Raja Charles III dan Ratu Camilla (instagram.com/theroyalfamily)
Anggota keluarga kerajaan Inggris membayar pajak. Akan tetapi, ketentuannya berbeda-beda tergantung pada posisi dan dari mana sumber pendapatan mereka.
Raja Charles III misalnya, secara sukarela membayar pajak penghasilan dan capital gains tax atas pendapatan pribadinya. Ketentuan ini bermula pada tahun 1992 saat Ratu Elizabeth II setuju untuk melepaskan hak khusus raja dari pajak.
Ketentuan tersebut diberlakukan mulai tahun 1993 dan memutuskan pendapatan pribadi raja dikenakan pajak sesuai aturan hukum yang sama dengan wajib pajak lainnya. Tak selesai sampai di sana, Raja Charles III juga secara sukarela membayar value added tax (VAT) dan pajak daerah (local rates).
Contoh lainnya adalah Pangeran William sang Pangeran Wales yang mengikuti ketentuan serupa. Sumber pendapatannya berasal dari Duchy of Cornwall, sebuah properti pribadi yang didirikan pada tahun 1337 untuk memberikan pendapatan pribadi bagi pewaris takhta.
William sendiri tidak memiliki aset modal Duchy secara pribadi dan tidak dapat menjualnya. Namun demikian, ia menerima pendapatan bersih tahunan dari pengelolaan properti tersebut. Meski Duchy-nya bebas pajak, William secara sukarela membayar pajak penghasilan dengan tarif tertinggi atas pendapatannya.
Anggota keluarga Kerajaan Inggris lainnya yang memperoleh pendapatan pribadi umumnya tunduk pada sistem perpajakan yang berlaku di Inggris. Sementara itu, pembayaran pajak sukarela hanya berlaku bagi Raja dan Pangeran Wales, bukan untuk seluruh keluarga kerajaan.
Pada dasarnya, anggota keluarga kerajaan tetap membayar pajak atas pendapatan pribadi mereka. Sementara itu, aset yang dimiliki atau dikelola atas nama Crown, seperti Crown Estate dan sebagian kediaman kerajaan, bukan merupakan kekayaan pribadi anggota keluarga kerajaan dan mengikuti aturan perpajakan tersendiri.
Selain itu, untuk dicatat, nilai kekayaan pribadi anggota keluarga kerajaan Inggris selain Raja sebenarnya tidak dipublikasikan secara resmi. Angka-angka yang telah disebutkan di atas merupakan estimasi perhitungan berbagai media dan situs keuangan, sehingga nominalnya dapat berbeda-beda tergantung metode perhitungannya.