Syuting Film di Tengah Hutan, Rachel Amanda: Seru, tapi Susah!

Jakarta, IDN Times - Rachel Amanda kembali menunjukkan kemampuan aktingnya lewat film horor-misteri terbaru berjudul Hasut (2026). Dalam film garapan debut sutradara Ilya Sigma ini, ia harus menjalani proses syuting yang cukup menantang karena sebagian besar cerita berlangsung di tengah hutan.
Tak hanya lokasi yang berbeda, Rachel juga harus bermain bersama tiga aktor lain sebagai poros utama cerita. Situasi semakin sulit karena Hasut menghadirkan teror dan konflik di siang hari, bukan mengandalkan suasana malam untuk membangun suspense.
1. Rachel Amanda merasa tertantang main film di tengah hutan

Rachel Amanda setelah konferensi pers film "Hasut" di XXI Senayan City, Jakarta, Kamis (10/9/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana) Hasut menjadi film horor ketiga yang dibintangi Rachel Amanda setelah Monster Pabrik Rambut yang tayang pada 2026 dan Sajen pada 2018. Namun, pengalaman kali ini menghadirkan tantangan yang cukup berbeda baginya. Salah satu hal yang paling disorot olehnya adalah jumlah karakter, mengingat sebagian besar cerita hanya berpusat pada empat sahabat yang diperankan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova.
"Jadi, aku menyadari kayak, 'Oke, ini aja udah challenging.' Terus, yang mungkin tadi juga di-mention gitu bahwa sebagian besar film tuh isinya cuma berempat," ungkap Rachel Amanda saat konferensi pers di XXI Senayan City, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
Menurut aktris yang akrab dipanggil Manda ini, bermain dalam film dengan karakter terbatas membuat setiap pemain memiliki peran penting untuk menjaga dinamika cerita. Apalagi, lokasi syuting Hasut sebagian besar berada di hutan dan teror yang dihadirkan justru banyak berlangsung pada siang hari.
"Sangat beda kan pasti, ketika kita main film yang dimana setting-nya mungkin di kota, di tempat kerja. Maksudnya untuk menggambarkan situasi dan cerita tuh kayaknya akan lebih gampang, karena banyak karakter-karakter lain yang bisa mendukung cerita," lanjutnya.
Meski mengaku kesulitan, Manda justru menikmati proses tersebut. Ia merasa terbantu karena kru dan para pemain lain memberikan dukungan selama menjalani syuting.
"Pertama kali dapat naskah juga kayak, 'Ini seru, tapi susah. Tapi gimana ya?' Kayak tetap bingung, tapi alhamdulillah juga sama makasih Mas Tuta dan Mba Anggi (panggilan Ilya Sigma) udah ngajakin aku. Senang gitu bisa mengeksplor, dan apalagi punya teman-teman cast yang juga sangat suportif," imbuh Manda.
2. Merasa relate dengan karakter Rere, karena punya adik perempuan

Rachel Amanda setelah konferensi pers film "Hasut" di XXI Senayan City, Jakarta, Kamis (10/9/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana) Dalam Hasut, Rachel Amanda memerankan Rere, adik dari Vira yang dimainkan Karina Salim. Hubungan kakak-adik tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam cerita karena keduanya memiliki dinamika yang cukup intens. Manda mengaku bisa menemukan sedikit keterkaitan dengan Rere karena dirinya juga memiliki adik perempuan.
"Maksudnya kayak kebetulan aku punya adik perempuan, tapi adikku ini spesial memang. Jadi mungkin nggak bisa apple-to-apple. Tapi kurasa ya pasti sedikit banyak, kalau bisa sih jangan sama banget kayak Rere ya," candanya.
Menurut Manda, hubungan siblings memang kerap memiliki momen ketika rasa peduli justru sulit disampaikan secara langsung. Ada gengsi dan jarak yang terkadang membuat komunikasi menjadi semakin rumit.
"Tapi ada lah pasti momen-momen di mana kayak sebenernya care, tapi gengsi. Atau tapi, 'Aduh gue mau ngobrol sama dia mulai masuk dari mana ya? Soalnya udah kejauhan nih.' Mungkin misalnya rutinitasnya, atau kerjaannya udah jauh, atau mungkin secara tempat udah enggak tinggal bareng," katanya.
3. Berikan sedikit gambaran tentang karakternya, Rere, dan Vira

Rachel Amanda setelah konferensi pers film "Hasut" di XXI Senayan City, Jakarta, Kamis (10/9/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana) Manda juga memberikan sedikit gambaran mengenai latar belakang Rere dan Vira. Ia menjelaskan, keduanya sama-sama kehilangan orangtua sehingga memiliki luka yang harus diproses dengan cara masing-masing.
"Jadi ceritanya aku dan Vira tuh kami berdua kehilangan orang tua. Dan mungkin teman-teman bisa mungkin sedikit banyak punya pengalaman memproses luka dan grief sebagai kakak-adik itu kan beda-beda, gitu," ungkapnya.
Perbedaan cara menghadapi duka tersebut menjadi salah satu dasar pembentukan karakter Rere dan Vira. Keduanya sama-sama terluka, tetapi memilih jalan yang berbeda untuk menghadapi kehilangan.
"Ya mungkin yang satu seperti Vira, 'Karena gue grieving, I need to do something for myself.' Berdamai, mengosongkan pikiran, dan sebagainya. Sedangkan Rere itu mungkin tipe yang, 'Kabur ah,' atau pergi kemana, mungkin melakukan hal-hal yang orang perceive (anggap) sebagai troublemaker," tutur Manda.
Meski dari luar terlihat bertolak belakang, Rere dan Vira sebenarnya memiliki luka yang sama. Masalahnya, keduanya justru kesulitan menemukan cara untuk kembali dekat satu sama lain.
"Keduanya tuh sebenernya sama-sama pengen mendekat ke satu sama lain tapi bingung caranya gimana. Nah, di film ini tuh ada proses yang harus mereka lalui. Teman-teman nanti bisa tonton sendiri," pungkasnya.










![[QUIZ] Kalau Jadi Aktor, Siapa Member Tim Love JKT48 yang Cocok Jadi Lawan Mainmu?](https://image.idntimes.com/post/20260907/img_9612_095903c1-fbfe-4b48-9302-4519692b3fdd.png)









