potret Nuh… di kantor IDN, Jakarta, Kamis (23/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Dalam sesi wawancara eksklusif di kantor IDN, Jakarta, Kamis (23/7/2026), Nuh mengungkapkan, warna musik yang selama ini melekat pada karya-karyanya tidak hadir begitu saja. Ketertarikannya pada musik yang terdengar bersahaja tumbuh dari kebiasaan mendengarkan lagu-lagu favorit orangtuanya sejak kecil.
“Karena emang dari awal suka dengar-dengarin yang kayak gitu (musik bersahaja),” ujar Nuh.
Karena tumbuh dengan lagu-lagu yang kerap diputar oleh orangtuanya, terutama saat menikmati perjalanan bersama keluarga, Nuh… pun mengungkap, referensi musiknya tak lepas dari karya-karya musisi legendaris, seperti Bing Slamet, P. Ramlee, hingga Dian Pramana Putra.
“Dari referensi musik juga, aku suka Bing Slamet, aku suka P. Ramlee, aku suka Dian Pramana Putra. Karena itu emang sehari-hari dulu didengerin sama orangtua, di perjalanan sering dengerin kayak gitu.”
Pengalaman inilah yang kemudian membentuk selera bermusik Nuh… hingga saat ini.