- Pemain: Tony Leung Chiu Wai, Maggie Siu, Sean Lau
- Sutradara: Patrick Yau, Johnnie To
- Sinematografer: Ko Chiu-Lam
5 Film Neo-Noir Underrated yang Sinematografinya Ciamik

- The Longest Nite (1998): Film neo-noir Hong Kong dengan sinematografi kota bersinar lampu neon dan adegan duel di gudang cermin.
- Sparrow (2008): Memukau dengan sekuens duel pencopet dalam hujan deras dan payung sebagai properti utama.
- Bad Lieutenant (1992): Visual estetik New York tanpa banyak polesan, pilihan color grading dan teknik pencahayaan alami yang memanjakan mata.
Sejauh ini film pemenang Best Cinematography Oscar didominasi genre perang, sains-fiksi, dan epik sejarah. Susah didebat sih memang, tetapi kalau kamu mau coba ulik sendiri, film bergenre kriminal ternyata juga bisa memanjakan mata, lho. Terutama kalau kamu mau mencoba nonton film-film neo-noir masa lalu.
Susah buat percaya? Fallen Angels (1995) bisa jadi salah satu buktinya. Film garapan Wong Kar Wai yang dibuatnya bersama Christopher Doyle di departemen sinematografi itu dijuluki salah satu film kriminal paling inovatif dan stylish karena tata letak kamera, editing, dan pencahayaannya yang tak biasa. Buktikan lebih jauh dengan nonton 5 film berikut. Dijamin bakal mengubah perspektifmu selamanya soal sinematografi unik. Ternyata ini bukan perkara bujet.
1. The Longest Nite (1998)

Kamu bisa mulai dengan nonton film Hong Kong berjudul The Longest Nite. Bergenre neo-noir, film ini mengikuti petualangan polisi korup yang satu hari menemukan dirinya dibuntuti sosok misterius. Dalam waktu singkat, sejak kehadiran orang misterius ini, ia kehilangan kepercayaan petinggi geng yang selama ini ia bantu dan nasibnya berada di ujung tanduk. Patrick Yau dan Johnnie To menggunakan Makau sebagai latarnya dan seperti film neo-noir pada umumnya, kamu bakal disuguhi nuansa kota bersiramkan cahaya lampu neon. Namun, bukan itu highlight sinematografi film ini, tetapi satu adegan di gudang penuh cermin tempat si polisi berduel dengan penguntitnya.
2. Sparrow (2008)

Johnnie To juga pernah bikin sekuens duel ikonik dalam filmnya yang lain berjudul Sparrow. Film ini memakai POV kawanan pencopet yang tak sengaja terjebak dalam konflik dengan komplotan geng kriminal kelas kakap. Jelang akhir film, kamu bakal disuguhi adegan duel minim kontak fisik, tetapi koreografinya superior dan editing-nya bikin terpana. Lebih menarik lagi, adegan tersebut dilakukan dengan latar hujan deras dan melibatkan payung. Penasaran?
- Pemain: Gordon Lam, Simon Yam, Kelly Lin
- Sutradara: Johnnie To
- Sinematografer: Cheng Siu-Keung
3. Bad Lieutenant (1992)

Film neo-noir lain yang visualnya memanjakan mata adalah Bad Lieutenant. Seperti The Longest Nite, film ini juga memotret keseharian seorang polisi korup. Bedanya, ia tergerak untuk bertobat setelah tak sengaja mendengar kesaksian seorang biarawati yang jadi korban kekerasan seksual. Berlatar New York, film ini berhasil memperlihatkan kota itu apa adanya tanpa banyak polesan, tetapi pilihan color grading dan teknik pencahayaan alami sinematografer Ken Kelsch bikin film ini estetik tanpa bikin sakit mata.
- Pemain: Harvey Keitel, Frankie Thorn,
- Sutradara: Abel Ferrara, Zoe Lund
- Sinematografer: Ken Kelsch
4. Brother (2000)

Tidak pakai banyak warna, film Brother yang dibintangi dan disutradarai Takeshi Kitano juga tetap memanjakan mata. Terkonsentrasi pada kawanan kelompok kriminal di Tokyo dan Los Angeles, hampir semua karakternya pakai kostum gelap hitam-hitam. Namun, ini kontras dengan latar Los Angeles yang cerah dan terang. Masih bekerja sama dengan kolaborator setianya di departemen fotografi, Katsumi Yanagijima, kamu bakal disuguhi banyak static shot dengan simetri sempurna yang membuat Brother unik untuk sebuah film gangster. Terlihat tenang, tetapi bakal mengejutkanmu dengan elemen brutalnya.
- Pemain: Takeshi Kitano, Claude Maki, Omar Epps
- Sutradara: Takeshi Kitano
- Sinematografer: Katsumi Yanagijima
5. Black Coal, Thin Ice (2014)

Black Coal, Thin Ice adalah film yang cukup unggul secara visual. Diao Yinan bekerja sama dengan Jingsong Dong untuk menciptakan suasana yang dingin dan tak bersahabat. Padahal, ia tetap pakai pencahayaan -vibran khas lampu neon. Film ini juga memakai banyak adegan long-shot dan wide-shot yang berhasil menciptakan kengerian dan kesan misterius. Ceritanya, sih, soal detektif yang sebenarnya sudah dinonaktifkan gara-gara sebuah kasus yang gagal ia pecahkan. Bertahun-tahun kemudian, kasus itu muncul lagi ke permukaan dan membuatnya penasaran. Bersama salah satu rekannya, ia mencoba menyelidiki lagi kasus pembunuhan berantai yang bikin kariernya hancur itu.
- Pemain: Liao Fan, Gwei Lun-mei
- Sutradara: Diao Yinan
- Sinematografer: Jingsong Dong
Ajang penghargaan memang cara paling mudah menemukan film berkualitas berdasar kategori yang kamu minati. Namun, buat departemen sinematografi, coba deh untuk keluar dari pakem Oscar dan jelajahi genre kriminal dan neo-noir, niscaya kamu bakal menemukan banyak inspirasi untuk bikin film stylish dan estetik.



















