Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Film Keluarga Adaptasi Buku Anak di Netflix, Ada Na Willa!

7 Film Keluarga Adaptasi Buku Anak di Netflix, Ada Na Willa!
poster film Na Willa (dok. Visinema Studios/Na Willa)
  • Netflix menghadirkan tujuh film keluarga adaptasi buku anak, dengan tema beragam dari fantasi, komedi, persahabatan, hingga kisah keseharian.
  • Ivy + Bean, Too Old for Fairy Tales, Nightbooks, Kleks Academy, The Snow Sister, dan The Spiderwick Chronicles menampilkan petualangan anak menghadapi tantangan berbeda.
  • Na Willa, adaptasi trilogi Reda Gaudiamo, mengikuti sudut pandang anak perempuan di Surabaya era 1960-an melalui cerita keluarga, sekolah, teman, dan lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Buku anak ternyata gak cuma seru dibaca, tapi juga bisa jadi sumber cerita menarik untuk film keluarga. Ketika diangkat ke layar, kisah-kisah tersebut terasa makin hidup lewat karakter ciamik, petualangan seru, hingga pesan moral yang hangat.

Netflix sendiri punya sederet film keluarga yang diangkat dari buku anak populer. Pilihan temanya pun beragam, mulai dari petualangan fantasi, persahabatan manis, hingga kisah lokal berlatar nostalgia yang dekat dengan keseharian.

Berikut tujuh rekomendasi film keluarga adaptasi buku anak di Netflix yang pas buat tontonan akhir pekan. Yuk, catat judulnya!

  1. 1. Ivy + Bean (2022)

    adegan dalam film Ivy + Bean
    adegan dalam film Ivy + Bean (dok. Netflix/Ivy + Bean)

    Ivy + Bean merupakan film komedi keluarga yang dibuat berdasarkan seri buku anak karya Annie Barrows. Ceritanya berfokus pada Bean (Madison Skye Validum), anak yang usil dan penuh energi, serta Ivy (Keslee Blalock), tetangga barunya yang menyukai sihir. Meski punya kepribadian bertolak belakang, keduanya justru menjadi sahabat setelah terlibat dalam sebuah rencana untuk mengerjai Nancy (Garfield Hewitt), kakak Bean.

    Netflix gak berhenti di film pertamanya saja. Ivy dan Bean kembali beraksi dalam Ivy + Bean: The Ghost That Had to Go dan Ivy + Bean: Doomed to Dance yang sama-sama rilis pada 2022. Jadi, ada tiga film yang bisa langsung kamu maratoni kalau sudah telanjur gemas dengan duo sahabat ini!

  2. 2. Too Old for Fairy Tales (2022)

    adegan dalam film Too Old for Fairy Tales
    adegan dalam film Too Old for Fairy Tales (dok. Netflix/Too Old for Fairy Tales)

    Waldek (Maciej Karaś) punya satu impian yang sangat ingin diwujudkan, yakni memenangkan turnamen gim. Namun, kehidupannya berubah setelah ia harus tinggal bersama bibinya (Dorota Kolak) yang punya banyak aturan. Situasi tersebut membuat Waldek perlahan melihat keluarga, persahabatan, dan tanggung jawab dari sudut pandang yang berbeda.

    Film asal Polandia ini diangkat dari buku anak karya Agnieszka Dąbrowska. Meski mengangkat tema yang cukup serius, Too Old for Fairy Tales tetap dikemas dengan komedi sehingga ceritanya terasa ringan.

  3. 3. Nightbooks (2021)

    adegan dalam film Nightbooks
    adegan dalam film Nightbooks (dok. Netflix/Nightbooks)

    Bagaimana jadinya kalau seorang anak yang suka menulis cerita horor dipaksa menceritakan kisah seram tiap malam? Itulah yang terjadi pada Alex (Winslow Fegley) setelah ia terjebak di apartemen milik seorang penyihir bernama Natacha (Krysten Ritter). Ia kemudian bertemu Yasmin (Lidya Jewett), anak lain yang juga terperangkap, untuk membantunya mencari jalan keluar.

