Perankan Marbot di Seni Merayu Tuhan, Arie Kriting: Ingat Masa Kecil

Arie Kriting memerankan Ali, seorang marbot masjid, dalam film Seni Merayu Tuhan
Peran marbot terasa personal bagi Arie, yang pernah dilibatkan membantu pembangunan masjid kampung.
Film debut Cesa David Luckmansyah ini mengikuti perjalanan spiritual karakter Hikmah yang diperankan Ari Irham
Jakarta, IDN Times - Arie Kriting kembali menunjukkan sisi berbeda dalam karier aktingnya lewat film Seni Merayu Tuhan (2026). Kali ini, komika sekaligus aktor asal Kendari tersebut dipercaya memerankan seorang marbot masjid, karakter yang ternyata terasa sangat dekat dengan kehidupan pribadinya.
Menariknya, Arie mengaku sangat antusias menerima peran tersebut. Pasalnya, selama ini ia justru lebih sering memerankan karakter nonmuslim di berbagai film yang dibintanginya. Penasaran seperti apa ceritanya?
1. Jadi marbot di Seni Merayu Tuhan, Arie: "Akhirnya saya main film jadi orang Islam"

Meski menganut agama Islam sejak lahir, Arie Kriting mengungkapkan bahwa sebagian publik sempat mengira dirinya non-muslim. Hal itu terjadi karena beberapa karakter yang pernah ia perankan di layar lebar berasal dari latar belakang agama yang berbeda.
Karena itulah, Arie merasa senang ketika mendapat tawaran memerankan seorang marbot dalam film Seni Merayu Tuhan. Baginya, karakter bernama Ali tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus menyenangkan.
"Sebelumnya saya mau berterima kasih kepada Wahana Kreator dan juga Mas Cesa (sutradara) akhirnya saya main film jadi orang Islam," ujar Arie Kriting saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).
Dengan gaya bercandanya yang khas, Arie bahkan mengaku sudah membayangkan berbagai komentar warganet setelah melihat dirinya mengenakan atribut seorang marbot di layar lebar.
"Saya sangat menunggu komentar-komentar netizen, 'Emang enggak ada orang Islam yang bisa memerankan peran itu ya, kok dikasih ke Arie Kriting?' Tapi ya sudahlah ya, saya terima saja ya," lanjutnya, disambut tawa awak media.
2. Peran marbot terasa dekat karena pernah mengurus masjid sejak kecil

Di balik candaan tersebut, Arie mengungkapkan bahwa karakter marbot justru memiliki kedekatan dengan kehidupan masa kecilnya. Pemilik nama lengkap Satriaddin Maharinga Djongki ini rupanya lahir dan besar di keluarga yang cukup religius karena sang ayah merupakan pegawai Kantor Urusan Agama (KUA).
"Saya punya bapak itu kan KUA sebenarnya, Penghulu, Kepala Urusan Agama. Jadi saya itu sebenarnya hidup di tengah-tengah keluarga yang cukup agamis juga," jelas Arie.
Lingkungan tempat tinggalnya juga membuat ia akrab dengan berbagai aktivitas keagamaan. Saat pembangunan masjid dilakukan di kampungnya, Arie kecil ikut dilibatkan untuk membantu berbagai kebutuhan.
"Di kampung itu harus bangun masjid. Jadi masjid di kompleks kami itu harus kita bangun. Sebagai anaknya KUA di situ tuh memang betul-betul diandalkan sama orang tua untuk peduli sama masjid," katanya.
3. Nostalgia keliling kampung mencari sumbangan pembangunan masjid

Arie mengaku banyak kenangan lama yang kembali muncul selama proses syuting. Salah satunya ketika ia mengenakan atribut marbot dan menjalankan berbagai aktivitas di masjid.
"Ketika jadi marbot ini juga ada rasa-rasanya lah kayak, 'Wah, ini sebenarnya hal yang saya lakukan justru ketika masih remaja dulu'," kenang Arie.
Saat masih kecil, ia bahkan rutin berkeliling kampung membawa map untuk mengumpulkan sumbangan pembangunan masjid dari rumah ke rumah. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen yang paling membekas dalam ingatannya.
"Dulu saya tuh keliling-keliling kompleks, keliling kampung itu membawa map untuk minta sumbangan masjid. Dari semua rumah tuh setiap awal bulan tuh. Nanti dikumpulin baru dipakai untuk bangun masjid," pungkasnya.
Selain Arie Kriting, Seni Merayu Tuhan juga dibintangi oleh Ari Irham, Lutesha, Teuku Rizky, Rieke Diah Pitaloka, Onadio Leonardo, hingga Habib Ja'far. Film debut sutradara Cesa David Luckmansyah ini mengisahkan perjalanan spiritual Hikmah (Ari Irham) yang terus dihantui mimpi tentang mendiang ibunya hingga berusaha menemukan cara untuk "merayu Tuhan" demi memperoleh kedamaian.
Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.






















