Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Karya Musik Klasik yang Ternyata Diselesaikan dalam Waktu Singkat

5 Karya Musik Klasik yang Ternyata Diselesaikan dalam Waktu Singkat
Wolfgang Amadeus Mozart (dok. Wikimedia/Barbara Krafft)
  • Mozart menyelesaikan Symphony No. 36 'Linz' dalam sekitar empat hari pada 1783, lalu karya berdurasi 30 menit itu dilatih dan dipentaskan kurang dari seminggu setelah ia tiba di Linz.

  • Haydn diduga merampungkan Symphony No. 94 'Surprise' dalam hitungan hari hingga beberapa minggu, sementara Schumann menulis delapan bagian suite piano Kreisleriana hanya dalam empat hari.

  • Schoenberg menulis Erwartung yang berorkestrasi kompleks dalam beberapa hari, sedangkan Hindemith menyelesaikan empat bagian Trauermusik sekitar enam jam untuk siaran radio berkabung pada 1936.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menciptakan sebuah karya musik klasik biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Seorang komposer harus menyusun melodi, harmoni, hingga orkestrasi dengan sangat teliti agar menghasilkan komposisi yang mampu bertahan lintas zaman. Namun, ternyata tidak semua mahakarya lahir melalui proses yang panjang.

Beberapa komposer legendaris justru mampu menyelesaikan karya-karya terbaik dalam hitungan hari, bahkan hanya beberapa jam. Meski dikerjakan dengan sangat cepat, kualitas komposisi tersebut tetap luar biasa. Berikut lima karya musik klasik yang membuktikan bahwa inspirasi besar terkadang datang dalam waktu yang sangat singkat.

  1. 1. Symphony No. 36 in C Major 'Linz' – Wolfgang Amadeus Mozart (1783)

    Wolfgang Amadeus Mozart memang dikenal sebagai salah satu komposer paling jenius dalam sejarah musik. Sejak kecil, ia telah menunjukkan bakat luar biasa dengan menciptakan berbagai karya yang membuat banyak orang kagum. Salah satu kisah paling mengesankan dalam perjalanan kariernya adalah proses penciptaan Symphony No. 36 in C Major, yang lebih dikenal dengan nama Linz Symphony.

    Komposisi ini diselesaikan hanya dalam waktu empat hari saat Mozart singgah di Kota Linz, Austria, pada 1783. Ketika mengetahui kedatangannya, seorang bangsawan setempat segera mengadakan konser penghormatan. Karena tidak memiliki karya simfoni baru untuk dipentaskan, Mozart memilih menciptakan satu dari nol. Hebatnya lagi, simfoni berdurasi sekitar 30 menit itu berhasil ditulis, dilatih bersama para musisi, dan dipentaskan kurang dari seminggu setelah ia tiba di kota tersebut.

  2. 2. Symphony No. 94 in G Major 'Surprise' – Joseph Haydn (1791)

    Joseph Haydn merupakan salah satu tokoh penting dalam perkembangan musik klasik, khususnya simfoni. Setelah bertahun-tahun bekerja untuk keluarga bangsawan Esterházy, ia mendapat kesempatan berkarya secara lebih bebas dan melakukan perjalanan ke London. Di kota inilah Haydn menciptakan serangkaian karya yang kemudian dikenal sebagai London Symphonies.

    Di antara semua karya tersebut, Symphony No. 94 atau Surprise Symphony menjadi yang paling terkenal. Julukan "Surprise" berasal dari bunyi keras yang tiba-tiba muncul di bagian kedua lagu, yang konon sengaja ditambahkan Haydn untuk membangunkan penonton yang tertidur saat konser. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut, banyak catatan menunjukkan bahwa simfoni ini diselesaikan hanya dalam beberapa minggu, bahkan diduga hanya dalam hitungan hari selama masa tinggalnya di Inggris.

  3. 3. Kreisleriana – Robert Schumann (1838)

    Robert Schumann dikenal sebagai salah satu komposer era Romantik yang sangat produktif. Inspirasinya sering datang secara tiba-tiba sehingga ia mampu menghasilkan karya-karya yang penuh emosi dalam waktu relatif singkat. Salah satu contohnya adalah Kreisleriana, sebuah suite piano solo yang hingga kini dianggap sebagai salah satu mahakaryanya.

    Schumann mengaku berhasil menyelesaikan seluruh delapan bagian Kreisleriana hanya dalam empat hari pada April 1838. Meski proses penciptaannya berlangsung sangat cepat, karya ini memiliki struktur musikal yang rumit dan ekspresi emosional yang sangat mendalam.

  4. 4. Erwartung – Arnold Schoenberg (1909)

    Arnold Schoenberg dikenal sebagai komposer yang berani mendobrak aturan musik klasik tradisional. Gaya musik yang eksperimental membuat banyak orang menganggap karyanya sulit dimainkan sekaligus menantang untuk dipahami. Salah satu ciptaannya yang paling terkenal adalah Erwartung, sebuah monolog musikal untuk soprano dengan iringan orkestra penuh.

    Karya berdurasi sekitar setengah jam ini diselesaikan hanya dalam beberapa hari pada 1909. Padahal, Erwartung menggunakan orkestrasi yang sangat kompleks dengan berbagai instrumen gesek, tiup, perkusi, hingga celesta. Menariknya, meski selesai ditulis dalam waktu singkat, karya tersebut baru dipentaskan untuk pertama kalinya sekitar 15 tahun kemudian di Praha karena tingkat kesulitannya yang luar biasa tinggi.

  5. 5. Trauermusik – Paul Hindemith (1936)

    Kisah di balik Trauermusik mungkin menjadi salah satu yang paling dramatis dalam sejarah musik klasik. Pada Januari 1936, Paul Hindemith datang ke London untuk menampilkan konser viola bersama BBC Symphony Orchestra. Namun, sehari sebelum konser berlangsung, Raja George V meninggal dunia sehingga seluruh pertunjukan dibatalkan sebagai bentuk penghormatan.

    Daripada pulang tanpa tampil, pihak BBC meminta Hindemith menyiapkan pertunjukan yang lebih sesuai dengan suasana berkabung. Respons sang komposer benar-benar luar biasa. Ia memilih menciptakan karya baru berjudul Trauermusik atau "Musik Berkabung".

    Empat bagian komposisi tersebut selesai ditulis hanya dalam waktu sekitar enam jam, mulai dari pukul 11 pagi hingga sore hari. Karya itu kemudian langsung dimainkan dalam siaran radio pada hari berikutnya dan menjadi salah satu contoh paling mengesankan tentang kreativitas spontan seorang komposer besar.

    Kelima karya di atas membuktikan bahwa lamanya proses penciptaan tidak selalu menentukan kualitas sebuah komposisi. Dari kelima karya musik klasik tersebut, mana yang paling membuatmu penasaran untuk didengarkan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More