Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Film Indonesia Berlatar Penjara, Terbaru Ghost in the Cell

4 Film Indonesia Berlatar Penjara, Terbaru Ghost in the Cell
Film Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)
Intinya Sih
  • Empat film Indonesia berlatar penjara menampilkan beragam genre, mulai dari aksi, drama, hingga horor, dengan kisah yang intens dan penuh ketegangan di balik jeruji besi.
  • The Raid 2: Berandal menghadirkan aksi penyamaran Rama di penjara demi membongkar jaringan korupsi, sementara Miracle in Cell No. 7 mengangkat kisah haru ayah-anak dalam keterbatasan.
  • Bangsal Isolasi dan Ghost in the Cell membawa nuansa misteri serta supranatural di lingkungan penjara, memperlihatkan sisi gelap sekaligus kemanusiaan para narapidana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selain cerita yang ditawarkan, biasanya latar tempat dari sebuah film juga menjadi salah satu yang membuatnya semakin menarik. Seperti film terbaru dari Joko Anwar, yakni Ghost in the Cell, yang mengambil latar di dalam penjara dan membuat kisah yang ditampilkan terasa lebih mencekam.

Namun, sebenarnya ini bukanlah yang pertama kali film Indonesia mengambil latar tempat utama di penjara. Sebelumnya sudah ada beberapa film lainnya yang mengambil latar serupa. Terbaru ada Ghost in the Cell, berikut ini empat film Indonesia berlatar penjara.

1. The Raid 2: Berandal (2014)

Film The Raid 2: Berandal
Film The Raid 2: Berandal (dok. Merantau Films/The Raid 2: Berandal)

Sekuel dari film The Raid (2011) ini, melanjutkan kisah setelah Rama (Iko Uwais) berhasil selamat dari pertarungan di markas gembong narkoba pada film pertama. Kini, Rama ditawari Bunawar (Cok Simbara) untuk bergabung sebagai agen pasukan khusus. Bunawar menginginkan Rama untuk menyusup ke kelompok Bangun (Tio Pakusadewo). Tujuannya adalah mengumpulkan bukti adanya kerja sama antara kelompok tersebut dengan polisi-polisi korup.

Rama pun menyamar masuk ke penjara dengan harapan membalas dendam. Di penjara, Rama bertemu Ucok (Arifin Putra) yang merupakan anak dari Bangun, sang bos mafia. Jika Rama berhasil mendekati Ucok, otomatis dia dapat mendekati Bangun. Dengan begitu, Rama bisa segera membongkar berbagai informasi rahasia untuk menghancurkan sindikat penguasa korup tersebut.

2. Miracle in Cell No. 7 (2022)

Film Miracle In Cell No. 7
Film Miracle In Cell No. 7 (dok. Falcon Pictures/Miracle In Cell No. 7)

Di remake dari film Korea, Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia ini menceritakan kisah Dodo Rozak (Vino G. Bastian) yang memiliki keterbatasan mental. Ia memiliki anak perempuan bernama Kartika (Graciella Abigail). Meski Dodo memiliki kecerdasan yang kurang dan bertingkah seperti anak-anak, ia sangat menyayangi putrinya. Sehari-hari ia berjualan balon untuk mendapatkan penghasilan. Kartika sebagai anak juga tidak malu terhadap kondisi sang ayah. Ia begitu bangga dengan ayahnya tersebut.

Mereka menjalani hari-hari dengan penuh kebahagiaan meski dalam kondisi serba kekurangan. Hingga suatu ketika, Dodo dituduh memperkosa dan membunuh seorang gadis kecil. Karena tidak bisa membela diri akibat keterbatasannya, Dodo dijebloskan ke dalam penjara dan dijerat hukuman mati. Ia pun ditempatkan di sel nomor 7 bersama para napi yang kejam dan beringas.

Di sel nomor 7 itu, Dodo menjalani berbagai peristiwa dengan para napi tersebut. Suatu ketika, dengan bantuan para napi, Dodo berhasil menyelundupkan anaknya ke dalam sel. Melihat kedekatan dan kasih sayang antara ayah dan anak ini, para napi tersebut menjadi tersentuh. Mereka pun ragu jika Dodo melakukan pembunuhan yang dituduhkan dan mencoba membantu Dodo dalam menegakkan keadilan.

3. Bangsal Isolasi (2024)

Film Bangsal Isolasi
Film Bangsal Isolasi (dok. Mesari Pictures/Bangsal Isolasi)

Bangsal Isolasi berfokus pada kisah Weni (Kimberly Ryder), seorang jurnalis muda yang nekat menyamar sebagai narapidana demi mengungkap kebenaran di balik kematian misterius adiknya, Ratna (Hanisah Halim). Ratna ditemukan tewas di sebuah sel yang dikenal dengan sebutan “ruang kutukan”. Dengan bantuan Adit (Ibrahim Risyad), seorang sipir penjara, Weni berhasil masuk ke dalam penjara wanita itu melalui jalur belakang.

Di sana, ia harus menjalani kehidupan seperti narapidana dan membaur dengan para tahanan, termasuk Bella (Wulan Guritno), pemimpin geng yang ditakuti. Dalam penyamarannya, Weni mulai menemukan banyak kejanggalan, terutama terkait dengan bangsal isolasi yang tampaknya menyimpan lebih dari sekadar cerita hantu. Satu per satu permasalahan mulai terungkap dan membuat kondisinya berubah.

4. Ghost in the Cell (2026)

Film Ghost in the Cell
Film Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)

Ghost in the Cell berpusat di Lapas Labuhan Angsana, sebuah penjara yang dipenuhi korupsi, konflik antargeng, dan ketegangan antarnarapidana. Situasi semakin mencekam ketika seorang mantan jurnalis bernama Dimas, (Endy Arfian), masuk ke dalam blok tahanan. Kehadiran Dimas menjadi titik awal munculnya berbagai kejadian aneh. Teror supranatural mulai terjadi, termasuk kasus pembunuhan brutal dengan kondisi jasad korban yang tidak biasa.

Seiring waktu, rahasia kelam penjara tersebut mulai terungkap. Ternyata, tempat itu dihantui oleh sosok gaib yang hanya mengincar orang-orang dengan aura negatif. Dalam kondisi terancam, para narapidana yang sebelumnya saling bermusuhan justru dipaksa untuk berubah. Mereka harus menahan emosi, mereka terpaksa berbuat baik, dan menjaga hati tetap bersih demi bertahan hidup dan tidak menjadi korban berikutnya.

Deretan film-film Indonesia berlatar penjara di atas memiliki genre yang beragam. Mulai dari aksi, drama, hingga horor, dan thriller, masing-masing dari keempat film di atas menawarkan cerita yang sama menariknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Related Articles

See More