    Diadaptasi dari novel anak karya J. A. White, Nightbooks memadukan fantasi dan misteri dengan elemen horor yang cukup ringan untuk penonton muda. Kisah Alex dan Yasmin pun gak cuma soal melarikan diri, tapi juga tentang keberanian menghadapi ketakutan.

  4. 4. Kleks Academy (2024)

    adegan dalam film Kleks Academy
    adegan dalam film Kleks Academy (dok. Open Mind Production/Kleks Academy)

    Kalau kamu suka cerita tentang sekolah sihir, Kleks Academy bisa jadi pilihan. Di sini, seorang anak bernama Ada Niezgódka (Antonina Litwiniak) mendapat kesempatan belajar di akademi yang dipimpin Mr. Kleks (Tomasz Kot) dan bertemu berbagai makhluk fantastis. Di tengah pengalaman barunya, ia juga berusaha menemukan ayahnya yang hilang.

    Bukan sekadar film fantasi, kisahnya sendiri punya sejarah yang cukup panjang. Kleks Academy terinspirasi dari buku karya penulis Polandia, Jan Brzechwa, yang pertama kali terbit pada 1946. Netflix lalu menghidupkannya dengan visual yang lebih modern dan petualangan yang lebih luas.

  5. 5. The Snow Sister (2024)

    adegan dalam film The Snow Sister
    adegan dalam film The Snow Sister (dok. Netflix/The Snow Sister)

    Natal seharusnya menjadi momen istimewa bagi Julian (Mudit Gupta) karena ia juga akan berulang tahun. Sayangnya, keluarganya masih berduka setelah mengalami kehilangan. Kehadiran Hedvig (Celina Meyer Hovland), seorang gadis ceria yang ditemuinya secara tak sengaja, perlahan membawa warna baru dalam kehidupan Julian.

    Film Norwegia ini mengadaptasi buku anak berjudul sama karya Maja Lunde dan Lisa Aisato. Meski dibalut suasana Natal, The Snow Sister lebih banyak berbicara tentang keluarga, persahabatan, dan proses menghadapi kehilangan.

  6. 6. The Spiderwick Chronicles (2008)

    adegan dalam film The Spiderwick Chronicles
    adegan dalam film The Spiderwick Chronicles (dok. Paramount Pictures/The Spiderwick Chronicles)

    Freddie Highmore punya tantangan tersendiri ketika membintangi The Spiderwick Chronicles. Aktor tersebut harus memainkan peran ganda sebagai Jared Grace dan Simon Grace, saudara kembar dengan kepribadian yang bertolak belakang.

    Kisahnya sendiri diadaptasi dari seri buku populer karya Tony DiTerlizzi dan Holly Black. Setelah pindah ke Spiderwick Estate, Jared, Simon, dan kakak perempuan mereka, Mallory (Sarah Bolger), menemukan dunia makhluk ajaib yang selama ini tersembunyi dari manusia. Penemuan tersebut kemudian menyeret mereka ke dalam petualangan yang penuh bahaya.

  7. 7. Na Willa (2026)

    adegan dalam film Na Willa
    adegan dalam film Na Willa (dok. Visinema Studios/Na Willa)

    Gak semua cerita anak butuh dunia fantasi untuk jadi menarik. Na Willa, yang diangkat dari buku pertama dalam trilogi karya Reda Gaudiamo, membuktikannya. Film Indonesia ini mengajak penonton melihat kehidupan keluarga, sekolah, teman, dan lingkungan sekitar dari sudut pandang seorang anak perempuan bernama Na Willa (Luisa Adreena) di Surabaya pada era 1960-an.

    Latar masa lalu tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dari film garapan Ryan Adriandhy (Jumbo) ini. Ceritanya pun terasa lebih sederhana, hangat, dan dekat dengan keseharian kita dibandingkan deretan judul dalam daftar ini.

    Menonton film adaptasi buku anak bukan cuma menghibur, tapi juga bisa jadi cara seru untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Dari ketujuh film di atas, kamu tertarik nonton yang mana dulu, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More