Cerita Sutradara Thailand Tulis Naskah untuk Warkop DKI: Viralin Dong!

- Gala premiere film Warkop DKI: ViRaLiN dOoOoNg..!! di Jakarta jadi ajang kolaborasi antara sineas Indonesia dan kreator film Thailand, termasuk sutradara Pee Mak, Banjong Pisanthanakun.
- Penulis naskah asal Thailand mempelajari film-film Warkop DKI lama untuk memahami karakter komedi khasnya sebelum mengembangkan cerita bersama Falcon Pictures.
- Produser Falcon Pictures menggandeng tim penulis Thailand setelah proses pengembangan naskah sempat buntu, menghasilkan kolaborasi lintas negara yang tetap menjaga nuansa budaya Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Gala premiere film Warkop DKI: ViRaLiN dOoOoNg..!! berlangsung meriah di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Selain menghadirkan para pemain utama, Desta Mahendra (Dono), Vino G. Bastian (Kasino), dan Tora Sudiro (Indro), serta Indro Warkop, acara ini juga menjadi momen spesial karena mempertemukan sineas Indonesia dengan para kreator film ternama asal Thailand yang terlibat dalam penulisan naskah film tersebut.
Di balik tawa dan kekonyolan khas Warkop DKI, ternyata proses pengembangan cerita film ini melalui perjalanan yang cukup panjang. Bahkan, Falcon Pictures sampai menggandeng tim kreatif dari Thailand, termasuk sutradara Pee Mak (2013), Banjong Pisanthanakun, untuk menemukan formula cerita yang tepat. Berikut kisah di balik penulisan naskah Warkop DKI: ViRaLiN dOoOoNg..!!.
1. Penulis naskah dari Thailand menonton film-film Warkop DKI terdahulu

Mendapat kesempatan menulis cerita untuk salah satu IP komedi paling legendaris di Indonesia tentu menjadi pengalaman yang tak biasa bagi Thamsatid Charoenrittichai. Sebelum mulai mengembangkan naskah, ia terlebih dahulu mempelajari berbagai film Warkop DKI yang sudah ada.
"Pertama kali nulis (naskah) buat (film) Indonesia. Udah sering nonton (film-film) Falcon juga dan sebelum nulis udah nonton film-film Warkop sebelumnya," ungkap Thamsatid.
Menurutnya, proses tersebut penting agar ia memahami karakter komedi khas Warkop yang sudah melekat di hati penonton Indonesia selama puluhan tahun. Setelah mempelajari berbagai referensi tersebut, ia pun diajak Falcon Pictures untuk terlibat langsung dalam proyek ini.
"Sangat terhormat dan seneng banget," lanjutnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh suami Davika Hoorne, Chantavit Dhanasevi, yang ikut terlibat dalam tim kreatif film ini. Aktor sekaligus penulis yang dikenal lewat berbagai film populer Thailand ini mengaku antusias bisa berkolaborasi di industri perfilman Indonesia.
"Biasanya nulis buat film di Thailand. Seneng dan excited, semoga ada terus project-nya," ujar Chantavit.
2. Banjong Pisanthanakun ikut membayangkan sikon saat menulis jokes Warkop DKI

Tak hanya bertindak sebagai konsultan kreatif, Banjong Pisanthanakun juga ikut terlibat dalam proses pengembangan cerita. Sutradara yang sukses lewat film Pee Mak dan 4Bia (2008) itu mengaku menikmati proses menulis karena harus membayangkan berbagai situasi komedi khas Warkop.
"Pas lagi nulis itu ngerasain keseruannya, terus kayak, 'Aduh, harus kayak gimana ya jokes-nya?' biar kebayang situasinya segala macem. Jadi seneng banget sih," ucap Banjong.
Meski begitu, ia mengakui ada tantangan tersendiri karena Indonesia dan Thailand memiliki budaya yang berbeda. Karena itulah proses riset menjadi bagian penting sebelum naskah dikembangkan lebih jauh.
"Ini kan beda negara ya, beda kultur juga. Jadi saya ngerasa harus ada riset untuk nulis ceritanya. Kebetulan saya riset, nanya-nanya tentang Indonesia, kira-kira kulturnya kayak gimana," tegas Banjong.
3. Frederica ungkap alasan Banjong dkk jadi penulis naskah Warkop DKI: Viralin DOoOong..!!

Produser Falcon Pictures, Frederica, mengungkapkan bahwa keputusan menggandeng tim penulis Thailand bukan tanpa alasan. Menurutnya, proses pengembangan cerita film Warkop DKI tersebut sempat mengalami jalan buntu selama bertahun-tahun.
"Kita sudah bertahun-tahun menulis cerita Warkop DKI kelima ini itu enggak ketemu. Enggak ketemu dalam arti kata kita udah ganti-ganti penulis Indonesia. Kita merasa ini kurang kuat untuk kita bisa tampilkan lagi di Warkop DKI kelima," ucap produser yang akrab dipanggil Erica ini.
Titik terang baru muncul setelah Falcon bertemu dengan Banjong dan timnya. Dari sana, kolaborasi lintas negara mulai dibangun untuk mencari ide yang segar namun tetap sesuai dengan identitas Warkop.
"Sampai kita ketemu dua tahun yang lalu sama Banjong. Kita coba eksplor, kerja sama, kolaborasi antar dua negara. Dan disambut baik oleh Banjong dan tim. Akhirnya berkelanjutan mereka memberikan sinopsis dan riset dan lainnya. Akhirnya kita suka gitu sama ceritanya," lanjutnya.
Meski begitu, Frederica menegaskan bahwa unsur budaya Indonesia tetap menjadi fondasi utama film ini. Karena itulah tim penulis Thailand juga bekerja bersama penulis Indonesia agar cerita yang dihasilkan tetap relevan bagi penonton lokal.
"Tapi memang kita tahu bahwa ada perbedaan budaya yang sangat mencolok gitu, di mana harus disisipkan semua budaya-budaya Indonesia di sini. Makanya ada penulis Thailand dan juga ada penulis Indonesia di sini," pungkasnya.


















