Bujet Operasi Pesta Copet Jauh di Atas Agak Laen, Film Termahal Imajinari?

- Ernest Prakasa dan Dipa Andika mengungkapkan Operasi Pesta Copet menjadi film termahal Imajinari, dengan biaya produksi jauh di atas Agak Laen meski tanpa menyebut angka pasti.
- Dipa Andika menyadari sejak awal bahwa proyek ini akan menelan biaya besar, namun tetap dijalankan demi menghadirkan pengalaman sinematik baru bagi penonton.
- Tantangan utama produksi adalah pengambilan gambar di festival musik, hingga tim membuat replika panggung Pestapora lengkap dengan pencahayaan dan 500 figuran untuk menjaga keaslian suasana.
Jakarta, IDN Times - Rumah produksi Imajinari kembali menghadirkan proyek terbaru bertajuk Operasi Pesta Copet. Namun, di balik proses produksinya, film ini memakan biaya yang jauh lebih besar dibanding film blockbuster mereka sebelumnya, Agak Laen.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ernest Prakasa dan produser Dipa Andika dalam konferensi pers pada Rabu (22/7/2026). Mereka membagikan kisah di balik layar mulai dari proses syuting di tengah festival musik hingga membangun replika panggung. Kira-kira berapa biaya yang dihabiskan tim Imajinari untuk mewujudkan film debut Edy Khemod soal pencopetan di sebuah konser ini?
1. Dipa Andika dan Ernest Prakasa ungkap Operasi Pesta Copet jadi film termahal Imajinari

Banyak tantangan yang membuat anggaran produksi Operasi Pesta Copet membengkak. Ernest dan Dipa Andika selaku jajaran tim produser dari Imajinari pun mengungkapkan, Operasi Pesta Copet menjadi salah satu proyek paling ambisius yang pernah mereka kerjakan. Soal angka, mereka tak mau membocorkannya secara detail.
"Kalau detail (angka) gak mungkin lah, ya. Mahal ini yang pasti," ujar Ernest kepada media pada Rabu (22/7/2026).
Pernyataan itu kemudian ditimpali oleh produser Dipa Andika yang menyebut anggarannya hampir dua kali lipat. Ernest pun meluruskan bahwa kenaikannya memang belum mencapai dua kali lipat, tetapi tetap berada jauh di atas biaya produksi Agak Laen.
"Gak nyampe, sih. Ya lumayan, significantly above (jauh besar di atas Agak Laen) lah," ujar Ernest.
2. Produser Dipa Andika sudah paham betul film Operasi Pesta Copet akan menuntut banyak biaya

Proses perencanaan hingga eksekusinya juga cukup panjang, yaitu dimulai dari tahun 2023. Meski sadar proyek ini berpotensi menjadi film dengan anggaran terbesar sepanjang sejarah Imajinari, Dipa mengaku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencoba sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.
"Paham bahwa dari awal, budget ini film jadi budget Imajinari dengan budget termahal. Tapi buat kita, kayaknya lebih nyesel kalau kita gak nyoba. Biarin aja kita nyoba apa pun yang terjadi, numbers mungkin akan bagaimana penonton memberikan penilaian, tapi semoga film ini bisa dinikmati oleh teman-teman semua," ujar Dipa.
3. Tim produksi membuat replika panggung yang sama dengan Pestapora

Salah satu tantangan terbesar film ini adalah kebutuhan untuk mengambil gambar di tengah festival musik. Menurut Dipa, sejak awal ia dan Ernest sudah menyadari, proses tersebut tidak mungkin dilakukan sepenuhnya saat acara berlangsung karena keterbatasan waktu dan kondisi di lokasi. Karena itu, tim produksi membagi proses syuting ke beberapa tahap, mulai dari sebelum festival dimulai, saat acara berlangsung, hingga setelah konser selesai. Bahkan, mereka akhirnya membuat replika panggung Pestapora, karena keterbatasan waktu penggunaan venue festival musik yang asli.
"Impact-nya, sebenernya di luar itu kita bikin sebuah stage, copy-an stage Pestapora yang sama persis di tempat lain, yang mungkin temen-temen insyaAllah tidak merasa bahwa itu copy-an, karena kita meng-copy benar-benar dengan vendor yang sama. Lighting yang sama, sound yang sama, dengan 500 extras yang kita kumpulin jadi satu. Itu mungkin kesannya jadi mahal tuh karena kita membuat copy-an itu," ujar Dipa.
Operasi Pesta Copet akan tayang di bioskop pada 27 Agustus 2026. Filmnya menceritakan empat sahabat yang terdesak masalah ekonomi dan merencanakan aksi nekat. Mereka memutuskan untuk mencopet di festival musik terbesar Indonesia, Pesta Pora. Film ini dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, dan Kristo Immanuel.




















