8 Lagu Indonesia tentang Pedihnya Dijodohkan oleh Orangtua, Meresahkan

Setiap orang seharusnya berhak memilih pasangan hidupnya sendiri. Hanya saja, perjodohan yang berasal dari orangtua terkadang sulit untuk ditolak. Sebab, orangtua adalah pihak yang sering kali dianggap patut untuk dipatuhi oleh setiap anak.
Saking umumnya perjodohan itu, banyak lagu Indonesia yang telah membahasnya. Kamu yang resah karena situasi serupa mungkin akan merasa terhubung dengan deretan lagu berikut ini. Lirik-liriknya mengambil sudut pandang dari pihak yang dijodohkan maupun pasangan yang melihat pujaan hatinya dipaksa mematuhi pilihan orangtuanya. Yuk, simak!
1. 'Cinta Tak Harus Memiliki' dari ST12 bahas perpisahan akibat terhalang restu. Hanya tersisa harapan mantan bisa bahagia dengan pilihan orangtuanya

2. 'Cukup Siti Nurbaya' dari Dewa berpesan untuk tidak memaksakan kehendak pada anak. Apalagi, lewat perjodohan karena keserakahan atas harta belaka

3. 'Nasib' dari Koes Plus menggambarkan kepedihan ketika dicampakkan oleh pasangan. Sebab, dia pasrah dengan menerima perjodohan dari orangtuanya

4. 'Simalakama' dari Vita Alvia membahas kegalauan saat dijodohkan tanpa diskusi oleh orangtua. Diri ini jadi sungkan menolak, meski sudah punya pacar

5. 'Sia Sia Berjuang' dari Tri Suaka dan Zidan membahas perjuangan merantau demi melamar pasangan. Namun, diri ini dicampakkan karena dia dijodohkan

6. 'Berpisah di Ujung Jalan' dari Sultan menggambarkan pedihnya ditinggal menikah oleh pasangan. Apalagi, pernikahan itu diatur melalui perjodohan

7. 'Takkan Pisah 2' dari Eren bahas perjodohan orangtua yang bikin sedih. Namun, diri ini tetap setia pada pasangan yang diinginkan menemani selamanya

8. 'Gagal Kawin' dari Karnamereka bahas pilu saat pujaan hati dijodohkan. Namun, diri ini tetap berjuang memohon untuk diberi restu oleh orangtuanya

Seperti yang dibahas dalam sejumlah lagu Indonesia di atas, perjodohan bisa terasa sulit untuk ditolak jika berasal dari pihak orangtua. Bagaimanapun, masyarakat masih menuntut pihak anak untuk selalu patuh pada orangtua. Padahal, pilihan orangtua belum tentu selalu tepat.




















