Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Film dengan Protagonis Menolak Kemapanan, Naif atau Idealis?

5 Film dengan Protagonis Menolak Kemapanan, Naif atau Idealis?
Microhabitat (dok. M-Line Distribution/Microhabitat)
Intinya Sih
  • Lima film menyoroti tokoh utama yang menolak kemapanan hidup, memilih kebebasan dan idealisme dibanding karier, harta, atau stabilitas sosial.
  • Setiap film menggambarkan perjuangan karakter dalam menghadapi tekanan sosial dan ekonomi saat mempertahankan pilihan hidup nonkonvensional mereka.
  • Kisah-kisah ini mengajak penonton merefleksikan makna kebahagiaan sejati serta batas antara sikap naif dan idealisme dalam menjalani hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Hidup sempurna ternyata punya definisi yang berbeda-beda. Tidak semua orang setuju dengan perspektif normatif kalau hidup sempurna itu berarti karier yang bagus, keluarga harmonis, atau harta yang melimpah. Ada sebagian orang yang justru memprioritaskan hal-hal di luar ketiga indikator tersebut, seperti kebebasan dan ketenangan hati. Walaupun pada akhirnya ada yang harus mereka korbankan.

Tak pelak, sebagian lain akan menganggap tipe-tipe orang yang menolak “mapan” berikut sebagai sebuah keanehan. Antara naif atau kelewat idealis, coba kita bedah bersama lewat lima rekomendasi film berikut, ya.

1. Microhabitat (2017)

Microhabitat
Microhabitat (dok. M-Line Distribution/Microhabitat)

Microhabitat adalah petualangan unik perempuan 30 tahunan bernama Miso yang baru saja terusir dari apartemennya dan terpaksa menumpang ke rumah beberapa teman lamanya secara bergantian. Mereka ternyata adalah teman semasa kuliah sekaligus rekan satu band Miso.

Tidak seperti teman-temannya yang memilih kenyamanan dengan berbagai cara, seperti menikah atau kembali ke rumah orangtua, Miso enggan mengikuti insting untuk mencari kemapanan tersebut. Ia memilih menjalani hidup bebas dan memprioritaskan hobinya, walau harus diakui, tidak semua orang bisa memahami jalan pikirnya. Namun, film ini bukan hanya soal idealisme Miso, melainkan sebuah pengamatan pergeseran tatanan sosial Korsel yang makin materialistis dan kapitalis.

  • Genre: komedi, drama
  • Pemain: Esom, Ahn Jae Hong
  • Sutradara: Jeon Go Woon

2. Frances Ha (2012)

Frances Ha
Frances Ha (dok. IFC Films/Frances Ha)

Seperti Miso, Frances dalam film indie garapan Noah Baumbach juga menolak hidup mapan. Sejak teman serumahnya memutuskan pindah karena akan menikah, Frances terpaksa harus mencari apartemen baru yang lebih murah. Namun, perjalanannya tidak mudah. Ia beberapa kali terpaksa menumpang di rumah teman dan kenalan sembari tetap bekerja paruh waktu. Beberapa kali pula ia tergoda untuk mengorbankan mimpinya untuk menjadi penari profesional agar bisa hidup mapan layaknya orang-orang sebayanya. Bagaimana kelanjutan petualangan Frances?

  • Genre: coming of age, komedi
  • Pemain: Greta Gerwig, Adam Driver
  • Sutradara: Noah Baumbach

3. Free Time (2023)

Free Time
Free Time (dok. 5th Floor Pictures/Free Time)

Punya pekerjaan mapan di sebuah perusahaan teknologi ternyata tidak membuat Drew puas. Setelah berdiskusi sengit dengan atasannya, Drew memutuskan mengundurkan diri saat itu juga.

Keputusan impulsif itu terlihat revolusioner, tetapi setelah beberapa waktu, Drew mulai bingung dan gelisah. Ia didepak dari band yang ia kira bisa jadi kesibukan baru dan tabungannya mulai menipis. Menariknya, film ini gak tertebak. Pada sepertiga akhir film, ada sebuah plot twist bernada antikapitalis, tetapi juga penuh hipokrisi.

  • Genre: komedi, satir
  • Pemain: Colin Burgess. Rajat Suresh
  • Sutradara: Ryan Martin Brown

4. A Poet (2024)

A Poet
A Poet (dok. Ocúltimo/A Poet)

Protagonis antikemapanan dalam film A Poet adalah Oscar. Ia diceritakan sudah bertahun-tahun tak lagi bekerja secara formal. Saat ditanya orang, ia akan mengaku sebagai penyair, yang mana itu bukan sebuah kebohongan. Namun, keputusannya itu membuatnya terkucil dan tak jadi manusia dewasa seutuhnya.

Ia hidup dari pensiun ibunya yang sudah menua dan sudah lama terasing dari putrinya yang kini butuh biaya kuliah. Pertemuan dengan putrinya itu membuat Oscar tergerak untuk kembali ke dunia kerja. Berbekal pengalamannya sebagai dosen, Oscar diterima bekerja jadi guru di sebuah SMA. Di situlah kepelikan baru terjadi.

  • Genre: drama, satir
  • Pemain: Ubeimar Rios, Rebeca Andrade
  • Sutradara: Simon Mesa Soto

5. Perfect Days (2023)

Perfect Days (dok. MUBI/Perfect Days)
Perfect Days (dok. MUBI/Perfect Days)

Perfect Days juga tipe film yang bikin kamu mempertanyakan keputusan protagonisnya, seorang pria paruh baya yang bekerja sebagai pembersih toilet umum di Tokyo. Pekerjaan itu jelas gak bergengsi, tetapi ia jalani dengan tulus.

Hirayama, sang lakon, bahkan bisa punya waktu untuk melakoni hobinya memandangi pohon, mendengarkan lagu, dan membaca buku. Film ini memang memicu perdebatan. Ada yang menganggapnya meromantisasi kemiskinan, tetapi sebagian lain mengeklaim film ini adalah wujud sosialisme yang sesungguhnya. Yakni, pekerjaan apa pun memungkinkan orang tetap menikmati hidupnya.

  • Genre: drama
  • Pemain: Aoi Yamada, Koji Yakusho
  • Sutradara: Wim Wenders

Bagaimana menurutmu? Apakah keputusan mereka adalah manifestasi dari sifat naif atau justru idealisme yang tak bisa diganggu gugat? Apakah kamu tertarik mengambil risiko seperti mereka? Dari menonton film, kamu bisa melakukan refleksi diri, nih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More