Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Desain Kebaya di Jalan Pulang, Hagai Pakan Terinspirasi Devil Wears Prada

Desain Kebaya di Jalan Pulang, Hagai Pakan Terinspirasi Devil Wears Prada
potret Hagai Pakan di press conference pemutaran film pendek Jalan Pulang di XXI Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (22/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Costume designer Hagai Pakan mengaku banyak mengambil inspirasi dari film The Devil Wears Prada saat merancang penampilan para karakter di film pendek Jalan Pulang. Menariknya, alih-alih menghadirkan gaya fesyen Barat, ia menerjemahkan pendekatan tersebut melalui kebaya dan wastra sebagai elemen utama yang membangun karakter.

Jalan Pulang sendiri merupakan karya film pendek ketiga dari Bakti Budaya Djarum Foundation yang dirilis dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional. Film yang dibintangi Sheila Dara, Widyawati, dan Asri Welas ini dapat disaksikan melalui kanal YouTube Indonesia Kaya mulai 24 Juli 2026.

1. Cerita Hagai Pakan terjemahkan nuansa The Devil Wears Prada lewat kebaya di film pendek Jalan Pulang

Para pemain dan kru film pendek Jalan Pulang berpose bersama dalam konferensi pers di XXI Plaza Indonesia, Jakarta, mengenakan busana tradisional modern.
press conference pemutaran film pendek Jalan Pulang di XXI Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (22/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam press conference pemutaran perdana film Jalan Pulang di XXI Plaza Indonesia, Rabu (22/7/2026) Hagai Pakan mengungkapkan, sebagian besar karya styling film tersebut terinspirasi dari The Devil Wears Prada. Melalui Jalan Pulang, ia mencoba menerjemahkan pendekatan tersebut ke dalam konteks Indonesia dengan menjadikan kebaya dan wastra sebagai elemen penting dalam membangun karakter dan alur cerita.

Nah, alih-alih hanya menjadi pelengkap visual, kebaya justru dihadirkan sebagai bagian yang menyatu dengan narasi. Hagai pun menggabungkan unsur fesyen yang stylish dengan kebutuhan emosional cerita sehingga setiap karakter tetap terasa hidup tanpa mengesampingkan identitas budaya Indonesia.

“Yang di ending, tadi aku juga sempat bilang, sebagian besar, aku kalau bikin styling film, aku selalu terinspirasi dari The Devil Wears Prada. Dan di sini kesempatan membuat yang mirip, tapi dengan kebaya dan wastra. Buat aku, itu juga cukup wow ternyata bisa ya gitu? Indonesianya gak jadi dekorasi, tapi Indonesianya jadi bagian penting ceritanya dan tetap karakternya hidup semua,” katanya.

2. Gaya karakter Dara jadi cerminan perempuan pemimpin

Seorang perempuan mengenakan kebaya ungu muda duduk di kursi saat konferensi pers film pendek Jalan Pulang di XXI Plaza Indonesia, Jakarta.
press conference pemutaran film pendek Jalan Pulang di XXI Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (22/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Salah satu karakter yang paling diperhatikan Hagai adalah Dara yang diperankan oleh Sheila Dara. Ia merancang perkembangan gaya berpakaian Dara sesuai dengan perjalanan karakternya, mulai dari sosok yang belum terbiasa mengenakan kebaya hingga menjadi perempuan yang percaya diri dalam memimpin agensinya.

“Karena dia punya agensi, otomatis dia punya taste passion yang di depan semua orang. Jadi bagaimana caranya memanfaatkan kebaya yang ada di lemari dia, tapi dengan padu padan yang dia tetap kelihatan leading di company dia. Stylish gitu,” lanjut Hagai Pakan.

3. Hagai pakan akui lebih susah bikin kostum film untuk tampilan sehari-hari daripada busana glamor

IMG_6914.jpeg
potret Hagai Pakan di press conference pemutaran film pendek Jalan Pulang di XXI Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (22/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Hagai Pakan sendiri telah dikenal luas sebagai costume designer di balik sejumlah film dan serial populer, seperti Abracadabra, Yuni, Losmen Bu Broto, 24 Jam Bersama Gaspar, The Architecture of Love, hingga serial Netflix Gadis Kretek. Dalam kesempatan tersebut, ia pun membagikan tantangan yang dihadapi saat merancang kostum.

Alih-alih busana glamor, Hagai mengaku lebih tertantang saat merancang kostum untuk keseharian karakter. Baginya, pakaian yang terlihat sederhana justru membutuhkan perhatian lebih agar tetap terasa autentik sekaligus memperkuat karakter dalam cerita.

“Dalam membuat sebuah karya padu padan busana, film terutama, lebih sulit buat aku memadupadankan yang sehari-hari tapi tetap kelihatan realistis.”

Berdurasi sekitar 20 menit, film pendek Jalan Pulang mengajak penonton memaknai kebaya bukan sekadar busana tradisional, melainkan warisan budaya yang menyimpan cerita dan kenangan lintas generasi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More