk merilis double album terpaksa urung dilakukan usai pertimbangan efisiensi anggaran yang cukup besar.

"Saya mah bingung kenapa orang rilis single, single, single gitu. Kita mah bikin album dulu. Kedua, stok banyak, cuy. Saya bahkan bilang sama Ari Dagienkz, 'Daripada saya cuma bikin satu album, kita bikin aja double album. Lagu gua banyak.' Gitu kan. Beneran, saya itu oversupply," ujarnya sambil bercanda.

Kendati sudah punya banyak lagu, akhirnya Dee Lestari memutuskan untuk menyimpan kembali stoknya. Dari kedelapan album ini, pemilik nama asli Dewi Lestari Simangunsong tersebut memutuskan untuk menggarap enam lagu baru.

3. Dee Lestari belajar bikin konten pakai TikTok

Dee Lestari dalam momen listening party album (Jangan) Jatuh Cinta pada Rabu (3/6/2026)
Dee Lestari dalam momen listening party album (Jangan) Jatuh Cinta pada Rabu (3/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Masuk ke TikTok menjadi salah satu tantangan paling unik sekaligus canggung bagi Dee Lestari. Demi menjangkau pendengar generasi baru, ia bahkan rela belajar dari nol, mulai dari cara membuat konten hingga memahami karakter pengguna di platform tersebut.

Tanpa sungkan, Dee mengaku banyak belajar dari orang-orang di sekitarnya. "Saya juga minta diajarin sama teman-teman Zumba saya, 'Gimana sih bikin konten?' gitu kan. Diajak live, terus, 'Oh live tuh kayak begini', gitu. Aneh, tapi sekarang mulai ya (paham) dikit-dikit. Bahkan algoritmanya, karakter audiensnya di sana tuh beda banget sama Instagram misalnya. Itu jadi pengalaman baru," tuturnya.

Kembalinya Dee ke industri musik tentu menjadi kabar yang dinantikan banyak penikmat musik Indonesia. Pasalnya, ia terakhir kali merilis album Rectoverso pada 2008.

Kini, Dee siap menyapa pendengar lewat album terbarunya bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta yang berisi delapan lagu. Album yang dirilis secara indie tanpa label musik ini akan diluncurkan pada 10 Juni 2026.

Share Article
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N

Related Articles

See More