Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Film Horor Indonesia Tema Forensik, Ada Autopsy: Dead Body Can Talk

3 Film Horor Indonesia Tema Forensik, Ada Autopsy: Dead Body Can Talk
Film Autopsy: Dead Body Can Talk (dok. Karya Kreatif Utama/Autopsy: Dead Body Can Talk)
  • Film horor Indonesia bertema forensik hadir sebagai alternatif dari kisah mitos lokal, legenda urban, ilmu hitam, dan unsur religi yang lebih umum diangkat.
  • Rasuk 2 mengikuti mahasiswi kedokteran Isabella yang diteror arwah jenazah saat koas autopsi, sedangkan Dendam Malam Kelam menyorot hilangnya jenazah Sofia dari lab forensik.
  • Autopsy: Dead Body Can Talk berpusat pada dokter forensik Hastry yang menghadapi misteri kematian, tekanan penyidikan, dan petunjuk di luar logika; film ini tayang 3 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di Indonesia, film-film horor kebanyakan mengangkat tema cerita tentang mitos lokal, legenda urban, praktik ilmu hitam (santet/pesugihan), serta unsur religi. Namun pada bulan September ini, ada film horor Indonesia terbaru yang akan angkat tema berbeda. Bertajuk Autopsy: Dead Body Can Talk, film horor garapan sutradara Ozan Ruz ini akan mengambil tema tentang dunia forensik.

Sebenarnya, sebelumnya juga sudah pernah ada beberapa film-film horor tanah air lainnya yang juga angkat tema serupa. Menjadi salah satu tema yang anti mainstream, berikut ini tiga rekomendasi film horor Indonesia tentang forensik.

  1. 1. Rasuk 2 (2019)

    Film Rasuk 2
    Film Rasuk 2 (dok. Dee Company/Rasuk 2)

    Rasuk 2 bercerita tentang Isabella (Nikita Willy), seorang mahasiswi kedokteran yang sedang menjalani koas di bagian otopsi forensik sebuah rumah sakit. Meski terlihat normal, sebenarnya Isabella memiliki indera keenam yang membuatnya sering melihat hal-hal tak kasat mata. Ia pun berupaya kuat menganggap makhluk halus yang dia lihat tidak ada. Pada sebuah kegiatan koas, dia berada di ruang autopsi saat sedang membedah satu jenazah perempuan tanpa identitas.

    Namun, pertemuannya dengan jenazah itu berujung panjang. Arwah jenazah itu terus mengikuti, meneror, bahkan merasukinya untuk meminta tolong. Kondisi ini tentu sedikit banyak mengganggu hubungan Isabela dengan teman-temannya serta mengancam studinya. Gangguan yang dialami Isabela membawanya menguak selembar demi selembar misteri tentang kematian sang arwah. Tidak ada pilihan bagi Isabela pun membantu sang arwah menyelesaikan urusannya.

  2. 2. Dendam Malam Kelam (2025)

    Film Dendam Malam Kelam
    Film Dendam Malam Kelam (dok. Falcon Pictures/Dendam Malam Kelam)

    Dendam Malam Kelam bercerita tentang jenazah seorang wanita kaya bernama Sofia (Marissa Anita), yang tiba-tiba menghilang secara misterius dari lab forensik. Seorang detektif bernama Arya Pradana (Bront Palarae), pun berusaha menyelidiki kasus hilangnya mayat tersebut. Ia lalu memulai investigasinya dan mencurigai suami Sofia, yaitu Jefri (Arya Saloka). Diketahui, Jefri adalah seorang dosen yang kemudian diangkat menjadi direktur di salah satu perusahaan milik keluarga Sofia.

    Di tengah kariernya yang mulai mentereng, keteguhan Jefri sebagai seorang suami memang mulai goyah. Ia terpincut oleh salah satu mahasiswanya yang bernama Sarah (Davina Karamoy). Jefri dan Sarah kemudian menjalin hubungan terlarang, tanpa sepengetahuan Sofia. Suatu ketika, keduanya mulai merasa gelap mata hingga merencanakan untuk membunuh Sofia. Keduanya lalu membunuh Sofia lewat skema yang mengerikan, hingga tiba-tiba jenazah Sofia menghilang dari lab forensik.

  3. 3. Autopsy: Dead Body Can Talk (2026)

    Film Autopsy: Dead Body Can Talk
    Film Autopsy: Dead Body Can Talk (dok. Karya Kreatif Utama/Autopsy: Dead Body Can Talk)

    Autopsy: Dead Body Can Talk berfokus pada Hastry (Masayu Anastasia), yang merupakan seorang dokter forensik. Hastry dikenal sebagai sosok yang mengandalkan ilmu pengetahuan dan fakta dalam menjalankan pekerjaannya. Namun, berbagai kasus yang ia tangani justru membawanya pada petunjuk-petunjuk yang tidak selalu dapat dijelaskan secara sederhana melalui logika. Di tengah pekerjaannya membedah misteri kematian, Hastry harus menyeimbangkan antara sains, intuisi, dan rasa empati.

    Tugasnya bukan hanya menentukan penyebab seseorang meninggal, tetapi juga menghadapi tekanan dari proses penyidikan, mempertahankan kredibilitas, hingga bergulat dengan persoalan dalam kehidupan pribadi. Situasi tersebut semakin rumit ketika muncul pertanyaan tentang sejauh mana seseorang dapat mempercayai sesuatu yang belum mampu dibuktikan secara nyata di depan mata. Ia pun kerap dibantu oleh asistennya, Yatna (Riyuka Bunga) dan dokumentalis, Mojo (Ge Pamungkas).

    Menjadi salah satu tema yang cukup jarang, pastinya ketiga film-film di atas sayang bila dilewatkan, nih. Film Autopsy: Dead Body Can Talk sendiri akan tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More