Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Film tentang Pelaku UMKM, Tak Semudah yang Dilihat

5 Film tentang Pelaku UMKM, Tak Semudah yang Dilihat
Luzzu (dok. Kino Lorber/Luzzu)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti sisi realistis perjuangan pelaku UMKM yang sering dianggap pahlawan ekonomi, namun sebenarnya rentan terhadap gejolak pasar dan ketimpangan akses modal.
  • Lima film dari berbagai negara menggambarkan tantangan nyata UMKM, mulai dari nelayan Malta hingga penjual jalanan New York, yang berjuang menghadapi dominasi korporasi besar.
  • Pesan utama artikel menegaskan bahwa kebebasan berwirausaha datang bersama risiko tinggi, karena perubahan ekonomi dan kebijakan dapat langsung mengguncang keberlangsungan usaha kecil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Dahulu, kamu mungkin salah satu orang yang meromantisasi eksistensi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Mereka dianggap pahlawan, karena bisa membuka lapangan kerja baru dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. Namun, setelah dipikir-pikir, keberadaan mereka ternyata dapat dilihat sebagai kegagalan pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja formal.

Kamu juga wajib sadar bahwa pelaku UMKM adalah pihak yang rentan bila terjadi gejolak ekonomi. Mereka juga berisiko tergerus persaingan tak sehat dengan kapitalis yang punya modal besar dan akses ke pemangku kebijakan. Gak percaya? Lima film tentang UMKM ini adalah gambaran realistis pelaku UMKM di seluruh dunia.

1. Luzzu (2021)

Luzzu
Luzzu (dok. Kino Lorber/Luzzu)

Luzzu terkonsentrasi pada Jesmark, nelayan tradisional Malta yang menemukan kalau sumber penghasilannya berkurang gara-gara perusahaan perikanan modern. Untuk bertahan hidup, banyak rekan sejawatnya yang memilih menjual kapal mereka dan bergabung dengan korporasi besar bahkan bisnis gelap yang lebih menguntungkan. Ini membuat Jesmark berada dalam dilema berkepanjangan.

  • Genre: drama, realisme
  • Pemain: Jesmark Scicluna, Michela Farrugia
  • Sutradara: Alex Camilleri
  • Negara: Malta

2. Man Push Cart (2005)

Man Push Cart
Man Push Cart (dok. Criterion/Man Push Cart)

Seorang pria asal Pakistan bernama Ahmad sehari-hari bekerja sebagai penjual kopi dan bagel di New York. Tak punya kios, Ahmad menjajakan produknya dengan sebuah gerobak dorong yang ia sewa dari seseorang.

Film mengikuti keseharian dan beberapa kejadian “menarik” dalam hidupnya. Ia mendapat tawaran kerja untuk mengecat apartemen seorang kenalan hingga dapat secercah harapan untuk melanjutkan karier musiknya yang mandek karena ia pindah ke Amerika Serikat.

Namun, Bahrani tak pernah mengumbar harapan berlebih saat bikin film. Fokus film ini adalah tantangan dan risiko yang harus dihadapi Ahmad saat bekerja sebagai pelaku UMKM di jalanan New York.

  • Genre: drama, neorealisme
  • Pemain: Ahmad Razvi, Leticia Dolera
  • Sutradara: Ramin Bahrani
  • Negara: Amerika Serikat

3. First Cow (2017)

First Cow
First Cow (dok. Film Science/First Cow)

Dua imigran asal China dan Italia tak sengaja bertemu di sebuah kota di Amerika Serikat pada abad ke-19. Sama-sama merintis dari nol, keduanya tak sengaja mendapatkan ide bisnis kuliner yang menjanjikan. Masalahnya, salah satu bahan utama yang mereka butuhkan berharga mahal.

Didesak keadaan dan didorong peluang, mereka pun mencuri bahan kunci itu dari rumah seorang saudagar kaya. Sampai kapan skema ini bertahan? First Cow adalah salah satu gambaran pelaku UMKM yang hingga kini masih relevan. Nyatanya, ketidaksetaraan akses terhadap modal masih menjadi hambatan besar untuk beberapa orang yang ingin memulai bisnis. Ide brilian saja tak cukup.

  • Genre: period-drama, western
  • Pemain: Orion Lee, John Magaro
  • Sutradara: Kelly Reichardt
  • Negara: Amerika Serikat

4. Yearning (1964)

Yearning
Yearning (dok. Criterion/Yearning)

Dari AS abad ke-19, mari beralih ke Jepang setelah Perang Dunia II. Dalam film Yearning, kamu tidak hanya mengikuti relasi rumit seorang janda dengan adik ipar yang ternyata sudah lama mencintainya. Namun, kamu juga akan diajak menyelami dilema para pebisnis kecil yang harus menghadapi pemain yang lebih besar.

Di film ini, sang lakon diceritakan bekerja mengelola toko kelontong yang lama-lama kehilangan pelanggan setelah supermarket baru berdiri tak jauh dari lingkungan mereka. Supermarket itu menawarkan harga lebih murah yang jelas susah disaingi toko kelontong biasa. Di tengah krisis ekonomi setelah Perang Dunia II, siapa sih yang tak tergiur oleh harga miring?

  • Genre: drama, romance
  • Pemain: Hideko Takamine, Yūzō Kayama
  • Sutradara: Mikio Naruse
  • Negara: Jepang

5. Return Home (1990)

Return Home
Return Home (dok. Cinema Reborn/Return Home)

Setelah merantau selama bertahun-tahun, Neil memutuskan untuk pulang ke Adelaide untuk mencari peluang baru. Namun, yang ia temukan justru bisnis pom bensin bengkel milik sang kakak yang sekarat. Ini terjadi gara-gara kehadiran pemodal besar yang bermain di kolam yang sama. Jelas, mereka lebih menarik, fasilitasnya lebih lengkap dan desainnya pun modern. Bersama, mereka pun berusaha memutar otak untuk tetap bisa berkompetisi.

  • Genre: komedi, drama
  • Pemain: Ben Mendelsohn, Dennis Coard
  • Sutradara: Ray Argall
  • Negara: Australia

Jadi pelaku UMKM memang memberikanmu kebebasan, tetapi di balik itu, risiko yang harus dihadapi gak bisa dianggap sepele. Justru merekalah kelompok yang cukup rentan. Perubahan kebijakan dan dinamika ekonomi sedikit saja bisa memengaruhi keberlangsungan usaha kecil. Kelima film tadi adalah gambarannya. Meski datang dari negara lain, masalahnya ternyata universal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More