- Genre: drama
- Pemain: Sidney Flanigan, Talia Ryder
- Sutradara: Eliza Hitman
5 Film tentang Perempuan Selamatkan Perempuan

- Lima film ini menyoroti kisah perempuan yang saling menyelamatkan dari kekerasan, diskriminasi, dan trauma, menggambarkan solidaritas serta kekuatan sesama perempuan dalam menghadapi tekanan sosial.
- Setiap film menampilkan perjuangan berbeda: dari akses aborsi legal, balas dendam terhadap pelaku kejahatan, hingga penyelamatan korban pelecehan dan pernikahan toksik.
- Seluruh karya disutradarai perempuan, menegaskan sensitivitas dan empati mereka terhadap isu-isu yang dialami sesama perempuan di berbagai konteks budaya.
Sadarkah kamu kalau dalam banyak kasus justru perempuanlah yang menyelamatkan perempuan? Tidak hanya soal menghadapi bahaya, tetapi juga ketika mereka dikucilkan karena satu masalah.
Mirisnya, media seringkali menempatkan sesama perempuan sebagai rival. Bahkan dalam banyak film, persaingan tak sehat antarperempuan sering jadi trope utama. Untuk menyegarkan otak, mari kita tonton film tentang perempuan selamatkan perempuan berikut. Niscaya kita akan tercerahkan.
1. Never Rarely Sometimes Always (2020)

Never Rarely Sometimes Always adalah film indie yang mengikuti perjalanan dua remaja perempuan ke luar kota demi bisa mengakses layanan aborsi legal di Amerika Serikat. Mereka adalah Autumn dan sepupu perempuannya, Skylar. Tak banyak dialog, dua remaja ini berhasil memotret rasanya jadi perempuan yang dihakimi dengan sadisnya. Hal-hal tak nyaman yang mereka lalui mustahil dirasakan dan menimpa laki-laki, sehingga tepat ketika Hitman mengemas film ini dalam format perempuan menyelamatkan sesamanya.
2. Marlina the Murderer in Four Acts (2017)

Marlina adalah janda yang dirampok dan diperkosa kawanan penjahat. Tak punya siapapun yang bisa membantu, Marlina tergerak untuk membalas dendam dengan caranya sendiri. Ketika berhasil membunuh sang ketua geng jahanam itu, Marlina mencoba membuat laporan ke polisi. Ironis, upayanya melapor justru tak dianggap serius karena berbagai alasan. Pada momen itu, ia tak sengaja bertemu beberapa perempuan bernasib malang. Salah satunya Novi yang sedang hamil besar, tetapi ternyata terjebak dalam pernikahan toksik dengan suami yang tukang KDRT. Bersama, mereka membentuk sebuah koneksi dan kolaborasi mematikan yang menentukan nasib mereka.
- Genre: thriller, western
- Pemain: Marsha Timothy, Dea Panendra
- Sutradara: Mouly Surya
3. Manas (2024)

Manas berkutat pada remaja 13 tahun bernama Marcielle yang selama ini ternyata menyimpan trauma berat. Ia jadi korban pelecehan seksual ayah kandungnya sendiri dan parahnya, si ayah bejat itu sedang menyasar adik Marcielle yang mulai beranjak remaja. Seorang petugas kependudukan yang tahu kasus ini mencoba menyelamatkan Marcielle dan adiknya, tetapi upayanya justru dihalangi sang ibu yang tak terima suaminya dilaporkan. Film ini berhasil memotret kompleksnya kasus pelecehan seksual dalam kelompok minoritas yang tersisih dan aksesnya terbatas.
- Genre: drama, coming of age
- Pemain: Jamilli Correa, Fatima Macedo
- Sutradara: Mariana Brennand
4. Sorry, Baby (2025)

Sorry, Baby adalah tipe film perempuan selamatkan perempuan yang dipuji banyak orang. Eva Victor selaku sutradara berhasil memotret trauma tanpa menampakkan detail insiden mengerikan yang dimaksud. Film ini berkutat pada proses healing Agnes yang pernah jadi korban kekerasan seksual seseorang yang ia amat percaya dan hormati. Selama proses itu, Agnes ditemani sahabat karibnya, Lydie yang meski sudah berkeluarga tetap meluangkan waktu untuk jadi suporter utama sang sobat.
- Genre: drama
- Pemain: Eva Victor, Naomi Ackie
- Sutradara: Eva Victor
5. Laapataa Ladies (2023)

Berlatar India, Laapataa Ladies juga bukti kalau perempuanlah yang menyelamatkan sesamanya dalam banyak kasus. Premisnya soal dua pengantin perempuan yang tak sengaja tertukar saat naik kereta api menuju rumah keluarga suami masing-masing. Insiden itu memang bikin heboh, tetapi secara tak langsung justru menyelamatkan satu pengantin dari pernikahan toksik dengan seorang pria temperamental. Di sisi lain, pengantin lainnya tanpa sengaja justru mengalami momen emansipasi untuk pertama kalinya.
- Genre: drama, komedi
- Pemain: Nitanshi Goel, Pratibha Ranta
- Sutradara: Kiran Rao
Kalau kamu perhatikan kelima film tadi digarap sutradara perempuan pula. Bukti kalau kepekaan perempuan terhadap isu dan kekhawatiran sesamanya itu memang tak bisa dielakkan lagi. Sudah nonton semua?


















