Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Film Perang Terseru dengan Latar Konflik di Zaman Modern

5 Film Perang Terseru dengan Latar Konflik di Zaman Modern
Warfare (dok. A24/Warfare)
  • Lima film perang berlatar konflik modern menampilkan ketegangan melalui teknologi militer, tekanan psikologis tentara, serta perjuangan warga sipil dan individu untuk bertahan hidup.
  • The Hurt Locker, Jarhead, dan Warfare mengangkat pengalaman personel militer dalam Perang Irak dan Perang Teluk, termasuk penjinakan bom, konflik batin, serta situasi bertahan hidup.
  • Hotel Rwanda dan Beasts of No Nation menyoroti dampak konflik terhadap warga sipil, dari upaya Paul melindungi pengungsi hingga trauma Agu yang dipaksa bergabung kelompok bersenjata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Film perang tidak selalu harus mengambil latar Perang Dunia I atau Perang Dunia II untuk menghadirkan cerita yang menegangkan. Konflik yang terjadi di era modern juga punya banyak kisah dramatis yang menarik untuk diangkat ke layar lebar. Dengan teknologi militer yang semakin canggih, peperangan modern justru bisa terasa lebih dekat, intens, dan realistis bagi penonton.

Beberapa film bahkan tidak hanya berfokus pada baku tembak atau strategi di medan perang. Ada yang menggambarkan tekanan psikologis para tentara, kehidupan warga sipil yang terjebak konflik, hingga bagaimana seseorang berusaha bertahan ketika situasi di sekitarnya semakin kacau. Kalau sedang mencari film perang modern yang penuh ketegangan sekaligus punya cerita kuat, lima judul berikut bisa masuk daftar tontonan.

  1. 1. The Hurt Locker (2008)

    film The Hurt Locker.
    film The Hurt Locker (dok. Warner Bros/The Hurt Locker)

    The Hurt Locker menjadi salah satu film perang modern paling menegangkan karena mengambil sudut pandang para ahli penjinak bom dalam Perang Irak. Jeremy Renner berperan sebagai Sersan Kelas Satu William James, anggota tim yang bertugas menemukan dan menjinakkan bom sebelum benda tersebut merenggut lebih banyak nyawa. Setiap tugas yang mereka jalankan selalu menghadirkan risiko besar.

    Kathryn Bigelow mengemas situasi tersebut dengan gaya intens dan membuat penonton terus berada dalam kondisi tegang. Yang membuat The Hurt Locker begitu kuat adalah fokusnya terhadap tekanan mental yang dialami para tentara. Bahaya tidak hanya datang dari ledakan, tetapi juga dari rasa takut, paranoia, dan ketegangan yang terus menumpuk selama bertugas.

  2. 2. Hotel Rwanda (2004)

    Hotel Rwanda.
    Hotel Rwanda (Dok. MGM/Hotel Rwanda)

    Film ini lebih banyak berfokus pada perjuangan warga sipil di tengah genosida Rwanda pada 1994. Ceritanya mengikuti Paul, seorang manajer hotel yang berusaha melindungi lebih dari 1.500 orang yang terjebak dalam situasi mengerikan. Don Cheadle memberikan penampilan kuat sebagai Paul, seorang pria yang awalnya hanya ingin melindungi keluarganya tetapi akhirnya mengambil risiko besar demi menyelamatkan orang lain.

    Di tengah situasi yang semakin kacau, hotel tempatnya bekerja berubah menjadi tempat perlindungan bagi para pengungsi. Film ini tidak mengandalkan pertempuran besar untuk menciptakan ketegangan. Justru keputusan-keputusan kecil yang harus dibuat Paul terasa sangat menegangkan karena satu kesalahan bisa membahayakan banyak nyawa.

  3. 3. Beasts of No Nation (2015)

    Beasts of No Nation.
    Beasts of No Nation (Dok. Netflix/Beasts of No Nation)

    Film arahan Cary Joji Fukunaga ini mengikuti Agu, anak laki-laki yang kehilangan keluarganya setelah konflik bersenjata menghancurkan kampung halamannya. Ia kemudian dipaksa bergabung dengan kelompok bersenjata yang dipimpin seorang komandan karismatik sekaligus kejam, diperankan oleh Idris Elba. Dari sinilah penonton diajak melihat bagaimana seorang anak dapat berubah drastis ketika tumbuh di tengah kekerasan dan peperangan.

    Kekuatan film ini bukan hanya terletak pada adegan perangnya, tetapi juga pada dampak psikologis yang ditimbulkan terhadap Agu. Ia perlahan kehilangan masa kanak-kanaknya dan harus menghadapi berbagai pengalaman traumatis yang seharusnya tidak pernah dialami seorang anak. Film ini memang sangat berat untuk ditonton, tetapi justru itulah yang membuat pesannya terasa kuat.

  4. 4. Jarhead (2005)

    Jarhead.
    Jarhead (dok. Universal Pictures/Jarhead)

    Berlatar Perang Teluk pada 1990–1991, Jarhead mengikuti perjalanan Anthony "Swoff" Swofford yang diperankan Jake Gyllenhaal. Ia awalnya hanyalah seorang prajurit muda yang menjalani pelatihan sebelum akhirnya dikirim ke Arab Saudi setelah Irak menginvasi Kuwait. Swoff kemudian dilatih sebagai penembak jitu dan berharap bisa menjalankan tugasnya di medan perang.

    Namun, realitas yang ia hadapi ternyata jauh lebih rumit daripada sekadar menembakkan senjata ke musuh. Film arahan Sam Mendes ini menarik karena memperlihatkan sisi perang yang sering terlupakan. Swoff bahkan harus menghadapi kenyataan bahwa meskipun sudah menjalani pelatihan sebagai sniper, ia bisa saja menyelesaikan perang tanpa pernah melepaskan satu tembakan pun.

    Kondisi tersebut justru menjadi bagian penting dari konflik batin sang karakter. Dengan penampilan kuat dari Gyllenhaal dan pemain pendukung seperti Jamie Foxx serta Peter Sarsgaard, Jarhead terasa lebih seperti potret psikologis seorang tentara daripada film perang penuh aksi.

  5. 5. Warfare (2025)

    Warfare.
    Warfare (dok. A24/Warfare)

    Warfare menawarkan gambaran peperangan modern yang terasa sangat intens karena ceritanya terinspirasi dari pengalaman nyata Ray Mendoza saat bertugas sebagai anggota Navy SEAL dalam Perang Irak. Film yang disutradarai Alex Garland bersama Mendoza ini mengikuti sekelompok tentara yang terjebak dalam situasi berbahaya di sebuah rumah di Irak.

    Alih-alih membuat perang terlihat heroik dan glamor, film ini lebih banyak memperlihatkan kekacauan, ketakutan, serta perjuangan untuk bertahan hidup. Will Poulter, Cosmo Jarvis, Kit Connor, Joseph Quinn, dan sejumlah aktor lainnya ikut memperkuat suasana film yang penuh tekanan. Salah satu daya tarik terbesar Warfare adalah pendekatannya yang terasa mentah dan tidak banyak memberikan ruang untuk bernapas.

    Kelima film tersebut memperlihatkan bahwa cerita perang modern tidak selalu tentang siapa yang menang atau kalah di medan tempur. Dari kelima film perang berlatar konflik modern tersebut, mana yang paling ingin kamu tonton terlebih dahulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More