“Tidak ada rakyat yang diuntungkan dalam perang” sepertinya masih jadi pendapat yang tidak populer (unpopular opinion) dibandingkan dengan jargon-jargon bela negara yang digaungkan berabad-abad. Padahal, kalau dipikir-pikir, pada akhirnya rakyat pula yang menanggung kerugian paling besar. Pajak dipakai untuk membiayai pengeluaran perang, ruang hidup makin terbatas, dan kita pun berpotensi jadi korban langsung.
Sayang, pesan pasifis atau antiperang pun tidak banyak ditemukan dalam budaya pop yang berkembang. Kebanyakan film tentang perang masih didominasi elemen romantisasi ketimbang kritik murni. Di sinilah, sineas perempuan memperkenalkan sudut pandang alternatif yang membuka mata. Kerap dianggap tak berkontribusi, padahal nasibnya sama-sama terancam, perempuan punya banyak opini yang patut didengar. Penasaran? Ini lima film pasifis terbaik garapan sutradara perempuan.
