Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

9 Fakta Blumhouse Productions, Rumah Produksi Film-film Horor

10 min read
9 Fakta Blumhouse Productions, Rumah Produksi Film-film Horor
Jason Blum di Wondercon 2015, untuk promosi The Gallows, di Anaheim Convention Center di Anaheim, California. (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Blumhouse Productions didirikan Jason Blum pada 2000 dengan model anggaran rendah dan kebebasan kreatif bagi sineas, yang membantu studio tetap menekan risiko produksi.
  • Kesuksesan Paranormal Activity mengangkat nama Blumhouse, lalu melahirkan franchise horor populer seperti Insidious, The Purge, M3GAN, serta kelanjutan Halloween.
  • Blumhouse juga memperluas reputasinya lewat film berprestise seperti Get Out, Whiplash, dan BlacKkKlansman, sambil berkolaborasi dengan sutradara ternama seperti Jordan Peele, James Wan, dan M. Night Shyamalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Blumhouse Productions menjadi salah satu nama rumah produksi terbesar di Hollywood berkat berbagai genre film, terutama horor. Gagasan dari produser Jason Blum, rumah produksi film ini berhasil membuat gebrakan selama beberapa dekade terakhir. Yap, dengan meluncurkan beberapa franchise baru terpopuler dan merangkul talenta serius, baik di depan maupun di belakang layar.

Sejak didirikan, Blumhouse telah memproduksi banyak film mulai dari film indie hingga serial televisi, baik yang berskrip maupun gak, semuanya di bawah rumah produksi yang sama. Blumhouse bahkan merambah dunia game dengan memproduksi berbagai video game dengan nama Blumhouse Games. Nah, berikut ini kita akan membahas fakta menarik tentang Blumhouse Productions. Bagi kamu pecinta horor, yuk merapat!

  1. 1. Blumhouse didirikan pada tahun 2000 oleh Jason Blum

    Jason Blum (CEO & Pendiri, Blumhouse dan Dewan Pengawas Sundance Institute) pada konferensi pers Festival Film Sundance ke-40 di Park City, Utah, pada 18 Januari 2024.
    Jason Blum (CEO & Pendiri, Blumhouse dan Dewan Pengawas Sundance Institute) pada konferensi pers Festival Film Sundance ke-40 di Park City, Utah, pada 18 Januari 2024. (commons.wikimedia.org/Frank Schulenburg)

    Apa kamu tahu kalau Blumhouse didirikan dan dinamai berdasarkan nama seorang laki-laki bernama Jason Blum? Yap, betul. Jason Blum adalah produser film dan televisi yang punya pengalaman lebih dari 30 tahun di industri hiburan. Setelah lulus dari Vassar College pada tahun 1991, ia berkarier di bidang produksi film dengan bekerja untuk Miramax dan Paramount Pictures selama tahun-tahun awal kariernya.

    Setelah memproduksi film Kicking and Screaming (1995) bersama mantan teman sekamar dan sahabatnya, Noah Baumbach, Jason Blum menghabiskan lima tahun berikutnya membangun jaringan di Hollywood yang ngasih pengaruh untuk memulai bisnisnya sendiri. Ia mendirikan Blumhouse Productions pada tahun 2000 dengan filosofi pembuatan film yang unik dan berfokus pada kebebasan kreatif para pembuat film dengan biaya serendah mungkin. Saat ini, Blumhouse bertransformasi menjadi salah satu studio produksi terkemuka di industri Hollywood, karena kesuksesannya dalam membuat film.

  2. 2. Blumhouse mengutamakan kebebesan bagi para sineas dengan anggaran seminim mungkin

    Jason Blum di Wondercon 2015, untuk promosi The Gallows, di Anaheim Convention Center di Anaheim, California.
    Jason Blum di Wondercon 2015, untuk promosi The Gallows, di Anaheim Convention Center di Anaheim, California. (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

    Blumhouse Productions secara konsisten membuat film berkualitas tinggi dengan anggaran rendah. Rumah produksi ini juga ngasih kebebasan kepada para pembuat film. Hal ini jarang banget terjadi di Hollywood ketika produser gak terlalu ikut campur dalam film yang mereka danai, dan menyerahkan semuanya pada tim kreatif (sineas).

