Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film Tahun 1986 yang Seru Ditonton Berulang Kali

5 Film Tahun 1986 yang Seru Ditonton Berulang Kali
Top Gun (dok. Paramount Pictures/Top Gun)
  • Lima film Hollywood rilisan 1986 direkomendasikan untuk ditonton ulang karena menawarkan genre beragam, karakter ikonik, adegan berkesan, dan cerita yang tetap menarik.
  • Ferris Bueller’s Day Off dan Top Gun menonjol lewat pesona karakter utama, chemistry pemeran, momen ikonik, adegan penerbangan, serta nuansa nostalgia 1980-an.
  • Aliens menghadirkan aksi survival, Blue Velvet menyuguhkan misteri gelap penuh detail, sedangkan Stand by Me mengangkat persahabatan dan perjalanan tumbuh dewasa yang tulus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tahun 1986 bisa dibilang sebagai salah satu periode yang sangat menarik dalam sejarah perfilman Hollywood. Banyak film dari tahun tersebut bukan hanya sukses ketika pertama kali dirilis, tetapi juga berhasil bertahan sebagai tontonan yang tetap menyenangkan puluhan tahun kemudian.

Menariknya, film-film ini datang dari genre yang beragam, mulai dari komedi remaja, fiksi ilmiah, hingga drama coming of age. Ada alasan mengapa film tertentu terasa cocok untuk ditonton berulang kali. Terkadang karena karakternya begitu ikonik, adegannya sulit dilupakan, atau ceritanya menawarkan sesuatu yang baru setiap kali ditonton.

Berikut lima film tahun 1986 yang masih terasa seru dan layak masuk daftar tontonan ulang. Salah satunya mungkin favorit kamu, nih!

  1. 1. Ferris Bueller’s Day Off

    cuplikan film Ferris Bueller’s Day Off
    cuplikan film Ferris Bueller’s Day Off (dok. Paramount Pictures/Ferris Bueller’s Day Off)

    Ferris Bueller’s Day Off menjadi salah satu film remaja paling ikonik yang pernah dibuat. Disutradarai dan ditulis oleh John Hughes, film ini mengambil premis sederhana, yakni seorang siswa SMA bernama Ferris Bueller yang memutuskan untuk bolos sekolah dan menghabiskan satu hari penuh untuk bersenang-senang. Matthew Broderick berhasil membuat Ferris terasa begitu percaya diri, nakal, sekaligus menyenangkan untuk diikuti.

    Salah satu kekuatan film ini adalah kemampuannya menghadirkan banyak momen yang mudah diingat. Dialog-dialognya ikonik, para pemerannya punya chemistry kuat, dan Chicago bahkan terasa seperti salah satu karakter tambahan dalam cerita. Meski dibuat pada era 1980-an, Ferris Bueller’s Day Off masih relatif mudah dinikmati oleh penonton masa kini.

  2. 2. Top Gun

    cuplikan film Top Gun
    cuplikan film Top Gun (dok. Paramount Pictures/Top Gun)

    Top Gun adalah film yang membuat nama Tom Cruise semakin sulit diabaikan di Hollywood. Disutradarai oleh Tony Scott, film ini mengikuti Maverick, pilot muda yang masuk sekolah penerbangan elite dan harus membuktikan kemampuannya di tengah persaingan, tekanan, serta konflik pribadi. Cruise menunjukkan sejak awal bahwa ia punya kemampuan luar biasa untuk menjadi pusat perhatian dalam film blockbuster.

    Selain Cruise, film ini terasa hidup berkat Val Kilmer, Kelly McGillis, Anthony Edwards, Meg Ryan, dan jajaran pemeran lainnya. Adegan penerbangan yang spektakuler membuat film ini tetap memiliki daya tarik visual, sementara soundtrack-nya membawa nuansa nostalgia kuat terhadap era 1980-an. Kesuksesan Top Gun: Maverick beberapa dekade kemudian bahkan semakin menunjukkan betapa kuatnya warisan film pertamanya.

  3. 3. Aliens

    cuplikan film Aliens
    cuplikan film Aliens (dok. 20th Century Studios/Aliens)

    Aliens membuktikan bahwa sekuel tidak harus sekadar mengulang formula film pertamanya. Jika Alien karya Ridley Scott lebih terasa seperti horor yang perlahan membangun ketegangan di luar angkasa, James Cameron mengubah Aliens menjadi film aksi survival yang jauh lebih besar dan agresif. Ellen Ripley kembali berhadapan dengan makhluk yang sama, tetapi kali ini ia tidak lagi sekadar berusaha bertahan hidup.

    Sigourney Weaver memberikan salah satu penampilan terbaik dalam kariernya, sementara karakter seperti Hicks, Newt, dan Hudson membuat kelompok tersebut terasa seperti keluarga yang terbentuk di tengah situasi mengerikan. Bill Paxton bahkan memberikan sejumlah momen humor yang membantu mengurangi ketegangan tanpa merusak suasana.

  4. 4. Blue Velvet

    cuplikan film Blue Velvet
    cuplikan film Blue Velvet (dok. MGM/Blue Velvet)

    Blue Velvet mungkin bukan pilihan paling ringan dalam daftar ini, tetapi justru itulah yang membuatnya menarik untuk ditonton berulang kali. David Lynch membuat film yang penuh simbol, visual aneh, karakter misterius, dan kejadian yang tidak selalu dijelaskan secara langsung. Ceritanya mengikuti Jeffrey Beaumont yang menemukan sesuatu yang mengerikan di balik kehidupan tenang di sebuah kota kecil.

    Semakin jauh ia menyelidiki, semakin terlihat bahwa dunia yang tampak normal ternyata menyimpan sisi gelap yang sangat mengganggu. Kyle MacLachlan dan Laura Dern memberikan penampilan yang kuat, sementara Dennis Hopper benar-benar mencuri perhatian sebagai Frank Booth, salah satu karakter antagonis paling mengerikan sekaligus absurd dalam film era tersebut.

    Keistimewaan Blue Velvet terletak pada banyaknya detail yang baru terasa setelah beberapa kali menonton. Film ini juga punya humor gelap yang muncul di tempat-tempat tidak terduga, sehingga pengalaman menontonnya tidak hanya terasa menyeramkan.

  5. 5. Stand by Me

    cuplikan film Stand By Me
    cuplikan film Stand By Me (dok. Columbia Pictures/Stand By Me)

    Stand by Me merupakan salah satu film coming of age yang paling hangat sekaligus menyentuh dari era 1980-an. Disutradarai oleh Rob Reiner dan diadaptasi dari cerita Stephen King, film ini mengikuti empat anak laki-laki yang melakukan perjalanan untuk mencari jasad seorang anak yang meninggal. Premisnya terdengar cukup gelap, tetapi inti film sebenarnya adalah persahabatan dan pengalaman tumbuh dewasa.

    Film ini begitu mudah ditonton kembali karena emosinya yang terasa tulus. Para pemain muda memberikan penampilan natural sehingga hubungan di antara karakter terasa seperti persahabatan sungguhan, bukan sekadar dialog yang ditulis untuk sebuah film. Stand by Me juga berhasil menangkap perasaan ketika masa kecil terasa seperti petualangan terbesar di dunia.

    Kelima film tersebut menunjukkan betapa beragamnya sinema Hollywood pada 1986. Puluhan tahun setelah dirilis, semuanya masih punya daya tarik yang membuat penonton ingin kembali menekan tombol play. Nah, film tahun 1986 mana yang paling ingin kamu tonton ulang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More