3 Detail Menarik dari Trailer Perdana Avatar Aang: The Last Airbender

- Trailer perdana film animasi Avatar Aang: The Last Airbender memperlihatkan kisah 10 tahun setelah akhir serial aslinya, menampilkan Aang dan teman-temannya yang kini sudah dewasa.
- Cerita berfokus pada dunia pascaperang yang masih rapuh serta pergulatan batin Aang yang merasa bersalah karena tak bisa menyelamatkan kaumnya meski berhasil membawa perdamaian global.
- Trailer juga memperkenalkan dua karakter baru, Tagah sang pengendali angin bertato panah, dan sosok perempuan misterius bertanda merah di wajahnya yang diduga menjadi villain utama.
Setelah serial live-action Avatar merilis musim keduanya, satu lagi proyek dari Avatar: The Last Airbender akan rilis dalam waktu dekat. Kali ini, Paramount+ baru saja merilis trailer perdana untuk film animasi Avatar Aang: The Last Airbender.
Ini merupakan film sekuel dari serial animasi Avatar: The Last Airbender yang tayang dari 2005 - 2008. Dari trailer perdana ini, kita diperlihatkan dengan peristiwa 10 tahun setelah ending dari cerita serial animasinya, di mana Aang dan kawan-kawan kini sudah dewasa. Apa saja momen menarik yang terungkap di trailer Avatar Aang: The Last Airbender ini?
1. Berlatar 10 tahun setelah ending serial animasi, tim Avatar telah sukses bawa perdamaian dunia

Hal pertama yang disoroti tentu saja soal latar waktu yang diterapkan di proyek duet Paramount dan Nickelodeon ini. Film ini berlatar 10 tahun setelah ending serial animasinya. Seperti yang diungkapkan oleh Katara pada trailer itu, ia menyebut, tim Avatar sudah berhasil membawa perdamaian dari 100 tahun masa perang.
"Aang, berkat kamu semua negara sekarang hidup bersama dalam kedamaian dan kebersamaan," ujar Katara saat ngobrol dari hati ke hati sama Aang.
Di film ini, kita gak lagi melihat Aang, Katara dan Sokka sebagai remaja belasan tahun yang berusaha menyelamatkan dunia. Mereka semua sudah dewasa, termasuk Toph dan juga Zuko yang sudah muncul di trailer. Namun, tingkah santai Toph, humorisnya Sokka, dan ketenangan Zuko tetap tersaji dengan sangat baik di trailer ini.
2. Ceritanya berfokus tentang dunia yang masih rapuh pascaperang, Aang alami krisis identitas?

Awal film Avatar Aang: The Last Airbender diprediksi bakal dibuka dengan aura kebahagiaan dan gotong royong, ketika semua negara akhirnya bisa hidup dengan damai setelah perang selama 1 abad. Namun, kedamaian itu masih bersifat rapuh, karena masih dalam masa transisi.
Selain itu bagian cerita yang cukup ditonjolkan adalah seputar kegalauan yang dialami oleh Aang. Meski dia dianggap sebagai pahlawan kedamaian oleh banyak orang, namun Aang masih menyimpan rasa bersalah yang besar. Ia bisa membawa kedamaian untuk banyak orang, namun tidak bisa menyelamatkan kaumnya sendiri, para pengendali angin, selama masa perang tersebut. Aang menjadi satu dari sangat sedikit pengendali angin yang masih hidup sampai sekarang.
Di tengah kemelut hati yang Aang rasakan, ancaman baru muncul. Menjadi tantangan pertama bagi tim Avatar dari masyarakat Republic City setelah lepas dari masa perang berkepanjangan.
3. Tagah dan karakter villain yang belum diketahui identitasnya

Pada trailer ini, film Avatar Aang: The Last Airbender sudah memunculkan setidaknya dua karakter baru. Pertama adalah Tagah, seorang pria yang punya tato arah panah seperti Aang. Bukan cuma hiasan, tato itu menunjukkan kalau Tagah merupakan pengendali angin. Belum diketahui banyak peran Tagah di film ini, apakah menjadi sekutu bagi tim Avatar atau justru lawan.
Sementara satu karakter lainnya identitasnya masih belum diketahui. Dia adalah perempuan, punya tanda berwarna merah di sekitar kedua matanya dengan bentuk seperti logo Batman. Cewek ini memakai panah sebagai senjata utamanya dan dia terlihat memiliki pasukan yang dipersenjatai dengan panah juga. Dari pembawaannya yang arogan, karakter misterius ini diprediksi bakal jadi salah satu villain di film Avatar Aang: The Last Airbender.
Film Avatar Aang: The Last Airbender awalnya direncanakan bakal tayang di bioskop pada 2025 lalu. Namun setelah mengalami banyak kemunduran jadwal tayang, serta film versi lengkapnya sempat bocor di internet, Paramount memutuskan untuk merilisnya di layanan streaming Paramount+.





