    Pilihan ini terbukti sangat sukses bagi Jason Blum dan perusahaannya, karena film-film beranggaran rendah ini justru sukses di kalangan penonton. Dikutip Deadline, Jason Blum menjelaskan, "Angka tiga hingga lima juta dolar bukanlah angka yang kita pilih. Jumlah itu kira-kira adalah jumlah yang bisa kami peroleh kembali dari film-film tersebut jika tidak dirilis secara luas. Dalam skenario terburuk, kami impas dan mungkin sedikit rugi, tetapi tidak banyak, dan semua orang dibayar sesuai kebijakan. Anggaran itu dirancang dengan pemikiran bahwa jika film tersebut tidak dirilis secara luas, setidaknya kami mendapatkan kembali uang kami dan dapat tetap membuka usaha kami." Pernyataan Blum memang realitis banget dan penuh perhitungan. Yap, pemikiran seperti inilah yang memungkinkan Blumhouse Productions menjadi raja film horor independen.

  3. 3. Blumhouse meraih kesuksesan besar berkat film Paranormal Activity pertama

    Paranormal Activity
    Paranormal Activity (dok. Paranormal Activity/Blumhouse Productions)

    Paranormal Activity adalah film yang mengubah Blumhouse dari sekadar konsep menjadi raksasa perfilman. Film horor berformat found-footage tahun 2007 ini disutradarai oleh Oren Peli dan mengisahkan tentang pasangan yang tinggal di rumah berhantu. Penonton diajak menyaksikan rekaman CCTV rumah yang menangkap penampakan hantu.

    Paranormal Activity pun menjadi salah satu film paling menguntungkan yang pernah dibuat. Yap, dengan menghasilkan hampir 200 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,6 triliun di box office di seluruh dunia. Nah, karena kesuksesan yang gak tertandingi dengan anggaran yang sangat rendah ini, film horor ini pun melambungkan Blumhouse menjadi nama yang dikenal luas.

    Menurut wawancara dengan Jason Blum di NPR, anggaran Paranormal Activity bisa dibilang sangat murah. Yap, anggarannya cuma 15.000 dolar AS (setara Rp271 juta). Blum bilang, "Kalian tidak punya kru, jadi kalian hanya punya satu orang dan satu orang itu melakukan semuanya. Oren, dalam kasusnya, dia punya pacar dan temannya Amir. Ada tiga orang, tapi itulah seluruh kru. Tidak ada penata suara. Tidak ada penata rias. Tidak ada penata kostum." Berkat kru produksi yang sangat minim ini, Blumhouse mampu mengubah film mereka yang berbiaya 15.000 dolar AS menjadi sukses besar dengan pendapatan jutaan dolar.

  4. 4. Blumhouse melahirkan franchise horor baru seperti Insidious dan The Purge

    Insidious
    Insidious (dok. Blumhouse Productions/Insidious)

    Meskipun Paranormal Activity menjadi kesuksesan besar pertama bagi Blumhouse dan akhirnya berkembang menjadi waralaba yang lebih besar dengan enam film lagi selama dekade berikutnya, tapi Paranormal Activity bukanlah satu-satunya seri hit yang dibuat rumah produksi ini. Dua contoh kesuksesan lain selain Paranormal Activity adalah Insidious dan The Purge.

    Insidious (2010) yang disutradarai oleh James Wan, mengikuti kisah sebuah keluarga yang dilanda malapetaka ketika putra mereka dirasuki oleh iblis dari dunia lain. Setelah menjadi film blockbuster dengan penjualan 100 juta dolar AS (setara Rp1,8 triliun) di box office, Insidious berubah menjadi franchise yang cukup besar dengan empat film lain yang dirilis termasuk Insidious: Fear the Dark (2023).

    Franchise lain yang gak kalah populer dari Blumhouse adalah The Purge (2013). Film ini mengeksplorasi tentang melegalkan kejahatan pada satu malam di setiap tahunnya di Amerika Serikat. Film sukses ini menghasilkan hampir 90 juta dolar (setara Rp1,6 triliun) di box office dan melahirkan empat sekuel, satu prekuel, dan serial televisi.

  5. 5. Blumhouse semakin sukses setelah film Get Out karya Jordan Peele memecahkan rekor

    Get Out
    Get Out (dok. Blumhouse Productions/Get Out)

    Blumhouse berkali-kali meraih kesuksesan menakjubkan di awal tahun 2000-an hingga 2010-an, tetapi kesuksesan finansial gak sejalan dengan pujian dari kritikus maupun penonton. Film Paranormal Activity, Insidious, dan The Purge memang disukai dan menghasilkan keuntungan, tapi film-film tersebut gak mendapat pujian kritis seperti film horor arus utama dari studio seperti A24. Namun, semua itu berubah ketika mereka bekerja sama dengan komedian yang beralih menjadi sutradara, yaitu Jordan Peele, untuk debut pembuatan filmnya yang sukses.

