Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Feminis Klasik Karya Sutradara Argentina, Maria Luisa Bemberg
Nobody's Wife (dok. GEA Producciones/Nobody's Wife)
  • Maria Luisa Bemberg dikenal sebagai sutradara Argentina yang mengusung feminisme interseksional, dengan film berpusat pada perempuan serta menyoroti kesadaran kelas.
  • Nobody’s Wife, I, the Worst of All, dan Camila menampilkan perjuangan perempuan mencari otonomi, kebebasan intelektual, serta perlawanan terhadap patriarki dan konservatisme.
  • Miss Mary mengkritik kemunafikan aristokrasi Argentina, sementara film pendek Woman’s World mempertanyakan eksploitasi isu perempuan oleh produk-produk komersial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ingin mereset algoritma film kamu yang belakangan berkutat pada premis serupa? Silakan coba film-film karya sutradara perempuan Argentina, Maria Luisa Bemberg. Namanya memang agak asing, tetapi ia dikenal luas para pengamat film dan studi feminisme sebagai salah satu tokoh penting dalam promosi ideologi feminisme interseksional.

Sering disandingkan dengan rekan sejawatnya, Lucrecia Martel, Bemberg sering menyelipkan elemen kesadaran kelas dalam film-filmnya yang berpusat kepada perempuan. Ini membuat karyanya terasa berbeda dan penting ditonton.

1. Nobody’s Wife (1982)

Nobody's Wife (dok. GEA Producciones/Nobody's Wife)

Nobody’s Wife menceritakan seorang perempuan kelas atas bernama Leonor yang memutuskan meninggalkan pernikahannya setelah tahu suaminya berselingkuh. Punya dua orang putra, keputusan ini tidak mudah mengingat Leonor selama ini tidak bekerja, tipikal perempuan kelas atas Argentina pada periode tersebut. Keputusannya juga tidak bisa dipahami keluarganya yang menganggapnya gegabah dan bodoh, tetapi untuk Leonor harga diri dan kewarasan lebih penting. Di sinilah, Leonor akhirnya belajar menemukan identitas dirinya sebagai individu tanpa embel-embel mantan suaminya yang kaya raya.

  • Genre: drama

  • Pemain: Luisina Brando, Julio Chavez

  • Sutradara: Maria Luisa Bemberg

2. I, the Worst of All (1990)

I, The Worst of All (dok. GEA Cinematografica/I, The Worst of All)

I, the Worst of All menggambarkan liberasi intelektual seorang biarawati yang cukup menarik. Terinspirasi kisah nyata seorang biarawati asal Meksiko bernama Juana Ines de la Cruz yang hidup pada abad ke-17, napas feminis film ini cukup kuat. Juana diceritakan sebagai perempuan yang mencintai ilmu pengetahuan dan sastra, tetapi justru dididik untuk jadi istri yang baik pada masa depan seperti anak-anak perempuan pada umumnya kala itu. Menolak menikah, Juana akhirnya memutuskan menjadi biarawati. Beruntung, ia punya senior yang membebaskannya untuk berkarya selama masa baktinya. Puisi-puisi Juana berisi kritik pedas terhadap patriarki dan misogini pun tercipta.

  • Genre: drama, biografi

  • Pemain: Assumpta Serna, Dominique Sanda

  • Sutradara: Maria Luisa Bemberg

3. Camila (1984)

Camila (dok. GEO Producciones/Camila)

Dalam Camila, Maria Luisa Bemberg mencoba menggambarkan bagaimana diktatorisme berkaitan erat dengan patriarki, kapitalisme, dan konservatisme. Lagi-lagi terinspirasi kisah nyata, Camila adalah cerita ala Romeo dan Juliet antara seorang perempuan kelas atas dan laki-laki miskin yang terlanjur disumpah jadi pastur. Hubungan mereka tidak direstui kedua keluarga, tetapi dua sejoli itu nekat kabur. Sayang, setelah beberapa tahun, keberadaan mereka diketahui seseorang yang melaporkan kepada pihak keluarga. Hidup pada era diktator, Juan Manuel de Rosas, keduanya ditangkap dan dihukum mati karena dianggap melanggar ajaran Katolik yang jadi salah satu ideologi penyangga kekuasaan Rosas. Eksekusi tersebut menggegerkan Argentina karena dianggap sebagai hipokrisi. Sudah rahasia umum kalau orang-orang kelas atas pada era itu menjalin hubungan di luar pernikahan dengan cukup bebas tanpa konsekuensi apa pun.

  • Genre: drama, biografi

  • Pemain: Susu Pecoraro, Imanol Arias

  • Sutradara: Maria Luisa Bemberg

4. Miss Mary (1986)

Miss Mary (dok. GEA Cinematografica/Miss Mary)

Mary adalah perempuan asal Inggris yang didatangkan keluarga aristokrat Argentina untuk jadi guru privat anak-anak bangsawan. Darinya, kita diajak melihat kehidupan warga kelas atas yang penuh kemunafikan dan dimanjakan kenyamanan. Ini membuat mereka sulit memahami isu-isu sosial di sekitar mereka alias apatis. Sampai akhirnya tokoh politik baru, Juan Domingo Peron, perlahan mencuat dan mengancam keberadaan para aristokrat yang mayoritas juga oligarki tersebut.

  • Genre: drama

  • Pemain: Julie Christie, Barbara Bunge

  • Sutradara: Maria Luisa Bemberg

5. Woman’s World (1972)

Woman's World (dok. María Luisa Bemberg/Woman's World)

Woman’s World adalah film pendek berdurasi 16 menit yang merupakan karya kolaborasinya dengan organisasi perempuan progresif, Union Feminista Argentina. Tak ada dialog, film ini menyorot produk-produk yang menarget perempuan sebagai pasar utamanya dengan jarak yang sudah dikalkulasi sedemikian rupa. Intinya, kita diajak menilik lagi siapa sebenarnya orang-orang di balik produk-produk tersebut. Benarkah mereka benar-benar peduli kepada isu perempuan atau jangan-jangan hanya mengeksploitasi keresahan perempuan demi profit?

  • Genre: dokumenter

  • Pemain: -

  • Sutradara: Maria Luisa Bemberg

Film feminis klasik Maria Luisa Bemberg bisa dibilang visioner. Dibuat beberapa dekade lalu, isu-isu yang ia angkat masih relevan sampai sekarang. Miris sebenarnya karena ini bukti kita tidak benar-benar mencapai transformasi yang signifikan selama puluhan tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article