- Genre: drama, black-comedy
- Pemain: Karen Colston, Genevieve Lemon
- Sutradara: Jane Campion
5 Film Keluarga Disfungsional yang Berpusat pada Perempuan

- Artikel menyoroti lima film berpusat pada perempuan yang menggambarkan keluarga disfungsional melalui sudut pandang perempuan dengan konflik dan dinamika berlapis.
- Sweetie, Housekeeping, dan House menghadirkan relasi keluarga tak biasa, dari perilaku anggota keluarga yang diabaikan hingga tante eksentrik dan teror di rumah kerabat.
- Pieces of April dan Muriel’s Wedding menampilkan perempuan yang menghadapi konflik keluarga, kebutuhan validasi, serta upaya membangun kembali hidup dan hubungan dengan keluarga.
Tak semua keluarga itu sempurna. Bahkan yang tampak baik-baik saja bisa jadi tetap punya rahasia dan sisi gelap masing-masing. Gak heran, trope keluarga disfungsional masih punya daya tarik besar di ranah perfilman. Rasanya semua orang bisa merasa terwakili, meski kasusnya tidak harus persis sama.
Lebih menarik lagi ketika film itu ginosentris alias berpusat pada perempuan. Perspektif yang dihadirkan bisa berbeda dari biasanya dan kedalaman ceritanya benar-benar luas. Seperti yang dilakukan kelima film tentang keluarga disfungsional berikut. Langsung bahas satu per satu.
1. Sweetie (1989)

Sweetie (dok. Criterion/Sweetie) Sweetie adalah nama kecil untuk perempuan muda bernama Dawn yang tinggal bersama orangtua dan kakak perempuannya. Tidak seperti orang-orang seusianya, Sweetie yang masih bertingkah dan berpikir bak anak-anak. Namun, keluarga intinya enggan mencari tahu, mengakui, bahkan mewajarkan tingkah ganjil Sweetie. Sampai sebuah insiden terjadi dan mengubah kehidupan keluarga itu selamanya. Film ini cukup absurd, tetapi berhasil memotret dinamika keluarga disfungsional lewat kacamata perempuan, termasuk kakak perempuan Sweetie.
2. Housekeeping (1987)

Housekeeping (dok. Columbia Pictures/Housekeeping) Keluarga tak biasa lain bisa kamu temukan dalam film Housekeeping karya Bill Forsyth. Dua kakak beradik bernama Lucille dan Ruth yang yatim piatu. Mereka sempat diasuh kakek mereka, tetapi tak berapa lama, sang kakek tiada dan keduanya pun diungsikan ke rumah kerabat terdekat mereka, yakni seorang tante bernama Sylvie. Sang bibi punya kebiasaan dan hobi aneh, belum menikah, tetapi cukup ramah pada semua orang. Namun, itu sudah cukup membuatnya dapat julukan nyentrik di desanya. Polemik muncul ketika Ruth yang memasuki usia SMA dan butuh validasi teman-temannya menganggap Sylvie sebagai hambatan bagi upayanya membangun reputasi di sekolah.
- Genre: drama, komedi
- Pemain: Christine Lahti, Sara Walker
- Sutradara: Bill Forsyth
3. House (1977)

House (dok. Janus Films/House) Petualangan bareng tante nyentrik bisa pula kamu saksikan dalam film horor Jepang berjudul House. Film ini berlakonkan Gorgeous, bocah SMA yang mengajak teman segengnya berlibur ke rumah kerabatnya di pedesaan. Rumah keluarga Gorgeous itu dihuni oleh tantenya seorang diri. Semua berjalan normal sampai satu per satu teman Gorgeous dapat teror dan menghilang. Adakah hubungannya dengan si tante dan leluhur Gorgeous? Cari tahu sendiri dengan menelisik sosok-sosok misterius di film ini. Semuanya cukup absurd dan beragam, membuatnya jadi film horor yang eksentrik dan beda dari biasanya.
- Genre: horor, avant-garde, komedi
- Pemain: Kimiko Ikegami, Miki Jinbo
- Sutradara: Nobuhiko Obayashi
4. Pieces of April (2003)

Pieces of April (dok. United Artists/Pieces of April) Lama tak berkontak dengan keluarga intinya karena sebuah konflik, April, seorang perempuan muda memutuskan untuk mengundang mereka pada acara makan malam. Ini ia lakukan setelah dapat kabar bahwa ibunya mengidap kanker. Di sini, kita bakal menjelajahi kompleksnya konflik keluarga terutama dari kacamata April sebagai anak perempuan pertama serta sang ibu yang akhirnya menepikan egonya dan melakoni perjalanan dari New Jersey ke New York. Tenang, ini film komedi yang bikin suasana cair.
- Genre: drama, komedi
- Pemain: Katie Holmes, Derek Luke
- Sutradara: Peter Hedges
5. Muriel’s Wedding (1994)

Muriel's Wedding (dok. Miramax/Muriel's Wedding) Muriel lahir dan besar di tengah keluarga disfungsional. Ayahnya yang seorang politisi gak hanya pelit, tetapi juga suka menghina anak-anaknya di depan umum. Ibunya amat submisif kepada suaminya dan membiarkan itu terjadi. Akibat pola asuh ini, Muriel jadi sosok yang haus validasi dan satu ketika nekat mencuri uang ayahnya agar bisa dianggap setara dengan teman-teman toksiknya. Muriel menggunakan uang itu untuk berlibur ke luar negeri, kemudian pindah ke Sidney, dan mencari jodoh. Semua terwujud, tetapi apakah itu yang benar-benar ia butuhkan?
- Genre: tragikomedi, coming of age
- Pemain: Toni Collette, Rachell Griffiths
- Sutradara: P.J. Hogan
Jadi bagian dari keluarga disfungsional memang bak sebuah undian. Tentu tidak ada yang meminta di mana dan dari siapa kita lahir. Film-film tadi bisa jadi pengingat betapa beragamnya kondisi hidup manusia dan seberapa besar peran keluarga dalam menentukan kepribadian bahkan jalan hidup kita. Menariknya lagi, mereka ditulis dari perspektif perempuan yang cukup unik serta berlapis isunya.




















