[REVIEW] Devil May Cry Season 2—Lebih Dekat ke Game!
![[REVIEW] Devil May Cry Season 2—Lebih Dekat ke Game!](https://image.idntimes.com/post/20260519/magen_1cd5cf9b-5895-4e19-8c43-c02309f6e852.jpg)
Devil May Cry Season 2 tampil lebih dekat dengan lore game dan punya cerita yang lebih solid dibanding musim pertama.
Animasi garapan Studio Mir kembali jadi kekuatan utama lewat pertarungan yang stylish dan sinematik.
Lagu-lagu rock era 2000-an dan soundtrack dari game berhasil menghadirkan nostalgia kuat untuk penggemar lama.
Ada kabar gembira buat kamu yang suka menonton serial animasi eksklusif di Netflix, nih. Pasalnya, musim kedua dari adaptasi Devil May Cry baru saja dirilis pada 12 Mei 2026 lalu. Devil May Cry Season 2 masih berfokus pada sepak terjang Dante sang pemburu iblis ikonis.
Setelah menuai respons campur aduk pada musim pertamanya, adaptasi Devil May Cry akhirnya kembali lewat musim kedua yang jauh lebih ambisius. Kali ini, serial Netflix tersebut mencoba mendekatkan diri ke lore game sambil tetap mempertahankan gaya stylish khas Adi Shankar. Lantas, apakah musim kedua ini dieksekusi dengan baik? Yuk, simak review Devil May Cry Season 2 di bawah ini untuk cari tahu!
1. Devil May Cry Season 2 mengadaptasi cerita dari game dengan lebih bebas, tetapi tempo cerita kurang konsisten

Devil May Cry Season 2 meneruskan cerita dari musim pertama. Dante dan Lady kini harus bersatu untuk menghentikan organisasi Ouroboros yang dipimpin Arius von Enhrenberg. Arius berencana menghidupkan kembali iblis jahat Argosax dan menguasai dunia. Musim ini mengambil banyak inspirasi dari Devil May Cry 2 (2003) dan Devil May Cry 3: Dante's Awakening (2005).
Meski poin utama cerita masih sama dengan versi orisinal dari game, alur ceritanya berubah. Studio Mir mencoba menghadirkan interpretasi baru tanpa menghilangkan elemen inti dari lore game. Ia juga memberikan fokus lebih pada rivalitas antara Dante dan Vergil yang membuat cerita semakin seru. Ceritanya lebih solid dan berbobot ketimbang musim pertama yang hanya mengandalkan adegan aksi dan penampilan keren Dante. Hanya saja, terlalu banyak infodumping yang mengganggu tempo cerita.
2. Penokohan karakter secara umum memuaskan, bahkan ada yang lebih baik dari versi orisinal

Dari segi penokohan, Studio Mir sukses mengadaptasi semua karakternya dengan berpedoman pada materi orisinal. Vergil menjadi yang terbaik karena punya banyak porsi tampil. Ia dingin, kuat, dan terobsesi dengan kekuatan seperti dalam game. Arius juga dikembangkan menjadi lebih kompleks. Ia tidak seperti versi game yang datar.
Sayangnya, Dante malah kurang menunjukkan karakteristik utamanya. Dante versi animasi terlalu emosional, mudah dimanipulasi, dan keseringan kalah bertarung. Padahal, dalam versi game, ia bisa mengendalikan situasi, tidak panik, dan bergaya flamboyan.
Studio Mir juga mengubah dinamika hubungan karakternya. Yang paling menonjol ialah hubungan antara Dante dan Lady. Dalam versi game, hubungan mereka platonik. Sementara, versi animasi memberi dinamika hubungan yang lebih romantis antara Dante dan Lady. Ini cukup berani, ya! Bahkan, Capcom belum berani memutuskan siapa love interest Dante selama 2 dekade lebih.
3. Studio Mir tidak mengecewakan kalau soal animasi dan visual

