Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film Barat yang Terinspirasi dari Lukisan Terkenal di Dunia

lukisan The Blue Boy dan Django Unchained.
lukisan The Blue Boy (dok. Wikimedia/Thomas Gainsborough) | film Django Unchained (dok. Sony Pictures/Django Unchained)
Intinya sih...
  • Pan’s Labyrinth (2006) - Terinspirasi dari lukisan Saturn Devouring His Son karya Francisco Goya - Membahas otoritas kejam dan kekerasan sistemik melalui dunia dongeng yang realistis
  • Taxi Driver (1976) - Menggambarkan kesepian di tengah keramaian kota besar - Atmosfer mirip dengan lukisan Nighthawks karya Edward Hopper
  • The Truman Show (1998) - Dunia buatan dipengaruhi oleh karya surealis René Magritte - Memanfaatkan geometri rapi dan langit palsu untuk mempertanyakan realitas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Film dan seni lukis sering kali berjalan beriringan. Banyak sutradara besar tidak hanya terinspirasi oleh cerita atau pengalaman pribadi, tetapi juga oleh karya seni klasik yang sarat emosi, simbol, dan atmosfer kuat. Lukisan mampu menyampaikan perasaan ekstrem hanya lewat satu gambar, dan kekuatan visual inilah yang kemudian diterjemahkan ke layar lebar.

Menariknya, inspirasi ini tidak selalu muncul secara harfiah. Ada yang meminjam suasana, komposisi warna, hingga pesan filosofis dari lukisan terkenal, lalu mengolahnya menjadi film yang punya identitas sendiri. Hasilnya adalah film-film ikonik yang terasa lebih gelap atau bahkan surealis karena akar artistiknya berasal dari dunia seni rupa. Apa saja film Barat yang terinspirasi dari lukisan terkenal di dunia?

1. Pan’s Labyrinth (2006)

Pan’s Labyrinth.
Pan’s Labyrinth (dok. Warner Bros/Pan’s Labyrinth)

Film fantasi gelap karya Guillermo del Toro ini dikenal dengan visualnya yang mengganggu. Salah satu makhluk paling mengerikan dalam film ini adalah Pale Man, sosok pucat dengan mata di telapak tangan yang gemar memangsa makhluk kecil tanpa ampun. Karakter ini jelas mengingatkan pada lukisan Saturn Devouring His Son (1823) karya Francisco Goya.

Dalam Pan’s Labyrinth, inspirasi tersebut tidak hanya soal bentuk visual, tetapi juga makna. Film ini membahas otoritas yang kejam dan kekerasan sistemik melalui dunia dongeng yang justru terasa sangat realistis bahkan brutal. Seperti lukisan Goya, film ini memaksa penonton berhadapan langsung dengan sisi tergelap manusia tanpa kompromi.

2. Taxi Driver (1976)

film Taxi Driver
film Taxi Driver (dok. Sony Pictures/Taxi Driver)

Taxi Driver adalah potret kesepian dan keterasingan di tengah hiruk-pikuk kota besar. Martin Scorsese membangun suasana New York yang dingin dan penuh jarak, sebuah atmosfer yang sangat mirip dengan lukisan Nighthawks (1942) karya Edward Hopper. Lukisan tersebut menampilkan sekelompok orang di sebuah diner malam hari yang tampak dekat secara fisik, tetapi terpisah secara emosional.

Film ini menjadikan kota sebagai karakter tersendiri, sama seperti lukisan Hopper. Travis Bickle hidup di tengah keramaian, tetapi tidak benar-benar terhubung dengan siapa pun. Lampu neon dan jendela kaca menciptakan perasaan isolasi yang kuat, menjadikan Taxi Driver salah satu film paling sunyi secara emosional meski dipenuhi dialog.

3. The Truman Show (1998)

The Truman Show.
The Truman Show (dok. Paramount Pictures/The Truman Show)

Sekilas, The Truman Show tampak seperti film komedi-drama ringan. Namun, semakin dalam ceritanya berjalan, film ini berubah menjadi refleksi yang cukup mengganggu. Dunia buatan tempat Truman hidup sangat dipengaruhi oleh karya surealis René Magritte, khususnya Architecture au clair de lune (1956) yang menampilkan ruang-ruang mustahil dengan nuansa mimpi.

Film ini memanfaatkan geometri yang rapi, pintu-pintu yang mengarah ke kehampaan, dan langit yang terasa palsu untuk menegaskan bahwa realitas Truman bukanlah realitas sejati. Seperti lukisan Magritte, The Truman Show mengajak penonton mempertanyakan apa itu kenyataan dan kebebasan, tanpa harus menjelaskannya secara gamblang.

4. Django Unchained (2012)

Django Unchained.
Django Unchained (dok. Sony Pictures/Django Unchained)

Inspirasi lukisan dalam Django Unchained muncul lewat detail yang tampak sederhana, tetapi sarat makna. Saat Django akhirnya merdeka dan memilih pakaian pertamanya, ia mengenakan setelan biru mencolok dengan kerah renda yang jelas terinspirasi dari The Blue Boy (1770) karya Thomas Gainsborough. Sebuah potret aristokrat Inggris abad ke-18 yang identik dengan status dan privilese.

Tarantino menggunakan referensi ini sebagai ironi visual. Django, seorang mantan budak, mengenakan simbol kelas atas Eropa untuk menegaskan kebebasan dan pembalikan hierarki sosial. Kostum tersebut bukan hanya gaya, tetapi pernyataan bahwa identitas dan kekuasaan bisa direbut kembali dengan cara yang berani dan tidak konvensional.

5. The Dark Knight (2008)

film The Dark Knight
film The Dark Knight (dok. Warner Bros/The Dark Knight)

Versi Joker yang diperankan Heath Ledger menjadi salah satu penjahat paling ikonik dalam sejarah film, dan tampilannya tidak lepas dari pengaruh lukisan Francis Bacon, khususnya Head VI (1949). Lukisan tersebut dikenal dengan bentuk wajah yang terdistorsi, sapuan warna kasar, dan ekspresi kegilaan yang nyaris tidak terkendali.

Dalam The Dark Knight, inspirasi ini terlihat dari riasan Joker yang berantakan, warna yang luntur, dan kesan wajah yang selalu retak. Penampilan ini mencerminkan kekacauan batin dan ketidakstabilan karakternya. Seperti karya Bacon, Joker bukan sekadar sosok menakutkan, tetapi representasi visual dari kegilaan dan kehancuran moral.

Seni lukis membuktikan bahwa satu gambar bisa melahirkan ratusan ide sinematik yang kuat. Film-film Barat yang terinspirasi dari lukisan terkenal di dunia menunjukkan bahwa lukisan klasik masih relevan dan hidup dalam medium modern. Setelah tahu hubungan unik ini, film mana yang paling membuatmu ingin melihat lukisan aslinya dengan sudut pandang baru?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Serial Barat Non-Netflix Tayang Februari 2026, Ada Godzilla!

29 Jan 2026, 23:19 WIBHype