Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Film Abad ke-21 Paling Underrated versi Letterboxd, Bagus!
Anchor and Hope (dok. Vennerfilm/Anchor and Hope)
  • Letterboxd merilis daftar film abad ke-21 paling underrated, menampilkan berbagai genre dari dokumenter, drama, hingga horor yang jarang ditonton namun mendapat rating tinggi.
  • Beberapa judul unggulan termasuk “How to Build a Time Machine”, “Merata: How Mum Decolonised the Screen”, dan “Wajib” yang menonjol lewat cerita autentik serta visual sinematik.
  • Film-film ini disebut sebagai hidden gems karena kualitasnya diakui lewat skor tinggi di Letterboxd, IMDb, dan Rotten Tomatoes meski belum populer di kalangan penonton umum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Letterboxd kembali merilis film terbaik abad ke-21. Namun uniknya, film terbaik abad ke-21 versi Letterboxd ini adalah film-film yang jarang ditonton. Pilihannya ada film horor, animasi, hingga komedi.

Jika kamu mencari film hidden gems, tontonlah film terbaik abad ke-21 di bawah ini. Semuanya menawarkan cerita autentik, visual sinematik, dan rating tinggi di Letterboxd. Apa saja rekomendasinya?

1. How to Build a Time Machine (2016)

How to Build a Time Machine (dok. Primitive Entertainment/How to Build a Time Machine)

How to Build a Time Machine mengisahkan tentang dua pria yang mengejar mimpi lewat mesin waktu. Mereka adalah Rob Niosi, seorang animator, dan Ron Mallett, seorang fisikawan.

Rob Niosi menciptakan kembali properti dari film tahun 1960 untuk menghormati kenangan bersama ayahnya. Di sisi lain, Ron Mallett mengembangkan teknologi perjalanan waktu nyata dengan harapan dapat menyelamatkan mendiang ayahnya.

How to Build a Time Machine meraih rating 3,7/5 versi Letterboxd. Selain itu, film dokumenter ini juga meraih rating 7,8/10 di IMDb.

2. The Gaze (2021)

The Gaze (dok. Freida Films/The Gaze)

The Gaze adalah film drama karya sutradara kawakan Hollywood, Barry Jenkins. Film non-naratif ini terinspirasi oleh lukisan-lukisan Kerry James Marshall.

Film The Gaze mengeksplorasi bagaimana perspektif pers lebih sering menanyakan pandangan orang kulit putih ketimbang kulit hitam. Film ini menawarkan jawaban untuk pertanyaan yang jarang diajukan kepada orang kulit hitam.

The Gaze meraih rating 3,6/5 versi Letterboxd. Sementara di IMDb, rating film berdurasi 52 menit ini mencapai 7,4/10.

3. Merata: How Mum Decolonised the Screen (2024)

Merata: How Mum Decolonised the Screen (dok. New Zealand Film Commission/Merata: How Mum Decolonised the Screen)

Merata: How Mum Decolonised the Screen merupakan film karya sutradara Hepi Mita. Film dokumenter ini merupakan hasil potret intim dari pembuat film perintis Merata Mita yang diceritakan melalui mata anak-anaknya.

Film ini mengandalkan rekaman arsip selama berjam-jam, beberapa di antaranya belum pernah dilihat sebelumnya. Dari sinilah, anak bungsu sekaligus sutradara Hepi Mita, menemukan sosok pembuat film yang tidak pernah ia kenal dan berbagi sosok ibu yang telah hilang darinya dengan dunia.

Merata: How Mum Decolonised the Screen meraih rating 3,8/5 versi Letterboxd. Sementara itu, ratingnya di Rotten Tomatoes mencapai 92 persen, sedangkan di IMDb adalah 7,6/10.

4. Doggiewoggiez! Poochiewoochiez! (2012)

Doggiewoggiez! Poochiewoochiez! (dok. Everything Is Terrible!/Doggiewoggiez! Poochiewoochiez!)

Dengan judul unik, Doggiewoggiez! Poochiewoochiez! adalah film komedi surealis bergenre found footage yang menjadi kultus, karya kolektif video Everything Is Terrible!. Film ini merupakan kolase eksperimental psikedelik yang dibangun dari ribuan klip anjing dari berbagai media.

Keunikan film Doggiewoggiez! Poochiewoochiez! dirancang sebagai remake surealis yang aneh dari film The Holy Mountain karya Alejandro Jodorowsky. Buat kamu sinefil sejati, film ini bisa menjadi tambahan ilmu buat kamu.

Doggiewoggiez! Poochiewoochiez! meraih rating 3,6/5 versi Letterboxd. Sementara itu, ratingnya di IMDb adalah 6,7/10.

5. Anchor and Hope (2017)

Anchor and Hope (dok. Vennerfilm/Anchor and Hope)

Anchor and Hope adalah film drama komedi yang mengangkat isu LGBTQ+. Disutradarai Carlos Marques-Marcet, film bagus ini ternyata cukup jarang ditonton oleh sinefil. Tak heran Anchor and Hope masuk dalam kategori hidden gems.