Mengadaptasi hack and slash game, animasi menjadi salah satu elemen terpenting. Untungnya, Studio Mir tidak mengecewakan soal animasi. Banyak adaptasi garapan Studio Mir menampilkan visual berkualitas tinggi, tak terkecuali Devil May Cry Season 2. Bahkan, ada banyak peningkatan dari musim pertama, seperti koreografi yang lebih halus, pergerakan kamera yang lebih sinematik, dan adegan pertarungan yang lebih dinamis serta seru.
Ini bisa kamu lihat dalam setiap adegan pertarungan Dante dan Vergil yang cepat, tetapi bisa dinikmati dengan nyaman. Adegan pertarungan melawan Arius juga menghadirkan efek-efek sihir yang sangat ciamik. Hanya ada satu kekurangan dari segi visual: penggunaan CGI yang kurang konsisten. Kadang, CGI terlihat bagus dan natural. Namun, tak jarang juga kelihatan buruk, contohnya CGI Mundus dan iblis-iblisnya.
4. Devil May Cry Season 2 bikin nostalgia dengan adanya lagu-lagu rock lawas populer

Devil May Cry Season 2 mencoba menghadirkan kesan trilogi game orisinalnya yang dirilis pertengahan 2000-an di PlayStation 2 (PS2). Salah satu upaya tersebut dengan menghadirkan lagu-lagu yang populer pada era tersebut, contohnya adegan pertarungan yang diiringi "See U in Hell" dari Papa Roach dan momen emosional Dante dan Lady yang diiringi "My Immortal" dari Evanescence. Ternyata itu berhasil menambah hype dan emosi dari setiap adegan. Apalagi, kalau familier dengan lagu-lagunya, kamu tentu akan merasa bernostalgia!
Musim ini juga menampilkan musik-musik orisinal populer dari game. Ada lagu "Bury the Light" dari Casey Edwards ft. Victor Borba yang menjadi lagu tema Vergil. Selain soundtrack, ada tata suara, seperti suara latar dan efek pertempuran, yang berpadu sangat baik.
5. Adi Shankar kembali menghadirkan adaptasi game memuaskan untuk Netflix

Adi Shankar kembali memimpin proyek Devil May Cry Season 2. Lewat tangan dinginnya, ia berhasil menghasilkan adaptasi yang kreatif, tetapi masih berpegang pada materi orisinal. Namanya sendiri sudah dikenal berkat kesuksesan sebagai penatawara (showrunner) adaptasi Castlevania.
Secara keseluruhan, Devil May Cry Season 2 berhasil mempresentasikan adaptasi yang baik. Adegan aksinya terasa seperti kombo stylish dalam game, cerita berjalan memuaskan meski ada masalah tempo, dan semua karakter masih memiliki karakteristik utama mereka. Musim kedua juga terasa lebih gelap dan emosional dibandingkan musim pertama yang lebih fokus pada aksi bombastis. Adi Shankar juga berhasil menciptakan nostalgia era pertengahan 2000-an yang berkesan untuk para penggemar waralaba Devil May Cry.
Berdasarkan kelebihan dan kelemahan dari poin-poin di atas, penulis memberikan skor 4/5 untuk Devil May Cry Season 2. Musim kedua berhasil memperbaiki banyak kelemahan pendahulunya dan menjadi adaptasi Devil May Cry yang jauh lebih matang. Serial ini sangat penulis rekomendasikan untuk kamu tonton!
Sinopsis Devil May Cry Season 2
Devil May Cry Season 2 melanjutkan kisah Dante dan Lady yang bekerja sama untuk menghentikan organisasi Ouroboros. Mereka menghadapi Arius yang berencana membangkitkan iblis kuat bernama Argosax untuk menguasai dunia. Di tengah misi tersebut, hubungan Dante dan Vergil kembali memanas dalam konflik yang semakin dalam.
| Producer | Adi Shankar, Haruhiro Tsujimoto |
| Writer | Adi Shankar, Alex Larsen |
| Age Rating | 18+ |
| Genre | aksi, animasi dewasa, fantasi urban |
| Duration | (per episode) 30 Minutes |
| Release Date | 12-05-2026 |
| Theme | pemburu iblis, konflik keluarga, perang manusia vs. neraka |
| Production House | Studio Mir, Adi Shankar Animation, Capcom |
| Where to Watch | Netflix |
| Cast | Johnny Yong Bosch, Scout Taylor Compton, Kevin Conroy, Hoon Lee, Robbie Daymond, Graham McTavish, Salli Saffioti |










![[QUIZ] Siapa Member Marapthon yang Kepribadiannya Mirip Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20260521/upload_f4f5ced44cb42fbb5620ad1aae3df064_543658ee-4005-4fbc-9413-58ac69b297ce.jpg)








