Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Anime Ghost in the Shell Ada Kaitannya dengan Film Joko Anwar?

Apakah Anime Ghost in the Shell Ada Kaitannya dengan Film Joko Anwar?
still cut anime Ghost in the Shell (2026) dan poster film Ghost in the Cell (dok. Science Saru | dok. Come and See Pictures)
Intinya Sih
  • Anime Ghost in the Shell berasal dari manga karya Shirow Masamune tahun 1989 dan sudah diadaptasi menjadi film anime populer sejak 1995.

  • Remake terbaru Ghost in the Shell dijadwalkan rilis pada 7 Juli 2026, digarap oleh studio Science Saru dengan cerita yang kembali ke versi manga originalnya.

  • Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar sering dikira berhubungan anime Ghost in the Shell, karena judul yang sepintas mirip

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Film terbaru Joko Anwar, Ghost in the Cell, masih menjadi topik perbincangan hangat sejak dirilis pada 16 April lalu. Namun baru-baru ini, ada salah satu anime yang diumumkan bakal tayang dalam waktu dekat. Anime tersebut berjudul Ghost in the Shell, punya kemiripan judul dengan filmnya Joko Anwar tersebut.

Dalam sebuah unggahan di X, ada warganet yang menuliskan cuitan kalau Jepang telah menjiplak film Indonesia. Dalam cuitan, disebut kalau anime Ghost in the Shell ada kaitannya dengan film Ghost in the Cell. Memangnya benar?

1. Anime Ghost in the Shell angkatan pertama sudah rilis dari tahun 1995

Karakter anime dengan penutup mata logam berdiri di depan gedung tinggi yang tampak usang dalam adegan Ghost in the Shell (1995).
still cut anime Ghost in the Shell (1995) (dok. Production I.G)

Sebelum jadi anime, Ghost in the Shell merupakan karya original dari mangaka Shirow Masamune. Manga ini dirilis pada 1989-1991 hanya dengan 11 chapter saja. Meski relatif pendek, tapi manga ini sukses besar karena punya ide cerita seputar cyberpunk, ide yang terlalu futuristik pada masanya.

Tak lama setelah manganya berakhir, Ghost in the Shell kemudian diadaptasi sebagai film anime pada 1995. Lewat film ini, kepopulerannya makin meledak secara global hingga menjadi salah satu anime yang banyak ditonton di negara Barat. Ghost in the Shell kemudian dinilai sebagai salah satu karya cyberpunk paling berpengaruh dalam dunia anime. Pada 2017, Hollywood bahkan membuat adaptasi live-action pertama dari franchise ini dengan Scarlett Johansson sebagai bintangnya.

2. Anime Ghost in the Shell di-remake pada 2026

Karakter anime berambut biru dengan pakaian putih terhubung ke berbagai kabel di latar futuristik dari anime Ghost in the Shell (2026).
still cut anime Ghost in the Shell (2026) (dok. Science Saru)

Setelah terakhir kali memiliki serial anime pada 2016, yaitu Ghost in the Shell: Arise, anime ini bangkit lagi dengan bakal dibuat remake-nya pada 2026 ini. Ghost in the Shell remake ini visualnya akan ditangani oleh Science Saru, studio di balik anime Dandadan, dan bakal mengadaptasi cerita manga originalnya. Anime ini baru saja mengumumkan tanggal rilisnya yaitu pada 7 Juli 2026.

3. Anime Ghost in the Shell dan film Ghost in the Cell gak ada kaitannya sama sekali

Seorang pria berkepala plontos dengan tato di kepala dan dada mengenakan pakaian tahanan kuning terlihat di balik pagar kawat.
still cut film Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures)

Judul yang sangat mirip dan jadwal rilis yang juga gak terpisah jauh, membuat munculnya spekulasi kalau dua karya ini punya kaitan satu sama lain. Dalam celetukan yang viral bahkan anime-nya dituduh sebagai penjiplak karena rilisnya belakangan. Namun, kalau dilihat dari fakta-fakta dari poin di atas, anggapan itu gak benar ya, guys.

Baik anime Ghost in the Shell dan film Ghost in the Cell-nya Joko Anwar itu gak ada kaitannya sama sekali. Filmnya Joko Anwar juga bukan mengadaptasi ataupun me-remake dari versi anime, karena Joko Anwar pernah cerita sendiri kalau salah satu inspirasi filmnya itu datang dari lapas Sukamiskin di Bandung, yang dulu punya label penjara koruptor tapi fasilitasnya kayak hotel. Bikin narapidana pada betah.

Kalau dicermatin lagi, kedua karya ini juga punya konsep penceritaan yang berbeda jauh. Anime Ghost in the Shell dengan mengusung cerita cyberpunk, berandai-andai bagaimana jika tubuh manusia diambil alih oleh AI, mengungkap pertanyaan apakah AI punya kesadaran dan sejenisnya. Sementara Ghost in the Cell lebih ke drama satir sosial Indonesia, mengenai kritik sistem penjara dan juga kekuasaan.

Jadi, meski judul keduanya mirip tapi Ghost in the Shell dan Ghost in the Cell tidak berkaitan sama sekali, ya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N
Follow Us

Related Articles

See More