3 Film Indonesia tentang Pencopet, Terbaru Operasi Pesta Copet

- Naga Bonar (1987) mengisahkan mantan pencopet dari Sumatra Utara yang bergabung melawan Belanda setelah kemerdekaan, lalu menjadi pemimpin pasukan gerilya.
- Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010) mengikuti Muluk, pengangguran yang mengelola uang kelompok pencopet remaja sebelum berupaya mengubah kehidupan mereka.
- Operasi Pesta Copet (2026) menampilkan empat sahabat yang merencanakan pencopetan massal di Pestapora akibat tekanan ekonomi dan keluarga, tetapi aksi itu menguji persahabatan mereka.
Operasi Pesta Copet (2026) menjadi salah satu film yang penayangannya dinantikan. Menghadirkan formula cerita perampokan lokal yang segar dan dekat dengan realitas penonton Indonesia di tengah keramaian festival musik, film ini mengeksplorasi sudut pandang jalanan yang jarang diangkat ke layar lebar.
Sejauh ini, film-film yang mengambil sudut pandang seorang pencopet memang terbilang masih jarang dan hanya ada beberapa. Terbaru ada Operasi Pesta Copet, berikut ini tiga film Indonesia yang mengangkat kisah pencopet dari berbagai sudut pandang.
1. Naga Bonar (1987)

Naga Bonar (dok. Flik TV/Naga Bonar) Naga Bonar menceritakan kisah Naga Bonar (Deddy Mizwar), seorang pemuda asal Sumatra Utara yang bekerja sebagai pencopet dan sering keluar-masuk penjara pada masa pendudukan Jepang. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, Naga Bonar bergabung dalam perjuangan melawan Belanda yang kembali datang ke Indonesia untuk merebut kembali kekuasaan. Ia kemudian menjadi tentara garis depan dan terlibat dalam berbagai perlawanan.
Bersama sahabat setianya, Bujang (Afrizal Anoda), Naga Bonar ikut bergabung dalam tentara di garis depan. Dengan gayanya yang urakan, polos, dan apa adanya, mantan pencopet tersebut menobatkan dirinya sendiri sebagai komandan atau jenderal pasukan gerilya. Di sisi lain, Naga Bonar juga terlibat cinta dengan Kirana (Nurul Arifin), seorang anak dokter yang berpihak kepada Belanda.
2. Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)

Alangkah Lucunya Negeri Ini (dok. Citra Sinema/Alangkah Lucunya Negeri Ini) Alangkah Lucunya (Negeri Ini) mengikuti kisah Muluk (Reza Rahadian), putra Pak Makbul (Deddy Mizwar) yang sudah hampir 2 tahun lulus dari S1, tetapi belum juga mendapatkan pekerjaan. Meskipun selalu gagal setiap kali melamar pekerjaan, Muluk tidak pernah berputus asa. Pertemuan dengan pencopet bernama Komet (Angga Putra) tak disangka membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Dari Komet, Muluk bertemu dengan sekelompok anak remaja yang sehari-hari berprofesi sebagai pencopet.
Muluk lalu menawarkan diri untuk mengelola keuangan mereka. Jarot (Tio Pakusadewo), selaku bos para pencopet, menerima lamaran Muluk. Layaknya akuntan di perusahaan, Muluk juga mendapat imbalan yang diambil dari hasil mencopet.
Kerja sama Muluk dan anggota pencopet berjalan lancar. Lama-kelamaan Muluk merasa bertanggung jawab untuk mengubah nasib Komet dan teman-temannya. Ia pun mencoba mengubah Komet dan teman-temannya agar bisa lebih baik dalam bersikap dan tak lagi menjadi pencopet.
3. Operasi Pesta Copet (2026)

Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet) Operasi Pesta Copet mengikuti kisah Ijal (Iqbaal Ramadhan), bersama sahabatnya, Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba), yang harus menghadapi tekanan ekonomi dan persoalan keluarga yang membuat hidup mereka semakin sulit. Kondisi tersebut mendorong keempatnya menyusun rencana nekat. Mereka berencana melakukan operasi pencopetan massal di tengah keramaian Pestapora yang dipenuhi puluhan ribu pengunjung.
Memanfaatkan situasi konser yang padat, bising, serta minim kewaspadaan, komplotan ini mulai menyusun rencana pencopetan yang lebih terorganisir. Namun, aksi mereka tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Di tengah kekacauan yang terjadi, persahabatan mereka juga diuji sekaligus dihadapkan pada risiko besar yang dapat mengubah hidup mereka.
Film-film di atas tentu tidak bertujuan untuk mengglorifikasi tindakan kriminal. Sebaliknya, film-film tersebut lebih menyoroti realitas sulit yang dihadapi anak muda perkotaan dan pilihan-pilihan ekstrem yang muncul akibat tekanan hidup. Apakah kamu sudah menonton salah satu film di atas?












![[QUIZ] Kalau Skripsian Bareng Member JKT48, Siapa yang Satu Bimbingan Denganmu?](https://image.idntimes.com/post/20260827/foto-cover_f3f0d70d-f9bb-4d3e-9091-f499ab5521b6.jpg)








