- Genre: komedi, satire
- Pemain: Colin Burgess, Rajat Suresh
- Sutradara: Ryan Martin Brown
5 Film tentang Aktivisme Performatif, Sejengkel Ini Nontonnya

Artikel menyoroti aktivisme performatif sebagai tindakan yang lebih mengejar citra, kepentingan pribadi, atau muncul dari kesadaran yang belum utuh.
Free Time, Forbidden Fruits, dan The Edukators menyajikan satire tentang antikapitalisme, feminisme, serta aksi melawan orang kaya yang dibayangi kepentingan dan perilaku toksik.
Bob Roberts dan Recipes For Disaster menggambarkan pencitraan politik populis serta upaya hidup tanpa energi fosil yang berbenturan dengan kenyamanan kelas menengah.
Aktivisme memang diperlukan dan pantas diapresiasi. Lewat para pelaksananya, kamu bisa menikmati berbagai privilese yang mungkin dulu belum ada seperti hak cuti, kesetaraan gaji tanpa pandang gender, perlindungan privasi, dan lain sebagainya. Namun, ada juga aktivisme yang ternyata hanya bersifat performatif, yakni hanya dilakukan untuk kepentingan pembentukan reputasi atau citra belaka. Namun, performative activism bisa juga terjadi karena ketidaktahuan dan kesadaran yang belum utuh.
Pelakunya sering disebut dengan istilah hipokrit alias munafik. Masih sulit membayangkannya? Langsung tonton contoh konkretnya dalam 5 film tentang performative activism berikut. Langsung jelas, deh.
1. Free Time (2024)

Free Time (dok. 5th Floor Pictures/Free Time) Free Time adalah kisah pegawai kantoran bernama Drew yang secara impulsif mengundurkan diri setelah bertikai dengan atasannya. Drew kemudian mencoba untuk fokus pada hobi dan keinginannya yang selama ini ia abaikan karena sibuk bekerja. Namun, lama kelamaan ia mulai bosan dan kehabisan uang untuk bertahan hidup di kota semahal New York. Ia sempat terpikir untuk kembali ke kantor lamanya, tetapi justru tak sengaja menemukan sebuah komunitas antikapitalis yang membuat dirinya dielu-elukan banyak pemuda sepemikiran.
2. Forbidden Fruits (2026)

Forbidden Fruits (dok. MXN Entertainment/Forbidden Fruits) Pumpkin adalah pegawai baru di sebuah toko bernama Free Eden yang berlokasi di sebuah pusat perbelanjaan besar. Free Eden sendiri adalah toko yang target pasarnya perempuan dan pegawainya pun semua perempuan. Menggunakan jargon-jargon feminis, Free Eden sebenarnya memakai trik-trik toksik untuk meningkatkan angka penjualan. Ketiga pegawainya selain Pumpkin juga ternyata tak sebaik dan sesuportif yang Pumpkin kira.
- Genre: satire, horor, dark-comedy
- Pemain: Meredith Alloway
- Sutradara: Lili Reinhart, Victoria Pedretti
3. The Edukators (2007)

The Edukators (dok. European Film Awards/The Edukators) The Edukators adalah film yang mengisahkan dua pemuda bernama Jan dan Peter yang antikapitalis. Tiap beberapa malam melakukan apa yang mereka sebut sebagai “aktivisme”. Kegiatan ini lebih tepatnya adalah meneror orang-orang kaya dengan cara tak biasa. Satu hari, Jan membocorkan misi rahasia itu kepada pacar Peter ketika temannya itu sedang pergi. Pacar Peter yang bernama Jule itu kemudian mendapat ide untuk meneror seorang perempuan kaya yang menurutnya bikin hidupnya tak tenang. Di sinilah, kepelikan demi kepelikan muncul.
- Genre: satire, komedi
- Pemain: Daniel Brühl, Stipe Erceg
- Sutradara: Hans Weingartner
4. Bob Roberts (1992)

Bob Roberts (dok. Miramax/Bob Roberts) Bob Roberts mungkin akan mengingatkanmu pada fenomena yang berkembang di negeri sendiri. Judulnya diambil dari nama seorang pebisnis sekaligus musisi folk yang lewat popularitas dan karismanya, ditarik parpol sayap kanan di Amerika Serikat untuk jadi senator. Ia punya modal yang dibutuhkan termasuk dana untuk kampanye. Parpol pendukungnya pun sibuk menata citra yang hendak ditampilkan ke publik. Sementara, Roberts rajin berkeliling dan mempromosikan kebijakan-kebijakan populis yang meski manis didengar, sebenarnya sedang memecah belah rakyat.
- Genre: mockumentary, komedi
- Pemain: Tim Robbins, Alan Rickman
- Sutradara: Tim Robbins
5. Recipes For Disaster (2008)

Recipes for Disaster (dok. DA Films/Recipes for Disaster) John Webster membuat film ini dengan mendokumentasikan pengalaman pribadinya sendiri. Pada satu poin dalam hidupnya, John mengajak istri dan dua anaknya untuk tidak lagi bergantung pada energi fosil, terutama minyak bumi. Masalahnya, program dietnya itu tak dibarengi dengan komitmen untuk keluar dari kenyamanan kelas menengah yang selama ini ia nikmati. Berhasilkah John dan keluarganya?
- Genre: dokumenter, komedi
- Pemain: John Webster, Anu Webster
- Sutradara: John Webster
Kritis terhadap sistem memang perlu, tetapi pada akhirnya aktivisme yang dilakukan segelintir orang kerap jadi sia-sia ketika struktur yang sudah berjalan tak diubah. Beberapa bahkan menggunakan idealisme-idealisme tertentu untuk kepentingan pribadi belaka. Itu beberapa pesan yang bisa kita dapat dari kelima film tentang aktivisme performatif di atas. Punya rekomendasi film serupa? Bagikan, yuk!


















