5 Kontroversi yang Menimpa The Odyssey, padahal Belum Tayang

- Film The Odyssey garapan Christopher Nolan dijadwalkan rilis 17 Juli 2026, namun sudah menuai banyak kontroversi bahkan sebelum tayang.
- Kontroversi utama mencakup pemilihan pemain non-Yunani, ketidakakuratan sejarah pada kostum dan adegan, serta penggunaan dialog modern yang dianggap tidak sesuai konteks mitologi.
- Universal Pictures juga dikritik karena membatalkan influencer screening dan dituding memakai keragaman pemain sebagai strategi untuk menarik perhatian penghargaan besar seperti Oscar.
Setelah kesuksesan besar Oppenheimer (2023), Christopher Nolan bersiap kembali dengan proyek terbarunya, The Odyssey. Film ini merupakan adaptasi dari puisi karya Homer tentang perjalanan panjang Raja Odysseus pulang ke Ithaca setelah Perang Troya.
The Odyssey dijadwalkan tayang pada 17 Juli 2026, tetapi sudah banyak kontroversi yang timbul mengenai film ini, menjadikannya rilisan karya Nolan yang paling banyak diperdebatkan. Berikut lima kontroversi The Odyssey yang sudah menjadi bahan diskusi panas di dunia sosial.
1. Pemilihan pemain

Salah satu kontroversi terbesar dari The Odyssey adalah daftar pemeran yang terlibat. Walau bersumber dari mitologi Yunani, film ini dibintangi oleh aktor-aktris Hollywood yang mayoritas bukanlah orang Yunani.
Kritik semakin tajam setelah pengumuman pemeran, seperti Lupita Nyong’o sebagai Helen of Troy, Travis Scott sebagai Bard, dan Elliot Page yang perannya diduga kuat sebagai Achilles. Para bintang ini, walau tidak diragukan lagi kemampuannya, dinilai tidak memiliki tampilan yang sesuai dengan penggambaran dalam The Odyssey orisinal karya Homer.
2. Aspek sejarah yang tidak akurat

Kontroversi lainnya muncul pada kostum, khususnya desain armor yang dianggap tidak akurat secara historis. Armor di film ini dinilai terlalu modern dan lebih cocok untuk film Batman daripada kisah mitologi.
Aspek lainnya adalah adegan pertarungan di dalam trailer, yang pada kisah asli merupakan monster, malah menjadi makhluk menyerupai robot. Seharusnya belum ada di era Yunani Kuno.
3. Dialog yang terlalu modern

Kontroversi selanjutnya adalah aksen para aktornya. Alih-alih menggunakan aksen Inggris seperti kebanyakan kisah klasik Eropa, di film ini para aktornya berbicara dengan aksen Amerika. Belum lagi di trailer muncul dialog Telemachus (Tom Holland) yang menyebut Odysseus (Matt Damon) sebagai “Dad”.
Banyak orang merasa penggunaan kata modern ini terdengar janggal dan akan lebih baik bila kata yang dipakai adalah "Father". Walau begitu, sebagian orang menduga bahwa bahasa modern dipakai untuk membuat The Odyssey lebih sesuai untuk penonton masa kini.
4. Influencer screening yang dibatalkan

Keputusan studio Universal Pictures untuk tidak mengadakan influencer screenings bagi The Odyssey memicu perdebatan karena agenda tersebut biasa dipakai untuk membangun hype di media sosial. Di sisi lain, keputusan ini belakangan diduga dipilih karena banyak yang merasa bahwa influencer screening dinilai tidak benar-benar jujur dan justru menjadi bumerang untuk studio filmnya sendiri.
5. Keragaman yang diduga untuk mengincar penghargaan

Masih berkaitan dengan kontroversi pemilihan pemain, beberapa aktor yang dinilai tidak sesuai dengan penggambaran Homer banyak dibicarakan karena dianggap sebagai strategi Universal dan Christopher Nolan untuk mengincar Oscar.
Ajang ini sering memberi perhatian khusus pada film dengan representasi inklusif. Setelah kesuksesan Oppenheimer, Nolan sepertinya ingin mempertahankan kesuksesannya di berbagai penghargaan film bergengsi, terutama Oscar.
The Odyssey akan menjadi pertaruhan reputasi Christopher Nolan di industri perfilman. Akankah kontroversi-kontroversi yang muncul membuat The Odyssey gagal atau justru menarik lebih banyak perhatian orang-orang untuk menonton? Kalian tim yang mana, nih?





