    Get Out (2017) adalah gagasan Jordan Peele, yang dikenal karena karya komedinya di serial sketsa Comedy Central Key & Peele. Kisah ini mengikuti seorang laki-laki kulit hitam (diperankan Daniel Kaluuya) yang mengungkap konspirasi mengerikan dari keluarga pacarnya yang berkulit putih saat menginap di sana selama akhir pekan. Meskipun Peele punya pengaruh di industri perfilman, tetap saja menjadi pertaruhan bagi para produser untuk menggaet seorang seniman komedi dan berinvestasi dalam debut pembuatan film mereka di genre horor yang jelas sangat berbeda.

    Dilansir Vulture, Jason Blum langsung menerima kesempatan itu saat mendengar tentang proyek tersebut. Ia bilang, "Dia berbicara dengan sangat persuasif tentang film itu dan bagaimana dia akan menyutradarainya. Dia sangat jelas, dan dia menginspirasi. Kami tidak pernah menyesalinya."

    Ini terbukti menjadi kerja sama yang sempurna karena Get Out meraih kesuksesan luar biasa, baik secara kritis maupun komersial saat pertama kali diirilis. Get Out menjadi salah satu film pertama yang diproduksi oleh Blumhouse karena menerima nominasi Academy Award untuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Aktor Terbaik. Penghargaan ini pun ngasih Blumhouse pengakuan kritis arus utama yang sebelumnya gak pernah didapat.

  6. 6. Blumhouse memproduksi film-film yang lebih bergengsi seperti Whiplash dan BlacKkKlansman

    Whiplash
    Whiplash (dok. Blumhouse Productions/Whiplash)

    Get Out adalah salah satu film Blumhouse tersukses yang mendapat pujian, tetapi bukan satu-satunya. Ada film-film lain yang didukung oleh Blumhouse dan juga menerima momentum serius sebagai karya sinema yang bermutu. Meskipun gak bisa disangkal kalau Blumhouse sering membuat film horor murahan beranggaran rendah, Blumhouse sesekali mencoba genre lain yang jauh lebih serius.

    Salah satu contoh pertamanya adalah produksi Blumhouse untuk film Damien Chazelle berjudul Whiplash (2014). Drama psikologis ini menceritakan kisah seorang mahasiswa musik jazz yang dibimbing oleh seorang guru perfeksionis. Blumhouse terlibat sejak awal bersama Right of Way Films dengan mendanai proyek Chazelle untuk mengubah naskah aslinya yang terdiri dari 15 halaman menjadi film pendek yang sangat disukai. Film ini pun diputar di berbagai festival pada tahun 2013.

    Dari situ, film fitur yang kita kenal dan disukai ini diproduksi dengan bantuan perusahaan lain seperti Bold Films dan Sony Pictures Classics. Whiplash kemudian memenangkan penghargaan Aktor Pendukung Terbaik untuk J.K. Simmons, Penyuntingan Film Terbaik, dan Tata Suara Terbaik di Academy Awards ke-87. Gak hanya itu, Blumhouse juga terjun ke ajang bergengsi dengan memproduksi film komedi kriminal yang digarap Spike Lee berjudul BlacKkKlansman (2018) tentang seorang detektif Afrika-Amerika yang menyusup ke kelompok Ku Klux Klan. BlacKkKlansman juga dinominasikan untuk beberapa Oscar, dan memenangkan satu penghargaan untuk Skenario Adaptasi Terbaik.

  7. 7. Blumhouse berkolaborasi dengan banyak sutradara ternama

    Mike Flanagan di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) 2024 untuk film The Life of Chuck.
    Mike Flanagan di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) 2024 untuk film The Life of Chuck. (commons.wikimedia.org/Kevin Payravi)

    Sejak awal berdirinya, Blumhouse sudah menarik berbagai talenta luar biasa berkat komitmennya untuk memberikan kebebasan bagi para penulis dan sutradara. Jelas, Damien Chazelle, Spike Lee, dan Jordan Peele adalah beberapa nama besar yang pernah bekerja sama dengan Blumhouse. Nah, sebenarnya masih banyak lagi yang mungkin gak kamu sadari yang pernah bekerja dengan perusahaan Blum ini.

