Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di Balik Syuting Scene Konser di Operasi Pesta Copet, Libatkan 500 Extras di Studio
Dipa Andika, produser film Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet)
  • Produksi Operasi Pesta Copet membangun panggung mirip Pestapora 2025 di studio bersama vendor yang sama, dengan pembangunan dua-tiga hari dan syuting empat-enam hari.
  • Untuk menciptakan atmosfer festival autentik, tim memindahkan properti, booth, dan pencahayaan Pestapora ke studio serta melibatkan lebih dari 500 figuran.
  • Sejumlah musisi dan band juga menjalani syuting di studio, menghadapi proses tampil sambil berakting dan mengulang bagian lagu untuk kebutuhan pengambilan gambar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Pembicaraan saya dan Dipa Andika, produser film Operasi Pesta Copet (2026) pun berlanjut. Sebelumnya, kami berbicara tentang perizinan, persiapan, serta produksi film Operasi Pesta Copet (2026) di Festival Pestapora 2025.

Usai menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Dipa Andika berkata kalau syuting adegan Pestapora juga dilakukan di studio, lho. Studio tersebut disulap bak Festival Pestapora lengkap dengan Boss Stage, lighting, dan booth-booth-nya.

Selain itu, Dipa Andika juga bercerita soal tantangan syuting dengan para musisi di studio yang menyerupai venue Pestapora 2025. Simak wawancara eksklusif IDN Times bersama Dipa Andika, produser Operasi Pesta Copet (2026) dalam program #COD (Cerita Orang Dalam)!

1. Operasi Pesta Copet bikin stage mirip Pestapora di studio

Dipa Andika, produser film Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet)

Sebelumnya, Dipa Andika bercerita bahwa syuting Operasi Pesta Copet (2026) di Pestapora 2025 dilakukan selama tujuh hari, termasuk saat festival itu berlangsung. Di luar itu, ternyata tim produksi juga melakukan syuting di studio yang disulap bak venue Pestapora 2025, lho.

"Ya, kita punya studio besar yang kita buat ada stage-nya di sana. Nah, stage itu kebetulan vendor yang sama dengan pembuat stage-nya Pestapora. Jadi secara bentuk InsyaAllah orang akan melihat ya ini samalah seperti di Pestapora gitu," ungkap Dipa Andika.

Tim produksi membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga hari untuk membangun stage tersebut. Ibaratnya tim Operasi Pesta Copet (2026) memindahkan stage Pestapora 2025 ke studio, karena vendor yang mengerjakan sama.

"Kita bangun studio kurang lebih dua sampai tiga hari, karena itu kita bekerja sama dengan Boss Creator means pemilik Pestapora, ya. Jadi yang bikin panggung pun memang vendor-vendor mereka yang sudah biasa bikin panggung (Pestapora)," lanjutnya.

Sementara itu, syuting adegan Pestapora 2025 di studio membutuhkan waktu sekitar empat sampai enam hari. Waktu syuting di studio lebih singkat, karena tim produksi hanya mengambil footage yang tidak dilakukan di Pestapora 2025.

"Kurang lebih kayaknya empat sampai enam hari ya kita di studio. Karena kan yang di studio itu banyak kita gabungkan (dengan shot di Pestapora 2025). Bukan cuma shot Pestapora, jadi beberapa konser-konser juga dilakukan di situ," tutur produser Imajinari itu.

2. Tim produksi harus memastikan aura pas syuting di studio terasa seperti festival beneran

Cast dan sutradara film Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet)

Salah satu kesulitan yang tim produksi alami saat syuting di studio adalah memastikan suasananya seperti festival musik asli. Maka dari itu, bukan hanya panggung, tapi tim produksi juga memindahkan properti buah-buahan Pestapora ke studio.

"Nah, gimana caranya di studio kita harus membuat suasana Pestapora itu begitu nyata gitu. Makanya yang kita pindahkan ke studio bukan cuman stage, tapi properti di kiri kanan buah-buahan Pestapora dan lain-lain kita bawa semua," ujar pemilik akun Instagram @dipaaa ini.

Gak cuma itu, mereka juga memindahkan booth, serta lampu yang ada di Pestapora 2025, lho. Alasannya supaya penonton benar-benar merasakan suasana festival musik saat menyaksikan film Operasi Pesta Copet (2026).

"Booth-booth dan lampu-lampu yang sama persis kita pindahin. Itu supaya orang juga ketika nonton nyaman dan memang tidak terasa bahwa ini kita lakukan di studio sih," tambahnya.

Tim produksi juga sengaja menyiapkan 500 extras supaya suasana riuh festival musik di studio tetap terasa. Maka dari itu, adegan yang penonton saksikan tidak terasa jumping atau janggal.

"Karena kan kalau di Pestapora sendiri secara suasana jelas ini festival musik ya, kiri kanan orang-orang riuhnya udah kelihatan lah. Makanya kalau mungkin nanti teman-teman nonton yang pada saat ending, bahwa lebih dari 500 extras kita pakai di film ini. Yang kita tuliskan namanya secara lengkap," ucap Dipa.

3. Ada beberapa penampil yang juga syuting di studio tersebut

Dipa Andika, produser film Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet)

Sebelum mengakhiri wawancara, Dipa kembali me-recall tantangan yang ia hadapi saat syuting adegan Pestapora di studio. Ternyata syuting bersama dengan para musisi atau band pengisi Pestapora cukup menantang baginya.

"Kemunculan beberapa band juga kita taruh di studio kan, ada yang di studio gitu. Gak semuanya di Pestapora, ada yang di Pestapora, ada yang di studio," kata produser Agak Laen (2024) itu.

Kalau biasanya musisi tampil membawakan lagu-lagu mereka di konser atau festival musik. Kali ini, mereka harus tampil, sekaligus berakting di film Operasi Pesta Copet (2026). Terlebih lagi, mereka juga harus mengulang bagian-bagian tertentu saat bernyanyi.

"Musisi ini kan orang yang biasa dibayar untuk manggung. Sekarang dibayar untuk manggung tapi disyuting gitu. Dan kita kan kalau syuting, ya diulang lagi shot adegan ini, shot sekarang, shot sini. Yuk diulang, nyanyi lagi lagu yang sama, nyanyi lagi lagu yang sama, ulang lagi, ulang lagi," pungkas Dipa Andika.

Meski menghadapi sejumlah tantangan saat syuting di studio, tapi hasil yang disuguhkan kepada penonton patut menuai pujian. Apalagi adegan yang diambil di Pestapora 2025 hingga studio menampilkan visual dan suasana sama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article