Sinopsisnya mengikuti Eva (Oona Chaplin) dan Kat (Natalia Tena), pasangan lesbian yang berniat meminta sahabat mereka, Roger (David Verdaguer), menjadi donor sperma mereka. Tak disangka, permintaan ini memunculkan pertanyaan mungkinkah mereka menjalani cinta, keluarga, dan kehidupan dengan cara berbeda tetapi tetap bersatu?

Anchor and Hope meraih rating 3,4/5 di Letterboxd. Film ini juga meraih rating 79 persen versi Rotten Tomatoes dan 6,3/10 versi IMDb.

6. Diggers (2006)

Diggers (dok. Magnolia Pictures/Diggers)

Diggers adalah film drama yang disutradarai oleh Katherine Dieckmann. Kisahnya tentang persahabatan empat pria dari kelas pekerja yang tumbuh besar di The Hamptons, Pantai Selatan Long Island, New York. Mereka bekerja sebagai penggali kerang pada tahun 1976.

Ayah mereka juga berprofesi sebagai penggali kerang, begitu pula kakek-kakek mereka sebelumnya. Mereka harus beradaptasi dan belajar menghadapi perubahan zaman, baik dalam kehidupan pribadi maupun lingkungan tempat tinggal mereka.

Diggers meraih rating 3,1/5 versi Letterboxd. Sementara ratingnya di Rotten Tomatoes sebesar 69 persen. Dan rating versi IMDb sebesar 6,3/10.

7. Never Die Alone (2004)

Never Die Alone (dok. Searchlight Pictures/Never Die Alone)

Never Die Alone merupakan film action dan crime thriller. Disutradarai oleh Ernest R. Dickerson, film ini masuk hidden gems terbaik versi Letterboxd.

Sinopsisnya mengeksplorasi kisah kebangkitan dan kejatuhan tragis seorang gembong narkoba. Proses ini disaksikan secara tidak langsung oleh seorang reporter yang menggunakan buku harian sang kriminal sebagai dasar buku barunya.

Never Die Alone meraih rating 2,9/5 versi Letterboxd. Film ini juga meraih rating 5,6/10 di IMDb, dan 26 persen versi Rotten Tomatoes.

8. Ghost Tropic (2019)

Ghost Tropic (dok. Quetzalcoatl/Ghost Tropic)

Ghost Tropic adalah film Belgia karya sutradara Bas Devos. Film drama ini memiliki kisah sederhana, namun sangat menyayat hati. Kisahnya mengikuti Khadija (Saadia Bentaïeb), perempuan 58 tahun yang ketiduran di kereta bawah tanah terakhir setelah seharian bekerja.

Saat bangun, ia mendapati sudah berada di ujung jalur. Khadija tidak punya pilihan lain selain berjalan kaki pulang. Dalam perjalanannya, ia merasa terdorong untuk meminta sekaligus memberikan bantuan kepada penghuni malam lainnya.

Film Ghost Tropic meraih rating 3,6/5 versi Letterboxd. Film ini juga mendapatkan rating sempurna 100 persen di Rotten Tomatoes. Sementara di IMDb, ratingnya 6,4/10.

9. Maléfique (2002)

Maléfique (dok. Bee Movies/Maléfique)

Maléfique merupakan film bergenre horror fantasy. Ini menjadi satu-satunya film horor dalam rekomendasi ini. Film Prancis ini adalah karya sutradara Eric Valette.

Sinopsisnya mengikuti empat narapidana yang menemukan sebuah buku sihir hitam di sel mereka. Buku sihir hitam itu berisi tulisan tangan. Mereka kemudian memutuskan untuk memakai buku tersebut untuk melarikan diri dari penjara. Berhasil kah?

Maléfique meraih rating 3,1/5 versi Letterboxd. Sementara di Rotten Tomatoes, ratingnya 66 persen. Terakhir, ratingnya versi IMDb adalah 6,2/10.

10. Wajib (2017)

Wajib (dok. Klinkerfilm/Wajib)

Wajib merupakan drama komedi karya sutradara Annemarie Jacir. Buat kamu yang mencari film Palestina, maka film Wajib harus kamu saksikan.

Sinopsisnya mengikuti seorang ayah, Abu-Shadi (Mohammad Bakri), dan putranya, Shadi (Saleh Bakri), yang sudah lama tidak berhubungan. Suatu ketika, mereka harus bersatu untuk mengantarkan undangan pernikahan putrinya kepada setiap tamu sesuai dengan adat setempat di Palestina.

Film Wajib meraih rating sangat tinggi di Letterboxd, mencapai 3,9/5. Sementara di Rotten Tomatoes, ratingnya sempurna mencapai 100 persen. Sedangkan versi IMDb adalah 7,3/10.

Dari rekomendasi di atas, apa film terbaik abad ke-21 paling hidden gem yang sudah kamu tonton? Jika belum, kamu bisa memulai menonton dari film peraih rating Letterboxd tertinggi di atas. Selamat menonton!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team