Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Black Widow, Hawkeye Sempat Direncanakan yang Mati di Endgame
still cut film Avengers: Endgame (dok. Marvel Studios)
  • Stephen McFeely mengungkap draft awal Avengers: Endgame sempat menjadikan Clint Barton alias Hawkeye sebagai korban Soul Stone di Vormir, bukan Natasha Romanoff.
  • Versi kematian Hawkeye ditolak sejumlah anggota tim Marvel; mereka menilai Natasha perlu mempertahankan momen heroiknya sendiri lewat pengorbanan demi Soul Stone.
  • McFeely menjelaskan penghormatan untuk Natasha dibuat terbatas karena kematiannya terjadi sebelum klimaks, sementara cerita harus melanjutkan pemulihan dunia dan pertarungan melawan Thanos.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Avengers: Endgame masih menjadi salah satu film MCU yang meninggalkan banyak duka. Beberapa superhero besar tewas di perjalanan untuk menghadapi Thanos untuk kedua kalinya. Salah satunya adalah Natasha Romanoff alias Black Widow, yang telah bersama-sama tim Avengers sejak hari pertama.

Baru-baru ini, penulis Stephen McFeely mengungkap rahasia besar di balik layar yang selama ini belum banyak orang tahu. Dia menyebutkan kalau di draft awal naskah Avengers: Endgame, sempat ada rencana yang jadi korban Soul Stone itu Clint Barton alias Hawkeye, bukan Natasha Romanoff. Lalu, kenapa jadi Natasha yang mati?

1. Penulis Endgame sempat bikin alternatif cerita di mana Hawkeye yang mati

still cut film Avengers: Endgame (dok. Marvel Studios)

Dalam sesi tanya jawab pada pemutaran film Avengers: Endgame Encore di Minnesota, Amerika Serikat beberapa waktu lalu, penulis Stephen McFeely menceritakan kalau ia sempat menulis draft alternatif di mana Hawkeye yang tewas saat adegan pengambilan Soul Stone.

Ketika cerita harus membawa para superhero mengarungi perjalanan waktu dan mengambil Soul Stone di Vormir, McFeely sudah menebak bahwa akan ada yang mati di adegan itu. Natasha dan Clint dipilih sejak awal karena keduanya punya kisah persahabatan yang sangat erat, merelakan salah satunya demi menyelamatkan jutaan manusia di dunia pasti terbukti jadi salah satu adegan paling nyesek di film ini.

Setelah melalui banyak pertimbangan, Natasha memang menjadi kandidat kuat yang dikorbankan di Vormir. Namun, penulis cerita kalau ia sempat membuat draft alternatif saat Hawkeye yang tewas menjadi korban Soul Stone. Namun, rencana draft tersebut tidak jadi dipakai.

"Karena membunuh karakter utama perempuan di MCU bukan hal yang mudah. Jadi, kami mencoba versi di mana Hawkeye yang mati," ujar McFeely seperti dilansir dari IGN pada Rabu (30/9/2026).

2. Draft tersebut mendapat penolakan dari beberapa orang di timnya

still cut film Avengers: Endgame (dok. Marvel Studios)

Setelah sempat punya alternatif cerita, pada akhirnya McFeely dan tim memutuskan untuk memakai cerita di mana Black Widow yang mati. Sebab, skrip di mana Hawkeye yang jadi korbannya ternyata mendapat penolakan dari beberapa orang di timnya. Menurut tim penulis, kematian Natasha demi Soul Stone akan membuat si karakter jadi punya momen heroik untuk menutup perjalanan Natasha di MCU.

"Ketika sejumlah tim perempuan di Marvel membaca naskahnya, mereka menghampiri saya di lorong dan berkata, 'Jangan lakukan ini kepadanya (Natasha). Jangan mencuri momen heroiknya dan memberikan kepada orang lain,'" kata McFeely yang setuju dengan masukan tersebut.

3. Alasan Natasha gak dapat banyak adegan penghormatan di Endgame

still cut film Avengers: Endgame (dok. Marvel Studios)

Meski sebenarnya tewasnya Natasha adalah bentuk penghormatan tertinggi sebagai anggota Avengers, namun sebagian fans merasa kurang puas dengan keputusan tersebut. Salah satu alasannya adalah karena minimnya adegan penghormatan setelah Natasha benar-benar mati. Tidak seperti Tony Stark yang setelah melakukan snap, momen meninggalnya sampai dibuat adegan perpisahan yang mengumpulkan hampir seluruh karakter-karakter Marvel yang mengenalnya.

Dapat kritik seperti itu, McFeely menjawab kalau ia dan tim sebenarnya ingin memberikan penghormatan lebih kepada Natasha. Namun, momen pengorbanan diri untuk Soul Stone itu terjadi di babak kedua film yang masih cukup jauh dari ending. Sehingga menurutnya, masih ada banyak adegan yang harus dibahas termasuk pertarungan akhir dengan Thanos dari masa lalu. Sebagai gantinya, ada cukup banyak dialog antar member Avengers yang berduka mengingat sosok Natasha yang gugur di misi itu.

"Tidak banyak waktu berduka untuk Natasha karena kami harus mengembalikan semua orang, lalu Thanos mengebom kami, dan Avengers harus menjalani pertarungan terbesar mereka di MCU, serta Captain America harus mengangkat palu Thor... Kami masih punya banyak hal yang harus dilakukan," ujarnya.

Kamu sebagai fans MCU setuju dengan keputusan mengorbankan Natasha Romanoff atau justru Clint Barton aja yang mati?

Curated For You

Editorial Team

Related Article