Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Neorealisme Soal Tantangan Sebelum Menikah, Begini Banget!
Mountains May Depart (dok. Kino Lorber/Mountains May Depart)
  • Lima film neorealisme menyoroti bagaimana kemiskinan struktural, upah rendah, dan ketimpangan ekonomi menghambat rencana pernikahan maupun kehidupan pasangan.
  • The Engagement of Anna, Empty Nets, The Roof, dan Crimson Gold menggambarkan tokoh-tokoh yang terhalang pekerjaan, mahar, tempat tinggal, serta perlakuan kelas sosial.
  • Mountains May Depart menampilkan pilihan cinta yang dipengaruhi kemapanan finansial, sementara keseluruhan film memperlihatkan dampak ekonomi pada keputusan personal dan mobilitas sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saking sulitnya situasi ekonomi terkini, pernahkah kamu berpikir kalau menikah adalah visi yang sukar digapai. Gara-gara inflasi yang tak terkendali, gaji UMR (upah minimum regional) sudah tak ideal untuk menghidupi keluarga kecil. Krisis perumahan dan berbagai tantangan lain rasanya bikin kita bergumam, “Begini amat mau nikah?”

Mirisnya, tantangan sebelum menikah macam ini ternyata sudah ada sejak lama. Bukti kalau kita benar-benar sudah terjebak dalam kapitalisme dan ketimpangan. Gak percaya? Tonton 5 film neorealisme yang membahas perjuangan pasangan yang akan menikah, tapi terhalang kemiskinan struktural berikut.

1. The Engagement of Anna (1972)

The Engagement of Anna (dok. Onassis Foundation/The Engagement of Anna)

The Engagement of Anna adalah film klasik Yunani yang berpusat pada seorang asisten rumah tangga (ART). Masih muda dan pekerja keras, Anna, sang ART berhasil mencuri hati keluarga majikannya. Menganggapnya keluarga sendiri, mereka tergerak memikirkan masa depan Anna. Jadilah, keluarga itu berusaha mencarikan Anna jodoh yang kiranya sesuai dengannya. Benar saja, Anna akhirnya jatuh cinta pada pria yang direkomendasikan keluarga itu dan berencana akan menikah. Bukannya ikur senang, keluarga kelas menengah itu sadar kalau mereka akan kehilangan pegawai terbaik mereka. Jadilah, kini mereka berbalik berusaha mencegah pernikahan tersebut.

  • Genre: drama, neorealisme

  • Pemain: Anna Vagena, Smaro Veaki

  • Sutradara: Pantelis Voulgaris

2. Empty Nets (2023)

Empty Nets (dok. Basis Berlin Filmproduktion/Empty Nets)

Lanjutkan petualangan sinematikmu dengan nonton film neorealis Iran berjudul Empty Nets. Film ini mengikuti perjuangan Amir, pemuda yang sedang menabung untuk bisa melamar kekasihnya, Narges. Masalahnya, seberapa keras Amir bekerja, tabungannya tak kunjung cukup untuk membayar mahar pernikahan. Apalagi, Narges berasal dari keluarga yang kasta ekonominya di atas Amir. Satu hari, ia dapat tawaran kerja dari seorang rekan. Gajinya lebih besar, tetapi risikonya pun mengikuti. Jadilah Amir bekerja di sektor perikanan yang sejak awal penuh bendera merah, tetapi nekat ia selami.

  • Genre: drama, neorealisme

  • Pemain: Hamid Reza Abbasi, Sadaf Asgari

  • Sutradara: Behrooz Karamizade

3. The Roof (1956)

The Roof (dok. De Sica Produzione/The Roof)

The Roof adalah cerita Natale dan Luisa, pengantin baru yang masih menumpang hidup di rumah mertua. Ini mereka lakukan karena belum punya cukup uang untuk menyewa apartemen sendiri. Natale yang bekerja sebagai pekerja konstruksi penghasilannya masih pas-pasan. Namun, itu tidak menghalangi mereka untuk mencapai mimpi. Dengan cara unik dan gigih, pasutri ini pun perlahan berusaha menggapai mimpi mereka punya rumah sendiri.

  • Genre: drama, neorealisme

  • Pemain: Giorgio Listuzzi, Gabriella Pallotti

  • Sutradara: Vittorio De Sica

4. Crimson Gold (2003)

Crimson Gold (dok. Celluloid Dreams/Crimson Gold)

Hussein adalah korban kemiskinan struktural di Iran yang harus bekerja seharian hanya untuk dapat upah minimum. Ini bikin rencananya menikahi tunangannya terhambat. Saat akan melihat-lihat cincin pernikahan di sebuah toko perhiasan, Hussein justru dihina secara tak langsung karena penampilan dan kemampuan ekonominya. Penghinaan dan penderitaan bertubi-tubi itu memuncak ketika ia harus mengantar pesanan piza ke rumah orang kaya. Di sana ia melihat dengan jelas ketidakadilan yang mendorongnya melakukan aksi nekat kemudian.

  • Genre: drama, thriller, neorealisme

  • Pemain: Hossain Emadeddin, Kamyar Sheisi

  • Sutradara: Jafar Panahi

5. Mountains May Depart (2015)

Mountains May Depart (dok. Kino Lorber/Mountains May Depart)

Tao adalah perempuan muda yang terjebak dalam cinta segitiga dengan dua teman masa kecilnya, Jingsheng dan Liang. Tidak seperti Jingsheng yang ekstrover dan penuh percaya diri, Liang lebih kalem dan tertutup. Jadilah perlombaan mencuri hati Tao dimenangkan Jingsheng. Apalagi secara karier, Jingsheng lebih mapan. Tao yang sempat mengalami dilema akhirnya memilih untuk menikahi Jingsheng, meninggalkan Liang dengan idealisme dan kehidupan sederhananya. Bertahun-tahun kemudian, ketiga orang ini dipertemukan lagi dalam kondisi yang tak sama lagi. Benarkah Tao lebih bahagia bersama pria yang menawarkan kestabilan finansial? Apakah Liang tak berhak meraih kebahagiaan karena miskin?

  • Genre: drama, neorealisme

  • Pemain: Liang Jingdong, Zhao Tao

  • Sutradara: Jia Zhangke

Kemiskinan struktural memang musuh terbesar manusia. Nyatanya mobilitas sosial alias perbaikan nasib itu tak segampang itu diraih. Dampaknya luas, gak hanya pada tingkat pendapatan dan akses fasilitas, bahkan juga ke keputusan-keputusan personal seseorang. Persis seperti yang didemonstrasikan kelima film di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article