Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bintangi Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Benny Related dengan Kesepian Ale

4 min read
Bintangi Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Benny Related dengan Kesepian Ale
Benidictus "Benny" Siregar sebagai Ale (dok. Sinergi Pictures/Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati)
  • Benidictus "Benny" Siregar debut sebagai pemeran utama Ale dalam film drama adaptasi novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, yang dijadwalkan tayang 12 November 2026.
  • Benny sempat terbebani ekspektasi pembaca terhadap Ale, lalu berdiskusi dengan psikolog dan mendapat bantuan Teuku Rifnu Wikana untuk memahami pergulatan emosional karakter tersebut.
  • Benny mengaku terkait dengan kesepian Ale; baginya, percakapan sederhana dengan orang sekitar menjadi alasan untuk bertahan, sebagaimana mie ayam bagi Ale.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ada kalanya seseorang tidak membutuhkan jawaban besar untuk kembali menemukan alasan menjalani hidup. Bagi Ale, tokoh utama dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna, alasannya mungkin sesederhana: seporsi mie ayam. Namun, bagi Benidictus "Benny" Siregar, alasan untuk terus melangkah justru bisa ditemukan lewat percakapan dengan orang-orang di sekitarnya.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Benny merasa dekat dengan karakter Ale yang ia perankan dalam film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Film drama garapan Kuntz Agus ini diadaptasi dari novel mega best seller karya Brian Khrisna tersebut dan dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 12 November 2026.

  1. 1. Benny sempat merasa terbebani saat mendapat peran Ale

    Benny merasa related dengan kesepian yang dialami Ale.jpg
    Benidictus "Benny" Siregar saat konferensi pers film "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

    Melalui trailer yang dirilis pada Senin (12/10/2026), penonton dapat melihat sisi berbeda Benidictus Siregar. Komika yang selama ini dikenal lewat sejumlah peran pendukung dalam film komedi tersebut kini menjalani debut sebagai pemeran utama dalam film drama. Benny memerankan Ale, pria berusia 37 tahun yang pada hari ulang tahunnya merasa kehilangan arah dan tidak lagi memiliki alasan untuk melanjutkan hidup. Di tengah kondisi tersebut, Ale hanya memiliki satu keinginan sederhana, yaitu menikmati seporsi mie ayam favoritnya.

    Sebelum mendapatkan peran tersebut, Benny mengaku sudah mengetahui bahwa novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati akan diadaptasi ke layar lebar. Ia bahkan menyadari bahwa memerankan Ale akan membawa tanggung jawab besar karena karakter tersebut sudah lebih dahulu memiliki tempat di hati pembaca.

    "Jauh sebelum itu, saya masuk ke proyek ini lewat casting juga. Ketika casting, itu bahkan sebelum nyampe ke tempatnya di pikiran saya adalah, 'Kayaknya kalau aku enggak dapet peran ini (Ale) hidupku lebih tenang, deh.' Karena kalau aku dapet berarti ada beban yang harus aku selesaikan, ada kewajiban yang harus aku selesaikan," ucap Benny saat konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026).

    Setelah mendapatkan peran tersebut, perasaan Benny justru berubah menjadi bahagia. Apalagi, ia mengetahui bahwa banyak pembaca yang sebelumnya berharap dirinya memerankan Ale.

    "Ketika mendapatkan perannya, jujur happy banget. Karena aku tahu buku ini akan difilmkan udah beberapa bulan sebelum aku casting. Dan aku tahu juga orang-orang juga banyak yang mention, yang sebenernya tuh nambahin beban juga karena ekspektasinya makin tinggi. Tapi aku terima kasih banget, enggak tahu kenapa produksi ini adalah produksi yang paling menyenangkan yang pernah aku jalani," lanjutnya diselingin candaan.

  2. 2. Benny sampai diskusi dengan psikolog untuk memahami karakter Ale

    Benny sampai diskusi dengan psikolog untuk memahami karakter Ale.jpg
    Benidictus "Benny" Siregar saat konferensi pers film "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

    Memerankan Ale membuat Benny harus memahami pergulatan emosional karakter tersebut secara lebih mendalam. Ia pun berdiskusi dengan seorang temannya yang berprofesi sebagai psikolog sebagai salah satu bentuk persiapan.

    "Aku menanyakan apakah yang dialami Ale ini (benar), karena menurutku ada beberapa hal yang aku enggak pernah ngalamin, gitu. Jadi buat aku, 'Kayaknya ini enggak mungkin (bisa terjadi dalam hidup).' Tapi ternyata setelah dijelaskan temenku, 'Oh, ini ada kemungkinan emang sering terjadi'," kata Benny.

    Diskusi tersebut kemudian membuat Benny melihat sejumlah adegan dalam film dari perspektif yang berbeda. Ia mulai mencocokkannya dengan fenomena sosial yang sering ditemukan dan ditangani oleh para ahli. Pengalaman tersebut secara tidak langsung membuat Benny lebih bersyukur terhadap kehidupan yang ia jalani sekaligus memahami bahwa orang lain mungkin sedang menghadapi kondisi yang jauh lebih berat.

    Dalam prosesnya, Teuku Rifnu Wikana yang memerankan Murad juga menjadi sosok yang membantu Benny semakin dekat dengan karakter Ale.

    "Kayaknya yang sangat membantu aku, yang membuat aku dekat dengan Ale, Mas Rifnu yang menjadi Murad ini," jelas Benny sembari menoleh ke sebelahnya.

  3. 3. Benny merasa related dengan kesepian yang dialami Ale

    Benny sempat merasa terbebani saat mendapat peran Ale.jpg
    Benidictus "Benny" Siregar saat konferensi pers film "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

    Di balik karakter Ale yang sedang mencari alasan untuk terus hidup, Benny seolah menemukan bagian dirinya sendiri. Ia mengaku pernah merasakan apa yang dirasakan oleh Ale. Perasaan kesepian, khususnya, membuat Benny terhubung dengan karakter yang diperankannya.

    "Sebenarnya ini enggak jauh dari yang aku rasain, ya, karena aku juga pernah mengalami apa yang dialami Ale. Kesepian, enggak punya temen, mungkin yang diceritakan oleh Chicco (Kurniawan) juga, seluruh dunia kayak memusuhi, gitu," ujarnya.

    Namun, Benny memiliki cara sendiri untuk keluar dari perasaan tersebut. Alih-alih mie ayam, Benny justru menemukan alasan untuk bertahan melalui obrolan sederhana.

    "Cuma kayaknya yang membuatku kembali atau bertahan atau masih percaya pada hidup itu bukan hal yang besar. Ternyata hal-hal yang kecil, paling tidak menurut orang-orang. Kalau di sini disimbolkan sama mie ayam, kalau aku disimbolkan sama orang-orang di sekelilingku," tuturnya.

    Benny mengakui dirinya memang senang berbicara dengan orang lain. Bahkan, percakapan dengan orang-orang di sekitarnya menjadi salah satu hal yang membuat energinya kembali. Ia pun berharap orang-orang bisa menemukan "mie ayam" versinya sendiri untuk melanjutkan hidup.

    "Enggak harus (orang) yang aku kenal, yang aku baru ketemu aja itu udah bikin energiku kayak kembali lagi. Karena hal itu enggak akan bisa digantikan dengan apa pun. Dan mudah-mudahan temen-temen di luar sana dan juga mungkin Ale menemukan alasannya untuk bertahan. Mungkin bukan sesuatu yang besar, mungkin sesuatu yang sederhana tapi lumayan ampuh untuk membuat bertahan," tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More