Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Horor Gore Netflix yang Bikin Ngeri Kalau Ditonton Sendiri
The Ritual (Dok. Netflix/The Ritual)
  • Netflix merekomendasikan lima film horor gore dengan visual brutal dan situasi menekan, yang menawarkan kengerian berbeda dari sekadar jumpscare.
  • Gerald's Game, The Ritual, dan Apostle menampilkan perjuangan bertahan hidup di lokasi terisolasi, melawan keterjebakan, makhluk misterius, serta sekte dengan ritual berdarah.
  • The Perfection mengangkat teror dalam dunia musik klasik penuh kejutan, sementara The Platform menggambarkan kekerasan, kelaparan, dan kanibalisme di sistem bangunan vertikal distopia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau film horor biasa masih bisa ditonton sambil ngemil santai, film gore punya tantangan yang berbeda. Adegan berdarah, luka yang ditampilkan secara terang-terangan, sampai karakter yang mengalami nasib mengerikan bisa membuat penonton refleks memalingkan wajah dari layar. Apalagi kalau suasananya sedang sepi dan tidak ada teman di samping untuk diajak mengomentari adegan yang bikin mual.

Netflix punya sejumlah film horor yang tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi juga menghadirkan visual brutal dan situasi yang bikin tidak nyaman. Lima film berikut menawarkan jenis kengerian yang berbeda, mulai dari terjebak sendirian hingga perjuangan hidup dalam sistem yang kejam. Jadi, kalau kamu berani menontonnya sendirian, sebaiknya siapkan mental terlebih dahulu.

1. Gerald's Game (2017)

cuplikan film Gerald’s Game (dok. Netflix/Gerald’s Game)

Diangkat dari novel Stephen King, film ini mengikuti Jessie dan Gerald yang pergi ke sebuah kabin terpencil untuk menghabiskan waktu berdua. Namun, rencana tersebut berubah menjadi mimpi buruk ketika Gerald meninggal setelah memasangkan borgol pada Jessie yang masih terikat di tempat tidur. Jessie pun terjebak tanpa makanan, bantuan, atau cara mudah untuk melarikan diri.

Kengerian film ini tidak hanya berasal dari kondisi Jessie yang tidak berdaya. Rasa sakit fisik, halusinasi, trauma masa lalu, dan kemunculan sosok misterius yang dikenal sebagai Moonlight Man membuat suasananya semakin menekan. Jessie harus mencari cara ekstrem untuk membebaskan dirinya, dan beberapa adegannya cukup brutal untuk membuat penonton ikut meringis.

2. The Ritual (2017)

The Ritual (Dok. Netflix/The Ritual)

Kalau menyukai horor yang berlatar hutan gelap dan penuh misteri, The Ritual bisa menjadi pilihan tepat. Film ini mengikuti empat sahabat yang melakukan perjalanan mendaki di Swedia sekitar enam bulan setelah kematian tragis teman mereka, Rob. Perjalanan yang awalnya dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan justru berubah menjadi perjuangan bertahan hidup setelah mereka memutuskan keluar dari jalur pendakian.

Kesalahan kecil tersebut membawa mereka ke wilayah yang seharusnya tidak mereka datangi. Semakin jauh masuk ke hutan, mereka menemukan simbol-simbol aneh dan sebuah kabin yang terasa sangat tidak beres. Tidak lama kemudian, mereka mulai diburu oleh makhluk misterius yang membunuh korbannya dengan cara brutal.

Film ini tidak selalu menyembunyikan akibat dari serangan tersebut sehingga beberapa adegannya terasa cukup mengganggu. Ditambah suasana hutan yang gelap dan terisolasi, The Ritual bisa membuat suara kecil dari luar kamar terasa jauh lebih mencurigakan saat ditonton sendirian.

3. Apostle (2018)

Apostle (Dok. Netflix/Apostle)

Gareth Evans, yang dikenal lewat film aksi seperti The Raid, mencoba menghadirkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan melalui Apostle. Berlatar tahun 1905, film ini mengikuti Thomas Richardson yang menyusup ke sebuah pulau terpencil untuk menyelamatkan saudara perempuannya yang diculik oleh sebuah sekte. Thomas awalnya hanya berniat mencari Jennifer dan membawanya pulang.

Namun, semakin dalam ia mengenal komunitas tersebut, semakin banyak rahasia mengerikan yang terbongkar. Salah satu elemen paling mengganggu dalam Apostle adalah ritual pengorbanan berdarah yang dilakukan oleh sekte tersebut. Film ini tidak ragu memperlihatkan kekerasan secara langsung sehingga beberapa adegannya terasa sangat brutal.

Di balik gore tersebut, ada pula misteri tentang sosok yang mereka sembah sebagai The Goddess dan berbagai plot twist yang membuat ceritanya terus berubah arah. Perpaduan antara sekte fanatik, suasana pulau terpencil, dan adegan berdarah membuat Apostle terasa seperti film yang lebih baik ditonton bersama teman daripada sendirian di malam hari.

4. The Perfection (2018)

The Perfection (Dok. Netflix/The Perfection)

The Perfection mengambil pendekatan yang sedikit berbeda karena horornya berawal dari dunia musik klasik. Ceritanya mengikuti Charlotte, seorang pemain cello berbakat yang kembali berhubungan dengan sekolah musik bergengsi yang pernah ia tinggalkan. Di sana, ia bertemu Elizabeth, pemain cello muda yang menjadi bintang baru sekolah tersebut.

Persaingan mereka kemudian berkembang menjadi hubungan yang semakin rumit dan membawa keduanya ke dalam situasi yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar kompetisi musik. Salah satu bagian yang paling mengganggu muncul ketika Elizabeth mengalami efek dari obat yang diberikan Charlotte dan mulai melihat hal-hal mengerikan.

Setelah itu, cerita terus membalikkan keadaan dan membuat penonton mempertanyakan siapa korban dan siapa pelakunya. Adegan gore yang muncul di tengah berbagai kejutan tersebut membuat The Perfection menjadi tontonan yang bisa terasa sangat tidak nyaman, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap adegan tubuh terluka.

5. The Platform (2019)

The Platform (Dok. Netflix/The Platform)

The Platform membawa horor ke lingkungan distopia yang sangat berbeda dari film-film sebelumnya. Ceritanya berlangsung di sebuah bangunan vertikal bernama Vertical Self-Management Center, tempat para penghuni ditempatkan secara acak di lantai berbeda. Setiap hari, makanan disediakan di sebuah platform yang bergerak dari lantai paling atas ke bawah.

Mereka yang berada di lantai atas bisa menikmati makanan terlebih dahulu, sementara orang-orang di lantai bawah hanya mendapatkan sisa makanan yang semakin sedikit. Konsep sederhana tersebut kemudian berubah menjadi gambaran brutal tentang keserakahan dan perjuangan manusia untuk bertahan hidup.

Goreng, sang tokoh utama, perlahan menyadari bahwa penghuni di lantai bawah bisa melakukan apa saja demi mendapatkan makanan, termasuk memakan manusia. Situasinya semakin ekstrem ketika ia sendiri harus mengambil keputusan-keputusan mengerikan untuk bertahan hidup. Selain adegan kekerasan dan kanibalisme, ada pula beberapa momen emosional yang sama-sama sulit ditonton.

Kelima film tersebut menunjukkan bahwa horor gore tidak selalu berarti sekadar menampilkan darah sebanyak mungkin. Jadi, dari kelima film horor gore Netflix ini, mana yang berani kamu tonton sendirian?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article