Jual Jiwa demi Harta, Film "Aku Harus Mati" Siap Menghantui Bioskop 2 April 2026!

- Film horor 'Aku Harus Mati' produksi Rollink Action akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 2 April 2026, disutradarai oleh Hestu Saputra dan diproduseri Irsan serta Nadya Yapto.
- Cerita berfokus pada Mala, yatim piatu yang terjebak gaya hidup hedonistik hingga terlilit pinjol dan paylater, lalu menghadapi rahasia kelam keluarganya setelah kembali ke panti asuhan.
- Film ini mengangkat fenomena sosial 'jual jiwa demi harta', menggambarkan bagaimana manusia modern rela kehilangan kendali demi validasi sosial dan kemewahan semu.
Rumah produksi Rollink Action secara resmi mengumumkan penayangan film horor terbaru mereka yang paling dinantikan tahun ini, "Aku Harus Mati".
Mengangkat isu sosial yang sangat dekat dengan realita masyarakat urban saat ini, film tersebut dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026.
Siapa nih yang udah gak sabar buat nonton filmnya? Sebelum ke bioskop, cek dulu tiga alasan kenapa kamu harus nonton "Aku Harus Mati." Check it out!
1. Tawarkan teror kasat mata dan ambisi manusia demi validasi sosial
Diproduseri oleh Eksekutif Produser Irsan Yapto dan Nadya Yapto, serta diarahkan oleh sutradara bertangan dingin Hestu Saputra, "Aku Harus Mati" menawarkan kengerian yang bukan sekadar teror kasat mata, melainkan gelapnya ambisi manusia demi validasi sosial.
“Aku Harus Mati adalah film horor yang ceritanya paling dekat dengan kehidupan manusia modern zaman sekarang, fenomena Jual Jiwa Demi Harta. Banyak masyarakat modern sekarang rela mengorbankan diri dan jiwa demi validasi dan harta sampai terlilit hutang pinjol, paylater, dan lain-lain,” ujar Irsan Yapto, Eksekutif Produser.
2. Sinopsis film "Aku Harus Mati"
Ditulis oleh Aroe Ama, film ini bercerita tentang Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik.
Demi mengejar kemewahan semu, Mala terjerumus dalam lingkaran setan hutang pinjaman online (pinjol) dan paylater yang melilit hidupnya.
Dalam keputusasaan untuk menemukan kembali jati dirinya, Mala memutuskan pulang ke panti asuhan tempat ia dibesarkan.
Di sana, ia kembali bertemu dengan sahabat masa kecilnya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron), pemilik panti yang sudah dianggapnya sebagai ayah sendiri.
Namun, ketenangan yang dicari Mala justru menjadi awal dari petaka. Setelah mata batinnya terbuka secara misterius, Mala terlempar ke dalam serangkaian pengalaman mistis yang mengerikan.
Ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tentang asal-usulnya dan rahasia kelam keluarganya, sebuah perjanjian iblis yang menjadikan nyawa orang-orang terdekat sebagai tumbal kesuksesan.
"Aku Harus Mati" membawa penonton pada klimaks yang menyesakkan dada. Mala harus menghadapi pilihan mustahil yang tidak bisa ia tolak, karena ada nyawa yang harus dibayar.
3. Angkat fenomena 'jual jiwa demi harta'
Hestu Saputra selaku sutradara mengatakan bahwa film ini adalah refleksi dari fenomena 'jual jiwa demi harta' yang marak di sekitar kita.
"Kami ingin memperlihatkan bahwa teror sesungguhnya dimulai ketika manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri demi memuaskan gaya hidup dan validasi diri oleh lingkungan sekitar," katanya.
Jadi gimana, udah siap ketemu Mala, Tiwi, Nugra, dan Ki Jago di bioskop tanggal 2 April 2026? (WEB/AMS)



















