Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Film Karya André Øvredal Wajib Tonton sebelum Passenger

5 Film Karya André Øvredal Wajib Tonton sebelum Passenger
adegan dalam film Passenger (dok. Paramount Pictures/Passenger)
Intinya Sih
  • Film horor supernatural Passenger karya André Øvredal akan tayang di Indonesia pada 27 Mei 2026, menampilkan kisah pasangan muda yang dihantui setelah menyaksikan kecelakaan di jalan raya.
  • Artikel ini merekomendasikan lima film terbaik Øvredal—Troll Hunter, The Autopsy of Jane Doe, Scary Stories to Tell in the Dark, Mortal, dan The Last Voyage of Demeter—sebagai tontonan sebelum Passenger.
  • Kelima film tersebut menunjukkan keahlian Øvredal dalam membangun ketegangan slow burn dengan efek praktikal dan atmosfer mencekam yang membuatnya dikenal sebagai sutradara spesialis horor modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernahkah kamu lagi asyik road trip bareng pasangan atau sahabat, tapi suasana di jalan tiba-tiba jadi mencekam? Sensasi itulah yang bakal kamu rasakan lewat Passenger, film horor supernatural terbaru yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026.

Dari trailernya saja, film ini sudah sukses bikin bulu kuduk merinding lewat cuplikan kisah pasangan muda yang dihantui entitas misterius setelah menyaksikan kecelakaan di jalan raya. Atmosfer jalanan yang gelap, penampakan disturbing, serta peringatan menyeramkan untuk tidak pernah berhenti berkendara di dalamnya semakin membuat penonton antusias. Menariknya lagi, Passenger digarap oleh sutradara spesialis horor ternama, André Øvredal, yang dikenal piawai membangun ketegangan slow burn dalam film-filmnya.

Nah, sambil menghitung hari menjelang perilisannya di layar lebar, gak ada salahnya kamu mengintip rekam jejak sutradara asal Norwegia tersebut terlebih dahulu. Mulai dari teror buku misterius sampai kisah superhero yang brutal, berikut lima rekomendasi film garapan André Øvredal yang wajib masuk watchlist-mu sebelum menyambut kengerian Passenger!

1. Troll Hunter (2010)

adegan dalam film Troll Hunter
adegan dalam film Troll Hunter (dok. SF Norge A/S/Troll Hunter)

Di era film horor found footage yang menjamur dan meniru pendekatan ala Paranormal Activity, André Øvredal mempersembahkan tontonan yang menyegarkan lewat Troll Hunter. Film fantasi gelap asal Norwegia ini menceritakan tiga mahasiswa yang awalnya berniat menyelidiki kasus perburuan beruang ilegal. Siapa sangka, investigasi tersebut malah mempertemukan mereka dengan Hans, pemburu yang bekerja untuk lembaga rahasia pemerintah demi mengendalikan populasi troll, makhluk raksasa dalam mitologi Nordik.

Alih-alih tampil murahan, visual troll dalam film beranggaran cekak, hanya sekitar 3,5 juta dolar AS, ini terlihat sangat meyakinkan dan sanggup memicu megalofobia (fobia terhadap benda berukuran besar). Øvredal pun gak cuma menjual aksi makhluk raksasa di sini, tapi turut menyisipkan satire tentang birokrasi pemerintah dan teori konspirasi yang bikin ceritanya makin menarik. Gak heran kalau Troll Hunter akhirnya berstatus cult movie dan masih sering dibicarakan para sinefili hingga hari ini.

2. The Autopsy of Jane Doe (2016)

adegan dalam film The Autopsy of Jane Doe
adegan dalam film The Autopsy of Jane Doe (dok. Lionsgate/The Autopsy of Jane Doe)

Siapa yang gak tahu The Autopsy of Jane Doe? Film horor yang menjadi debut penyutradaraan André Øvredal di Hollywood ini langsung mendapat pujian setinggi langit saat perilisannya, bahkan sukses membuat penulis horor sekelas Stephen King ikut terpukau. Berbeda dari gaya found footage di Troll Hunter, kali ini Øvredal memilih pendekatan naratif dengan tempo slow burn, tapi tetap efektif bikin bulu kuduk merinding.

Ceritanya mengikuti Tommy Tilden (Brian Cox) dan putranya, Austin (Emile Hirsch), dua petugas koroner di kota kecil yang menerima jenazah perempuan tanpa identitas yang disebut Jane Doe. Awalnya, proses autopsi berjalan normal sampai mereka menemukan berbagai kejanggalan di tubuh sang mayat. Terjebak di ruang autopsi saat badai besar melanda, keduanya perlahan menyadari kalau sosok Jane Doe menyimpan rahasia mengerikan yang jauh di luar logika manusia.

