Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Film Look Back Live Action Dapat Standing Ovation 12 Menit di Venice

Film Look Back Live Action Dapat Standing Ovation 12 Menit di Venice
Look Back (dok. K2 Pictures/Look Back)
  • Look Back versi live-action karya Hirokazu Kore-eda mendapat standing ovation lebih dari 12 menit usai pemutaran perdana di Venice International Film Festival ke-83

  • Film kompetisi utama Venice ini mengadaptasi manga one-shot Tatsuki Fujimoto. Kore-eda mengaku tersentuh saat membacanya dan terdorong kembali memikirkan karya pada masa pandemi.

  • Cerita mengikuti Fujino dan Kyomoto, dua siswi berbakat yang beralih dari persaingan menjadi rekan pembuat manga, sebelum sebuah peristiwa mengubah hubungan mereka saat dewasa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Film terbaru Hirokazu Kore-eda, Look Back (2026), mencuri perhatian di Venice International Film Festival ke-83. Versi live-action dari manga one-shot karya Tatsuki Fujimoto, mangaka Chainsaw Man tersebut, mendapat sambutan luar biasa setelah pemutaran perdananya di festival film bergengsi Italia itu.

Look Back masuk dalam kompetisi utama Venice International Film Festival tahun ini. Tak hanya mendapat tepuk tangan panjang dari penonton, pemutaran perdana tersebut juga berlangsung emosional hingga membuat Kore-eda dan sejumlah aktornya meneteskan air mata.

  1. 1. Dapat standing ovation 12 menit di Venice, Kore-eda menangis

    Diadaptasi dari manga one-shot Tatsuki Fujimoto, mangaka Chainsaw Man.jpg
    Look Back (dok. K2 Pictures/Look Back)

    Look Back mendapat standing ovation selama lebih dari 12 menit setelah pemutaran resminya di Venice International Film Festival ke-83 pada 7 September 2026 waktu setempat. Lebih lama dari film karya Todd Phillips, Joker: Folie à Deux (2024), yang mendapat tepuk tangan selama 11 menit.

    Kore-eda hadir langsung dalam pemutaran perdana tersebut bersama para pemeran, termasuk Natsuki Deguchi, Aju Makita, Furi Nanase, dan Rikka Okada. Mereka disambut tepuk tangan meriah dari penonton yang memenuhi lokasi festival. Panjangnya tepuk tangan tersebut membuat suasana haru. Natsuki Deguchi dan Aju Makita bahkan terlihat meneteskan air mata ketika membungkuk untuk berterima kasih.

    Kore-eda juga tampak sangat terharu ketika berdiri bersama para pemain di atas panggung. Momen tersebut menjadi salah satu sambutan paling hangat untuk film kompetisi utama di Venice tahun ini.

  2. 2. Diadaptasi dari manga one-shot Tatsuki Fujimoto, mangaka Chainsaw Man

    Look Back (dok. Studio Durian/Look Back)
    Look Back (dok. Studio Durian/Look Back)

    Look Back merupakan versi live action dari manga berjudul sama karya Tatsuki Fujimoto, mangaka yang juga dikenal lewat Chainsaw Man. Film ini menjadi proyek terbaru Kore-eda yang kembali mengeksplorasi kisah tentang hubungan antarmanusia, pertumbuhan, kehilangan, dan proses menemukan makna dalam berkarya. Bahkan, Kore-eda langsung tertarik ketika pertama kali membaca manga tersebut.

    Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, Kore-eda mengungkapkan bahwa ia membaca Look Back ketika sedang dalam perjalanan pulang dari Kyoto ke Tokyo. Setelah turun di Stasiun Shinagawa, ia mampir ke sebuah toko buku dan menemukan manga tersebut.

    "Saat sampai di kantor, saya membukanya sekilas, dan akhirnya saya membacanya sampai habis dalam sekali duduk. Saya sangat tersentuh olehnya," ujar Kore-eda, Senin (7/9/2026).

    Ia mengaku jarang menemukan karya yang langsung membuatnya ingin melakukan adaptasi.

    "Jarang sekali menemukan karya yang langsung membuat saya berpikir ingin mengadaptasinya. Saat itu sekitar pandemi, periode di mana saya tidak banyak bekerja. Ceritanya benar-benar menyentuh hati saya. Bahkan mendorong saya untuk mulai memikirkan karya saya lagi," lanjutnya.

    Look Back menjadi film fitur ke-18 Kore-eda. Film ini menjadi karya yang terasa dekat dengan karakter penyutradaraan Kore-eda, terutama dalam mengangkat hubungan antarkarakter dan dinamika kehidupan sehari-hari. Berbeda dari film Kore-eda sebelumnya, Sheep in the Box (2026), yang membawa unsur sci-fi, Look Back menawarkan kisah yang lebih membumi dan personal tentang kecintaan terhadap manga.

  3. 3. Film Look Back mengisahkan apa?

    Look Back mengisahkan apa.jpg
    Look Back (dok. K2 Pictures/Look Back)

    Look Back mengikuti Fujino, siswi sekolah dasar yang dikenal berbakat dalam menggambar manga. Karakter Fujino diperankan oleh aktris pendatang baru Furi Nanase. Namun, kehidupan Fujino mulai berubah ketika ia melihat karya Kyomoto, teman sekelasnya yang tertutup dan jarang keluar rumah. Meskipun tidak banyak bersosialisasi, Kyomoto memiliki kemampuan menggambar yang jauh lebih matang dari usianya.

    Awalnya, kemampuan Kyomoto membuat Fujino merasa tertantang. Persaingan di antara keduanya kemudian berkembang menjadi persahabatan yang tulus. Fujino dan Kyomoto akhirnya bekerja sama membuat manga. Fujino bertugas menggambar karakter, sedangkan Kyomoto mengerjakan bagian latar belakang.

    Cerita berlanjut ke tahun-tahun setelah mereka tumbuh dewasa. Keduanya mulai merasakan kesuksesan setelah karya mereka diterbitkan secara profesional, tetapi sebuah peristiwa membuat hubungan mereka berubah dan membawa keduanya ke jalan masing-masing. Untuk versi dewasa, Fujino dan Kyomoto masing-masing diperankan oleh Natsuki Deguchi dan Aju Makita.

    Film ini juga melakukan pengambilan gambar di berbagai lokasi di wilayah Tohoku, Jepang, selama kurang lebih satu tahun. Lanskap pedesaan Jepang dengan perubahan musim menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer cerita. Melalui visual tersebut, Look Back menghadirkan gambaran masa kanak-kanak yang penuh kepolosan sekaligus proses tumbuh dewasa yang tidak selalu mudah.

    Versi animasi Look Back sendiri sudah pernah tayang di Indonesia pada tahun 2024. Kita tunggu saja kapan film ini rilis di bioskop Tanah Air!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More