Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Film yang Menyoal Eksistensi Zainichi di Jepang

GO
GO (dok. Third Window Films/GO)
Intinya sih...
  • Zainichi adalah diaspora Korea di Jepang yang lahir dari sejarah kolonial dan migrasi tenaga kerja awal abad ke-20.
  • Meski lahir dan besar di Jepang, mereka lama menghadapi diskriminasi dan tidak dianggap setara dengan penduduk asli.
  • Enam film pilihan menunjukkan pengalaman, konflik identitas, dan ketidakadilan yang dialami zainichi dari berbagai sudut pandang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Zainichi adalah sebuah istilah yang merujuk pada diaspora Korea di Jepang. Eksistensi mereka berkaitan erat dengan sejarah penjajahan Jepang di beberapa negara Asia sekaligus pada awal abad 20, termasuk Korea yang saat itu belum terpecah jadi dua negara. Saat itu, gelombang pekerja migran asal Korea naik seiring meningkatnya permintaan tenaga kerja di kota-kota industri Jepang.

Mayoritas dari mereka tak pulang, bahkan setelah Korea merdeka dari Jepang. Alasan mereka cukup masuk akal. Mereka tak lagi punya rumah maupun sanak saudara tersisa di kampung halaman. Selain itu, mereka juga sudah beranak pinak di Jepang. Sayang, meski lahir dan besar di negeri itu, generasi kedua diaspora Korea atau zainichi tidak pernah dianggap setara dengan penduduk asli Jepang.

Serial Pachinko (2022–2024) jadi salah satu karya sinematik yang berhasil mengangkat eksistensi mereka, lengkap dengan berbagai tantangan dan dilema yang mereka hadapi. Namun, jangan lewatkan pula kesempatan untuk mengenal mereka lewat enam film berikut. Apa saja?

1. All Under the Moon (1993)

All Under the Moon
All Under the Moon (dok. Cine Qua Non Films/All Under the Moon)

All Under the Moon adalah film yang memakai POV pria berlatar belakang Korea bernama Tadao. Hidupnya berkutat dalam komunitas zainichi yang kebanyakan bekerja sebagai pengusaha karena sulitnya dapat pekerjaan, termasuk Tadao. Tadao akhirnya bekerja jadi sopir di perusahaan taksi milik sesama diaspora Korea di Jepang. Satu hari, ia menemukan dirinya jatuh cinta pada pekerja migran asal Filipina yang direkrut ibunya untuk bekerja di bar milik keluarga mereka.

  • Genre: romantis, komedi, drama
  • Pemain: Goro Kishitani, Ruby Moreno
  • Sutradara: Yoichi Sai

2. GO (2001)

GO
GO (dok. Third Window Films/GO)

GO sering direkomendasikan kalau mencari film coming-of-age Jepang. Trope-nya mirip Romeo dan Juliet alias cinta terlarang. Bedanya, bukan kasta ekonomi penghalang cinta itu, melainkan etnisitas si lakon yang berlatar belakang zainichi. Sugihara menemukan dirinya jadi bulan-bulanan di sekolah karena lahir dari ayah keturunan Korea. Ia sering pindah sekolah gara-gara terlibat masalah sampai akhirnya tiba di sekolah yang mempertemukannya dengan Sakura, remaja perempuan populer yang membuatnya jatuh hati.

  • Genre: romantis, coming-of-age, komedi
  • Pemain: Yosuke Kubozuka, Tsutomu Yamazaki, Ko Shibasaki
  • Sutradara: Isao Yukisada

3. My Second Brother (1959)

My Second Brother
My Second Brother (dok. Nikkatsu/My Second Brother)

My Second Brother adalah sebuah film yang diadaptasi dari buku harian bocah 10 tahun dengan latar belakang zainichi. Dari buku harian itu, Imamura mengembangkan cerita keseharian empat anak yang besar tanpa orangtua dalam kondisi miskin ekstrem di sebuah kota pertambangan di Jepang beberapa tahun setelah Perang Dunia II.

  • Genre: drama, sosial realisme
  • Pemain: Hiroyuki Nagato, Kayo Matsuo, Takeshi Okimura
  • Sutradara: Shohei Imamura

4. Blood and Bones (2004)

Blood and Bones
Blood and Bones (dok. Be-Wild/Blood and Bones)

Blood and Bones merupakan cerita epik seorang pria asal Pulau Jeju yang bermigrasi ke Osaka pada 1920-an. Di sana, ia berhasil membangun dinasti dari usaha fish cake. Namun, ia tidak benar-benar jujur dan mementingkan etika ketika melakoni bisnis. Latas, konsekuensi menantinya. Film ini disadur dari novel autobiografi penulis zainichi Yan Sogiru (Yang Seok Il)

  • Genre: drama, kriminal
  • Pemain: Takeshi Kitano, Joe Odagiri, Kyoka Suzuki
  • Sutradara: Yoichi Sai

5. A Man (2022)

A Man
A Man (dok. Aeon Entertainment/A Man)

A Man tak kalah menarik. Ia adalah film drama investigasi yang ditulis lewat perspektif seorang pengacara beretnik Korea. Suatu hari, ia dapat kasus unik dari seorang perempuan yang memintanya mencari tahu fakta-fakta soal mendiang sang suami. Ada banyak isu yang disenggol film ini, mulai dari fenomena penghapusan identitas (johatsu) sampai sentimen terhadap diaspora luar negeri.

  • Genre: drama, kriminal
  • Pemain: Satoshi Tsumabuki, Masataka Kubota, Sakura Ando
  • Sutradara: Kei Ishikawa

6. Death by Hanging (1968)

Death by Hanging
Death by Hanging (dok. Criterion/Death by Hanging)

Death by Hanging adalah sebuah film yang terinspirasi kasus kriminal nyata di Jepang pada 1958. Saat itu, publik dihebohkan dengan tertangkapnya pelaku pemerkosaan dan pembunuhan atas dua remaja Jepang. Setelah mengakui perbuatannya, si pelaku yang beretnik Korea ini divonis mati. Namun, dalam film, ia diceritakan selamat dari eksekusi mati tersebut dan justru mengalami amnesia. Ini jadi masalah mengingat memori atas kesalahannya sangat krusial dalam proses peradilan. Saat aparat mencoba membangkitkan memorinya, ia justru teringat berbagai perlakuan kejam yang diterimanya sebagai seorang Korea di Jepang.

  • Genre: kriminal, satire
  • Pemain: Yung Do Yoon, Kei Sato, Fumio Watanabe
  • Sutradara: Nagisa Oshima

Terbukti kalau film bukan hanya hiburan belaka. Dari enam film soal zainichi tadi, kita sudah belajar banyak hal tentang relasi kompleks Jepang dan beberapa negara jajahannya. Fenomena dan pengetahuan baru apa lagi yang kamu pelajari dari film?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Serial Barat Non-Netflix Tayang Februari 2026, Ada Godzilla!

29 Jan 2026, 23:19 WIBHype