4 Film Barat tentang Quarter Life Crisis yang Relatable Banget

- Artikel membahas quarter life crisis sebagai fase dewasa muda yang dipenuhi pertanyaan tentang karier, hubungan, keluarga, dan masa depan setelah pendidikan selesai.
- Reality Bites, The Devil Wears Prada, dan Young Adult menyoroti pencarian arah hidup, benturan ambisi dengan nilai pribadi, serta sulitnya melepaskan bayangan masa lalu.
- The Big Sick menggambarkan Kumail yang menghadapi tekanan keluarga, karier komika yang belum mapan, dan ketidakpastian hubungan saat menentukan pilihannya sendiri.
Memasuki usia dewasa muda tidak selalu terasa seperti yang dibayangkan. Setelah menyelesaikan pendidikan, seseorang mungkin berharap hidupnya akan menjadi lebih jelas, tetapi pada kenyataannya justru muncul berbagai pertanyaan tentang karier, hubungan, keluarga, hingga masa depan. Fase ketika kita merasa tidak tahu harus melangkah ke mana inilah yang sering dikaitkan dengan quarter life crisis.
Perasaan tersebut bisa semakin berat ketika melihat orang lain seolah sudah menemukan jalan hidupnya masing-masing. Padahal, setiap orang memiliki waktu dan perjalanan yang berbeda. Empat film Barat berikut ini menggambatkan kebingungan tersebut melalui karakter yang sedang berusaha memahami dirinya sendiri dan menentukan kehidupan seperti apa yang sebenarnya mereka inginkan. Yuk, simak bareng-bareng!
1. Reality Bites (1994)

cuplikan film Reality Bites (dok. Jersey Films/Reality Bites) Reality Bites mengikuti Lelaina (Winona Ryder) yang baru saja menyelesaikan kuliah dan mencoba mencari tempatnya di dunia orang dewasa. Ia membuat dokumenter tentang kehidupan teman-temannya sambil menghadapi persoalan pekerjaan, persahabatan, dan hubungan asmara. Di tengah masa transisi tersebut, Lelaina mulai menyadari bahwa kehidupan setelah kuliah tidak sesederhana yang selama ini ia bayangkan.
Reality Bites terasa relevan untuk kamu yang pernah merasa pendidikan sudah selesai, tetapi kehidupan justru belum memiliki arah yang jelas. Film ini memperlihatkan generasi muda yang berusaha mencari pekerjaan, mempertahankan idealisme, sekaligus menghadapi kenyataan bahwa menjadi dewasa berarti harus membuat banyak pilihan. Meski dirilis pada 1994, keresahan yang ditampilkan masih terasa dekat dengan pengalaman banyak orang dewasa muda.
2. The Devil Wears Prada (2006)

cuplikan film The Devil Wears Prada (dok. Fox 2000 Pictures/The Devil Wears Prada) Film laris The Devil Wears Prada menceritakan tentang Andrea (Anne Hathaway) yang mendapatkan pekerjaan sebagai asisten Miranda Priestly (Meryl Streep), seorang editor majalah fashion yang terkenal sangat keras dan perfeksionis. Awalnya, Andrea menganggap pekerjaan tersebut hanya sebagai batu loncatan untuk mencapai karier yang sebenarnya ia inginkan. Namun, semakin lama ia bekerja, semakin besar pula tuntutan yang membuatnya mempertanyakan kehidupan yang sedang ia jalani.
Di balik dunia fashion yang glamor, The Devil Wears Prada sebenarnya berbicara tentang pilihan hidup dan ambisi. Andrea harus menentukan apakah kesuksesan profesional yang ia kejar sepadan dengan perubahan dirinya, hubungan yang mulai renggang, dan kehidupan pribadi yang semakin terabaikan. Film ini cocok untuk kamu yang sedang berada di persimpangan antara mengejar karier impian dan mempertahankan kehidupan yang tetap sesuai dengan nilai-nilai pribadi.
3. Young Adult (2011)

cuplikan film Young Adult (dok. Alloy Entertainment/Young Adult) Selanjutnya ada film Young Adult yang kisahnya tentang Mavis Gary (Charlize Theron), seorang penulis novel dewasa muda yang kembali ke kota kecil tempat ia dibesarkan setelah mengetahui mantan kekasihnya telah memiliki keluarga. Kepulangannya membuat Mavis kembali berhadapan dengan kenangan masa lalu dan kehidupan yang ternyata tidak berjalan sesuai dengan bayangannya. Ia juga mulai membandingkan kehidupannya sendiri dengan orang-orang yang dulu ia kenal.
Berbeda dari film tentang quarter life crisis yang biasanya terasa ringan, Young Adult menghadirkan sisi yang lebih getir. Mavis adalah contoh seseorang yang kesulitan menerima bahwa hidupnya tidak berkembang seperti yang pernah ia bayangkan. Film ini menunjukkan bahwa kebingungan tentang arah hidup terkadang muncul bukan karena kita tidak memiliki pilihan, melainkan karena kita terlalu lama berpegang pada gambaran masa lalu tentang siapa diri kita seharusnya.
4. The Big Sick (2017)

cuplikan film The Big Sick (dok. Apatow Production/The Big Sick) Terakhir, ada The Big Sick yang mengikuti Kumail (Kumail Nanjiani), cowok yang sedang berusaha membangun karier sebagai komika ketika hubungannya dengan Emily (Zoe Kazan) menghadapi persoalan besar. Ia juga harus berhadapan dengan ekspektasi keluarganya yang menginginkan dirinya menjalani kehidupan sesuai dengan nilai dan tradisi yang mereka pegang. Ketika Emily jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit, Kumail dipaksa menghadapi berbagai persoalan yang selama ini ia hindari.
The Big Sick tidak hanya berbicara tentang hubungan romantis, tetapi juga tentang keberanian menentukan kehidupan sendiri. Kumail harus memahami apa yang benar-benar ia inginkan di tengah tekanan keluarga, karier yang belum mapan, dan hubungan yang penuh ketidakpastian. Film ini terasa relate untuk siapa saja yang pernah berada di fase ketika pilihan hidup terasa seperti harus memenuhi keinginan banyak orang sekaligus.
Quarter life crisis memang bisa membuat seseorang merasa tertinggal, terutama ketika melihat teman-teman seusianya sudah memiliki karier, hubungan, atau kehidupan yang tampak lebih mapan. Namun, empat film di atas menunjukkan bahwa kebingungan adalah bagian yang cukup wajar dalam perjalanan menemukan arah hidup. Tidak semua orang harus memiliki jawaban di usia yang sama, karena terkadang kita memang perlu tersesat sebentar sebelum mengetahui ke mana sebenarnya ingin pergi.





















