6 Film Marvel dengan Tema Paling Unik yang Wajib Kamu Tonton

- Captain America: The First Avengers (2011) mengambil tema Perang Dunia II dan fokus pada drama peperangan yang berbeda dari film superhero lain.
- Guardian of the Galaxy (2014—2023) memadukan latar luar angkasa dengan unsur komedi, menjadikannya salah satu ramuan terbaik MCU.
- Captain America: The Winter Soldier (2014) mengadaptasi stereotip spy action ke dalam film superhero dengan aksi bela diri tangan kosong yang epic.
Film superhero akan terasa membosankan tanpa adanya inovasi. Rumus klasik tentang superhero menyelamatkan kota dari penjahat super sudah terlalu mainstream. Oleh karena itu, kini banyak film superhero yang berkolaborasi dengan genre dan tema lain.
Marvel Cinematic Universe (MCU) yang sudah merilis banyak film superhero sudah bereksperimen. Membawa tema unik dan memorable dalam film Marvel sepertinya juga tidak mudah. Namun, enam film Marvel ini memberikan kisah unik dan berani tampil beda.
Table of Content
1. Captain America: The First Avengers (2011)

Captain America: The First Avengers (2011) adalah salah saut film superhero yang mengawali franchise MCU. Film ini menceritakan kisah awal terlahirnya superhero paling penting di Avengers, yakni Captain America. Film ini unik daripada yang lain, karena mengambil tema Perang Dunia II.
Menceritakan Steve Rogers, seorang laki-laki berfisik lemah, namun berhati patriot, yang nekat bergabung dalam militer. Meskipun kesusahan, usaha dan keberanianya membuatnya dipilih mendapat serum tentara super pertama di dunia.
Film ini minim unsur fiksi ilmiah dengan CGI dan berfokus pada drama peperangan yang cocok banget dengan tema dan latar film ini. Beda banget dengan kebanyakan film superhero di masa itu.
2. Guardian of the Galaxy (2014—2023)

Space opera menjadi salah satu genre film fiski ilmiah paling populer. Bagaimana tidak? Drama berlatar luar angkasa dengan banyak planet, alien, dan budaya berbeda dari Bumi akan selalu jadi bahan menarik. Hal tersebut kemudian dikolaborasikan dengan tema superhero yang akhirnya melahirkan trilogi Guardian of the Galaxy (2014—2023).
Menceritakan kisah epik tim pelindung galaksi yang dipimpin oleh Star-Lord, film ini memasukkan unsur komedi yang benar-benar bikin lebih fresh dan enjoyable. Film superhero luar angkasa ini masih jadi salah satu ramuan terbaik MCU hingga saat ini.
3. Captain America: The Winter Soldier (2014)

Penyuka film laga mata-mata pasti sudah tak asing dengan seri Mission Impossible, The Bourne, atau John Wick. Sama seperti ketiga seri film tersebut, Captain America: The Winter Soldier identik dengan aksi bela diri tangan kosong yang epic.
Captain America: The Winter Soldier (2014) adalah film MCU yang mengadaptasi stereotip spy action ke dalam film superhero. Film ini minim dengan CGI dan pertarungan bombastis ala superhero yang digantikan dengan adegan aksi dengan koreografi yang luar biasa.
Ditambah lagi intrik politik yang kental membawa sudut pandang baru dalam dunia superhero. Sampai sekarang, adegan duel Captain America dan Winter Soldier masih jadi salah satu adegan fighting terbaik di MCU.
4. Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021)

Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021) memadukan genre superhero dengan silat khas film laga Asia, perpaduan yang seolah sulit direalisasi. Film ini berhasil memanfaatkan tema laga dengan indahnya koreografi adegan kungfu dan adapatsi budaya mandarin, seperti pakaian, interior dan bahasa.
Kesuksesan film ini tentu tak jauh dari kontribusi Tony Leung, si aktor laga legendari dari Hong Kong. Peranya sebagai Wenwu sangat menjiwai dan membantu karakter Shang-Chi yang diperankan Simu Liu untuk berkembang. Jika kamu mencari film superhero dengan adegan fighting terbaik, maka film ini adalah opsi terbaik.
5. Black Panther (2018)

Black Panther (2018) adalah salah satu film kebanggaan Marvel. Film yang baru saja kembali dengan sekuel Black Panther: Wakanda Forever (2022) ini berupaya membawa tema dan budaya dari bangsa Afrika ke layar lebar. Melihat dari respons positif yang diterima dari film ini, sepertinya Marvel berhasil dalam usahanya.
Film yang dibintangi mendiang Chadwick Boseman ini menceritakan Wakanda, negara di pedalaman Afrika yang mengisolasi diri dari dunia luar. Film ini berfokus pada superhero Black Panther yang harus melindungi negerinya dari berbagai ancaman. Di sepanjang film ini, kamu bisa melihat berbagai budaya Afrika yang disisipkan.
6. Doctor Strange (2016)

Superhero atau penyihir? Pertanyaan tersebut sering ditanyakan kepada Doctor Strange. Film solonya, Doctor Strange (2016), memang bertema sihir, di mana banyak artefak magis dan berbagai mantra ditunjukkan. Film tersebut jadi pertama kalinya sihir atau mystic arts dikenalkan di MCU.
Doctor Strange (2016) memanfaatkan teknologi CGI untuk membuat efek yang jadi keunggulan film ini. Banyak hal magis yang gak akan bisa ditemui di film superhero biasa, sehingga bikin film ini beda dari yang lain. Sekuel Doctor Strange: in the Multiverse of Madness (2022) juga gak boleh dilewatin.
Jika tidak melakukan eksperimen dengan berbagai tema unik, film superhero akan menjadi film yang membosankan dengan latar cerita yang itu-itu aja. Untungnya, Marvel Studios paham dan selalu inovatif dengan tema film-filmnya.
FAQ seputar film Marvel dengan tema unik
| Mengapa Captain America: The First Avenger (2011) dianggap unik di MCU | Karena film ini mengambil tema Perang Dunia II. Berbeda dengan film superhero pada masanya yang kental dengan fiksi ilmiah modern, film ini lebih menonjolkan drama peperangan dan patriotisme klasik dengan penggunaan CGI yang lebih minim. |
| Bagaimana film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021) tampil beda? | Film ini memadukan genre superhero dengan laga silat khas film Hong Kong. Unsur uniknya terletak pada koreografi kungfu yang indah, adaptasi budaya Mandarin, serta pengaruh kuat dari aktor legendaris Tony Leung. |
| Apa yang membuat Black Panther (2018) menjadi film yang sangat membanggakan? | Karena keberaniannya mengangkat budaya dan tradisi bangsa Afrika ke layar lebar. Film ini menampilkan negara fiksi Wakanda yang memiliki teknologi sangat maju namun tetap menjaga akar budaya lokalnya dengan sangat kuat. |



















