Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Rekomendasi Film Barat dengan Tema Cerita What If, Penuh Pengandaian
cuplikan film Look Both Ways (dok. Catchlight Studios/Look Both Ways)

Pernah gak kamu membayangkan bagaimana kehidupanmu kalau dulu mengambil keputusan yang berbeda? Misalnya, bagaimana kalau kamu memilih pekerjaan lain, bertemu seseorang di waktu yang berbeda, atau mengambil kesempatan yang selama ini kamu lewatkan? Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti ini ternyata bisa menjadi ide cerita yang menarik untuk sebuah film.

Film dengan tema what if biasanya mengajak penonton melihat kemungkinan-kemungkinan lain dalam kehidupan para karakternya. Film-film ini memperlihatkan dua kehidupan berbeda akibat satu keputusan kecil. Kalau kamu suka film yang bikin ikut berandai-andai tentang jalan hidup, sini merapat! Berikut lima rekomendasi film barat dengan tema cerita what if yang wajib masuk daftar tontonanmu!

1. Sliding Doors (1998)

cuplikan film Sliding Doors (dok. Paramount Pictures/Sliding Doors)

Film Sliding Doors mengikuti kehidupan Helen Quilley (Gwyneth Paltrow), seorang perempuan yang mengalami dua kemungkinan kehidupan setelah sebuah kejadian sederhana di stasiun kereta bawah tanah. Dalam satu kemungkinan, Helen berhasil naik kereta sehingga tiba di rumah lebih cepat dan menemukan sesuatu yang mengubah hubungannya dengan kekasihnya, Gerry (John Lynch). Sementara itu, dalam kemungkinan lainnya, Helen terlambat naik kereta dan kehidupannya berjalan ke arah yang sama sekali berbeda.

Film ini menarik karena memperlihatkan bagaimana satu kejadian kecil dapat membawa seseorang menuju masa depan yang berbeda. Penonton seolah diajak melihat dua versi kehidupan Helen secara bersamaan dan membandingkan bagaimana pilihan serta kebetulan memengaruhi perjalanan hidupnya. Kalau kamu sering bertanya-tanya tentang bagaimana hidupmu akan berjalan jika dulu mengambil keputusan berbeda, film ini benar-benar cocok untuk ditonton.

2. The Family Man (2000)

cuplikan film The Family Man (dok. Beacon Pictures/The Family Man)

Selanjutnya ada film The Family Man yang bercerita tentang Jack Campbell (Nicolas Cage), seorang pria sukses yang memiliki karier dan kehidupan mewah di New York. Suatu malam, Jack tiba-tiba terbangun dalam kehidupan alternatif di mana dirinya bukan seorang eksekutif kaya, melainkan seorang suami dari Kate Reynolds (Tea Leoni) dan ayah dari dua anak. Kehidupan yang sebelumnya tidak pernah ia pilih tersebut membuat Jack mulai mempertanyakan apakah kesuksesan yang selama ini dikejarnya benar-benar membuatnya bahagia.

Konsep what if dalam film ini terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari karena berkaitan dengan pilihan antara karier, cinta, keluarga, serta ambisi pribadi. Jack kemudian harus melihat seperti apa kehidupannya jika bertahun-tahun sebelumnya ia mengambil keputusan yang berbeda. Film ini juga mengajak penonton merenungkan apakah kehidupan yang terlihat sempurna dari luar benar-benar lebih membahagiakan dibanding kehidupan sederhana bersama orang-orang yang dicintai.

3. Mr. Nobody (2009)

cuplikan film Mr. Nobody (dok. Integral Films/Mr. Nobody)

Film Mr. Nobody berpusat pada Nemo Nobody (Jared Leto), seorang pria berusia 118 tahun yang menjadi manusia terakhir yang masih mengalami kehidupan sebagai manusia biasa di dunia yang sudah sangat berbeda. Ketika ditanya mengenai masa lalunya, Nemo menceritakan berbagai versi kehidupan yang pernah ia jalani. Cerita tersebut kemudian berkembang menjadi perjalanan yang memperlihatkan bagaimana keputusan-keputusan berbeda dapat menciptakan kemungkinan hidup yang sangat beragam.

Film ini membawa konsep what if ke tingkat yang lebih rumit karena tidak hanya mempertanyakan satu keputusan, tetapi berbagai kemungkinan yang dapat muncul sepanjang hidup seseorang. Hubungan Nemo dengan Anna (Diane Kruger), Elise (Sarah Polley), dan Jean (Linh Dan Pham) juga memperlihatkan bagaimana cinta dan pilihan dapat membentuk masa depan yang berbeda. Dengan alur yang penuh simbolisme dan pertanyaan filosofis, Mr. Nobody cocok untuk kamu yang suka film yang membuat penonton berpikir setelah selesai menontonnya.

4. About Time (2013)

cuplikan film About Time (dok. Working Title Films/About Time)

Selanjutnya, ada film About Time yang mengikuti Tim Lake (Domhnall Gleeson), pria muda yang mengetahui bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan perjalanan kembali ke masa lalu. Tim kemudian menggunakan kemampuan tersebut untuk memperbaiki berbagai momen dalam hidupnya, termasuk ketika mencoba mendapatkan hati Mary (Rachel McAdams). Namun, semakin sering ia kembali ke masa lalu, Tim mulai menyadari bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan hanya dengan mengubah sebuah kejadian.

Konsep what if dalam film ini terasa manis sekaligus emosional karena berkaitan dengan keinginan manusia untuk memperbaiki masa lalu. Tim perlahan memahami bahwa hidup bukan hanya tentang mendapatkan kesempatan kedua atau membuat semuanya berjalan sempurna. Pada akhirnya, film ini justru mengajarkan pentingnya menikmati kehidupan yang sedang dijalani tanpa terus-menerus berharap bisa mengulang masa lalu.

5. Look Both Ways (2022)

cuplikan film Look Both Ways (dok. Catchlight Studios/Look Both Ways)

Terakhir, ada film Look Both Ways yang mengikuti Natalie Bennett (Lili Reinhart), perempuan yang hidupnya tiba-tiba bercabang menjadi dua kemungkinan setelah satu malam yang menentukan. Dalam satu kehidupan, Natalie mengetahui bahwa dirinya hamil dan harus menghadapi perjalanan sebagai seorang ibu muda. Sementara dalam kehidupan lainnya, ia mengetahui bahwa dirinya tidak hamil dan dapat melanjutkan rencana untuk mengejar karier serta impiannya di Los Angeles.

Menariknya, film ini tidak menggambarkan salah satu kehidupan Natalie sebagai pilihan yang sepenuhnya lebih baik daripada yang lainnya. Kedua versi kehidupannya memiliki tantangan, kegagalan, hubungan romantis, dan momen-momen membahagiakan masing-masing. Lewat cerita tersebut, Look Both Ways menunjukkan bahwa kehidupan yang berbeda dari rencana awal bukan berarti kehidupan tersebut menjadi lebih buruk.

Film bertema what if bukan hanya mengajak kita membayangkan kemungkinan hidup yang berbeda. Tetapi juga mengingatkan bahwa setiap keputusan memang memiliki konsekuens dan tidak selalu ada satu jalan hidup yang mutlak paling benar. Dari film-film di atas kita belajar banyak hal tentang melakukan yang terbaik dalam hidup kita supaya kita tidak punya penyesalan dan tidak berandai-andai di sisa hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article