3. Scary Stories to Tell in the Dark (2019)

adegan dalam Scary Stories to Tell in the Dark
adegan dalam Scary Stories to Tell in the Dark (dok. Lionsgate/Scary Stories to Tell in the Dark)

Kesuksesan The Autopsy of Jane Doe membuat Guillermo del Toro (Pan's Labyrinth) kepincut untuk menggandeng André Øvredal untuk mengarahkan Scary Stories to Tell in the Dark yang ia produseri. Berlatar tahun 1968, film adaptasi kumpulan cerpen karya Alvin Schwartz ini mengisahkan Stella (Zoe Colletti) dan teman-temannya yang menemukan buku cerita misterius milik Sarah Bellows di sebuah rumah tua angker. Masalah mulai muncul ketika kisah-kisah mengerikan dalam buku tersebut mendadak menjadi nyata dan meneror mereka satu per satu.

Sampai sekarang, Scary Stories to Tell in the Dark masih menjadi film André Øvredal dengan pendapatan tertinggi di box office, yakni mencapai 104,5 juta dolar AS. Salah satu daya tarik terbesar film ini ada pada desain monster-monsternya yang ikonik dan bikin susah tidur. Øvredal kabarnya lebih memilih efek praktikal dibandingkan dengan CGI berlebihan, sehingga banyak makhluk mengerikan di film ini terasa nyata dan disturbing saat muncul di layar. Kamu sendiri sudah menontonnya?

4. Mortal (2020)

adegan dalam film Mortal
adegan dalam film Mortal (dok. Nordisk Film Production/Mortal)

Bagi penggemar film superhero yang ingin mencari tontonan di luar Marvel dan DC, film garapan André Øvredal satu ini layak kamu beri kesempatan. Mortal bukan tipikal film superhero yang sibuk memamerkan aksi nonstop sejak menit awal, melainkan lebih berfokus pada pengembangan emosi karakternya. Meski sempat mendapat respons beragam dari kritikus karena ritmenya yang pelan, banyak penonton justru menikmati pendekatan unik ini, terbukti dari skor Popcornmeter sebesar 73 persen yang diraih Mortal di Rotten Tomatoes.

Mortal sendiri berpusat pada Eric (Nat Wolff), backpacker asal Amerika yang bersembunyi di pelosok Norwegia setelah insiden tragis akibat kekuatan aneh yang gak bisa ia kendalikan. Situasi makin rumit ketika ia tanpa sengaja membakar seorang pria hingga tewas, membuat polisi mulai memburunya ke mana-mana. Di tengah pelarian tersebut, Eric yang dibantu seorang psikolog bernama Christine (Iben Akerlie) perlahan mengungkap fakta mengejutkan soal asal-usul kekuatannya yang berkaitan dengan salah satu dewa Nordik bernama Thor.

5. The Last Voyage of Demeter (2023)

adegan dalam film The Last Voyage of the Demeter
adegan dalam film The Last Voyage of the Demeter (dok. Universal Pictures/The Last Voyage of the Demeter)

Pada 2023 lalu, André Øvredal mendapat kesempatan untuk mengangkat salah satu bab dalam novel legendaris Dracula karya Bram Stoker lewat The Last Voyage of the Demeter. Film horor supernatural ini mengikuti pelayaran kapal barang bernama Demeter yang bernasib malang akibat membawa kargo misterius berupa peti-peti kayu tanpa identitas menuju London. Alih-alih mendarat dengan selamat, seluruh awak kapal justru harus berhadapan dengan Drakula haus darah yang mengintai dan menghabisi mereka satu per satu di tengah laut lepas.

Ketika dirilis, The Last Voyage of the Demeter memang kurang bersinar secara komersial dan mendapat respons beragam dari kritikus karena ceritanya dianggap terlalu bertele-tele. Namun bagi pencinta horor gotik bernuansa slow burn, film ini tetap layak ditonton berkat atmosfer kelam, desain monster menyeramkan, serta pendekatan suspense yang bikin tegang tanpa harus bergantung pada jump scare murahan. Gimana, tertantang memasukkan karya Øvredal satu ini ke watchlist malam Jumatmu?

Kalau lima film di atas saja sudah cukup membuktikan betapa piawainya André Øvredal meracik atmosfer mencekam, Passenger jelas jadi salah satu film horor paling menarik untuk dinantikan tahun ini. Jadi, yuk langsung mulai maraton karya-karya Øvredal dari sekarang biar pengalaman nonton Passenger nanti terasa makin maksimal!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More