    Salah satu seniman paling awal dan paling berpengaruh yang bekerja dengan Blumhouse adalah James Wan, seorang sutradara Hollywood dan pembuat film-film yang sangat menghibur dan disukai banyak orang. Wan memulai kariernya dengan menciptakan franchise legendaris berjudul Saw, film horor berdarah yang berfokus pada penyiksaan sadis dan dilakukan oleh seorang pembunuh berantai dengan cara gak lazim. Namun, kolaborasinya dengan Blumhouse dimulai saat ia mengembangkan Paranormal Activity, dan berlanjut ke proyek-proyek lain seperti Insidious dan M3GAN.

    Nama besar lain yang sering bekerja sama dengan Blumhouse adalah Mike Flanagan, yang dikenal karena film Doctor Sleep (2019), The Haunting of Hill House (2018) dan serial TV Midnight Mass (2021). Banyak film diawal kariernya— seperti Oculus (2013), Hush (2016), dan Oujia (2014)— dibuat bersama Blumhouse. Film terbaru Flanagan bersama Blumhouse adalah The Exorcist: Martyrs yang akan dirilis pada Maret 2027. Selain itu, bahkan pembuat film legendaris seperti M. Night Shyamalan pun pernah menghubungi Blumhouse untuk pembuatan film-film terbarunya seperti The Visit (2015), Split (2016), dan Glass (2019).

  8. 8. Blumhouse kembali membuat gebrakan dengan film M3GAN

    M3GAN
    M3GAN (dok. Blumhouse Productions/M3GAN)

    Entah kenapa, film horor yang dibuat Blumhouse pasti selalu sukses dan punya fansnya sendiri. Yap, saatnya kita membahas M3GAN (2023). Robot pembunuh ini viral berkat pemasarannya yang sukses dan perpaduan sempurna antara horor dan komedi yang jenaka. Di sisi lain, ide film ini terbilang sangat segar dan gak kepikiran banyak orang.

    M3GAN adalah gagasan Akela Cooper yang menulis skenario berdasarkan cerita karya dirinya dan James Wan tentang mainan android buatan yang dirancang sebagai teman anak-anak. Namun, mainan itu punya niat untuk membunuh. Film ini akhirnya sukses besar baik secara kritis maupun komersial dengan meraih rating 93 persen di Rotten Tomatoes dan menghasilkan lebih dari 180 juta dolar AS (setara dengan Rp3,2 triliun) di box office.

    Apalagi, penonton sepertinya gak pernah bosan dengan M3GAN. Sebab, robot pembunuh yang sarkastik ini menjadi meme di sosial media karena para fansnya terpikat dengan tarian unik dan leluconnya yang menggelitik perut. Bahkan Jason Blum sendiri gak kuasa menahan demam M3GAN dan ia berdandan seperti karakter tersebut saat pemutaran perdana film itu pada Januari 2023.

  9. 9. Blumhouse menghidupkan kembali franchise besar dari masa lalu

    Halloween 2018
    Halloween (dok. Blumhouse Productions/Halloween)

    Sebagian besar, Blumhouse meraih kesuksesannya dengan mengembangkan film-film orisinal dengan anggaran rendah yang berkembang menjadi franchise baru. Jadi, itulah kenapa Blumhouse mulai menghidupkan kembali franchise lama dengan reboot dan sekuel baru.

    Nah, yang pertama dan terpenting dari franchise lama yang mendapat sentuhan Blumhouse adalah Halloween, yang bermula sebagai film horor klasik karya John Carpenter tahun 1978. Halloween mengisahkan tentang Laurie Strode (diperankan Jamie Lee Curtis) yang dikejar oleh pembunuh kejam bernama Michael Myers. Blumhouse pun memproduksi sekuelnya pada tahun 2018 berjudul Halloween, yang disutradarai oleh David Gordon Green dan ditulis bersama oleh Danny McBride sebagai kelanjutan dari film pertama yang berlatar 40 tahun kemudian. Halloween pun sukses di box office dan menghasilkan dua sekuel lagi berjudul Halloween Kills (2021) dan Halloween Ends (2022).

    Contoh lain dari hal ini adalah kelanjutan dari Unbreakable (2000) karya M. Night Shyamalan dengan terciptanya Split (2016) dan Glass (2019). Nah, Glass menghadirkan kembali Samuel L. Jackson sebagai Mr. Glass dan Bruce Willis sebagai David Dunn.

    Kamu pasti mengenal Blumhouse berkat film-film horornya yang viral. Gak cuma yang sudah kita bahas di atas, ternyata Blumhouse juga memproduksi film viral seperti Speak No Evil (2024), Obsession (2025), Lee Cronin's The Mummy (2026), hingga yang terbaru adalah Other Mommy (2026), yang hits saat Halloween pada Oktober 2026 lalu. Nah, mana nih, film favorit kamu dari Blumhouse?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More