5 Film Terburuk Tom Hanks di Sepanjang Kariernya, Kenapa?

Tom Hanks dikenal sebagai salah satu aktor paling konsisten dan dicintai di Hollywood. Dari Forrest Gump (1994), Cast Away (2000), hingga Saving Private Ryan (1998), Hanks sering dianggap jaminan mutu untuk film berkualitas. Namun, bahkan aktor sekelas Hanks pun tidak selalu berhasil memilih proyek yang tepat, lho.
Sepanjang karier panjang Hanks, ada beberapa film yang justru terasa jauh dari standar tinggi yang biasa ia tetapkan. Entah karena naskah lemah, arahan sutradara yang kurang pas, atau konsep gagal total, film-film ini sering disebut sebagai noda kecil dalam perjalanan karier sang legenda. Berikut lima film Tom Hanks yang sering dianggap paling mengecewakan. Kamu setuju?
1. Pinocchio (2022)

Adaptasi live action Disney memang tidak semuanya buruk, tetapi Pinocchio versi Robert Zemeckis termasuk yang paling banyak menuai kritik. Tom Hanks memerankan Geppetto, tetapi karakternya terasa aneh, kikuk, dan kurang memiliki kehangatan emosional yang seharusnya menjadi inti cerita.
Kehadirannya sering terasa tidak nyata karena tenggelam dalam latar CGI yang terlalu dominan. Masalah lain datang dari timing rilisnya. Hanya beberapa bulan sebelumnya, Guillermo del Toro merilis versi Pinocchio yang jauh lebih berani dan gelap. Perbandingan ini membuat film Zemeckis terasa makin hambar, meskipun dibintangi aktor sebesar Tom Hanks.
2. The Man with One Red Shoe (1985)

Premis The Man with One Red Shoe ini sebenarnya terdengar menarik, yakni seorang pria biasa tiba-tiba dijadikan target pengawasan CIA tanpa alasan jelas. Sayangnya, ide tersebut tidak dikembangkan dengan cerdas. Film ini berjalan berputar-putar, mengandalkan satu lelucon utama yang diulang tanpa variasi berarti.
Paling disayangkan adalah deretan pemainnya. Selain Tom Hanks, ada Jim Belushi, Carrie Fisher, hingga Dabney Coleman, tetapi semuanya seperti terbuang sia-sia. Film ini gagal menjadi komedi cerdas maupun thriller yang menegangkan, dan akhirnya lebih mudah diingat karena posternya daripada isinya.
3. Ithaca (2015)

Disutradarai Meg Ryan, Ithaca adalah drama perang yang terlalu datar untuk meninggalkan kesan mendalam. Ceritanya mengikuti seorang remaja pengantar telegram yang harus tumbuh dewasa setelah kakaknya dikirim ke medan perang. Konsep ini seharusnya bisa menyentuh, tetapi eksekusinya terasa kering dan kurang emosional.
Tom Hanks muncul dalam peran pendukung, tetapi bahkan kehadirannya tidak mampu mengangkat film ini. Aktingnya cenderung muram tanpa kedalaman yang kuat, membuat film ini terasa seperti proyek yang setengah matang. Tak heran jika Ithaca tenggelam dan jarang dibicarakan hingga sekarang.
4. The Circle (2017)

Saat isu tentang bahaya perusahaan teknologi besar sedang hangat, The Circle tampak seperti film yang relevan. Ceritanya mengikuti seorang perempuan yang bekerja di perusahaan teknologi raksasa dan mulai menyadari sisi gelap di balik visi keterbukaan total. Tom Hanks berperan sebagai tokoh antagonis utama yang berhadapan dengan Emma Watson.
Sayangnya, film ini gagal menggali idenya secara mendalam. Alurnya terasa klise, pesannya terlalu dangkal, dan ketegangan yang diharapkan tidak pernah benar-benar muncul. Bahkan Tom Hanks pun terlihat kesulitan membangun sosok penjahat yang benar-benar mengintimidasi.
5. The Bonfire of the Vanities (1990)

Brian De Palma dikenal lewat film-film hebat, tetapi The Bonfire of the Vanities adalah salah satu kegagalan terbesarnya. Diadaptasi dari novel terkenal, film ini justru kehilangan arah dan nada sejak awal. Tom Hanks memerankan seorang pria Wall Street yang hidupnya runtuh, namun aksennya dan pendekatan karakternya banyak menuai kritik.
Meski didukung Bruce Willis dan Melanie Griffith, film ini tetap terasa kosong dan tidak menggigit. Satire sosial yang seharusnya tajam justru terasa canggung dan membingungkan. Alih-alih menjadi drama besar tentang keserakahan dan kekuasaan, film ini lebih sering dikenang sebagai salah satu blunder terbesar era 90-an.
Tak ada aktor yang benar-benar sempurna, bahkan Tom Hanks sekalipun. Justru film-film gagal inilah yang membuat pencapaiannya di proyek lain terasa semakin mengesankan. Dari kelima film ini, menurutmu mana yang paling mengecewakan?



















