Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Cerdas Mengolah Makanan Kaleng agar Lebih Sehat dan Aman

ilustrasi makanan kaleng
ilustrasi makanan kaleng (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
Intinya sih...
  • Perhatikan label komposisi sebelum digunakan
  • Buang air rendaman sebelum dimasak
  • Kombinasikan dengan bahan segar
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makanan kaleng sering menjadi pilihan praktis bagi banyak orang, terutama ketika waktu memasak terbatas atau persediaan bahan segar tidak selalu tersedia. Kepraktisan inilah yang membuat makanan kaleng kerap dianggap sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Namun, di balik kemudahannya, makanan kaleng juga kerap dipandang kurang sehat jika tidak diolah dengan tepat.

Padahal, makanan kaleng tetap bisa diolah menjadi sajian yang lebih bernutrisi jika kamu memahami cara pengolahan yang benar. Dengan sedikit perhatian dan penyesuaian, kandungan gizi di dalamnya dapat dimaksimalkan, sekaligus mengurangi risiko konsumsi zat yang kurang baik bagi tubuh. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tips mengolah makanan kaleng agar tetap aman dan lebih menyehatkan.

1. Perhatikan label komposisi sebelum digunakan

ilustrasi membaca label komposisi makanan
ilustrasi membaca label komposisi makanan (pexels.com/Laura James)

Langkah awal yang sering diabaikan saat mengolah makanan kaleng adalah membaca label komposisi secara menyeluruh. Informasi mengenai kadar garam, gula, lemak, serta bahan tambahan lain seharusnya menjadi pertimbangan utama sebelum produk dikonsumsi. Dengan memahami isi di dalamnya, kamu bisa menentukan cara pengolahan yang lebih tepat dan seimbang.

Selain itu, memilih produk dengan komposisi yang lebih sederhana juga menjadi langkah bijak. Makanan kaleng dengan kandungan pengawet dan penambah rasa yang minim tentu lebih aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Kebiasaan membaca label ini dapat membantu kamu lebih sadar terhadap apa yang masuk ke dalam tubuh.

2. Buang air rendaman sebelum dimasak

ilustrasi makanan kaleng
ilustrasi makanan kaleng (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Sebagian besar makanan kaleng, seperti sayuran atau kacang-kacangan, disimpan dalam air rendaman yang mengandung garam atau bahan tambahan lainnya. Air ini sebaiknya tidak langsung digunakan dalam proses memasak karena dapat meningkatkan asupan natrium. Dengan membuang air rendaman, kamu sudah mengurangi kandungan garam yang masuk ke dalam masakan.

Setelah air rendaman dibuang, bilas bahan makanan dengan air bersih sebelum diolah. Langkah sederhana ini terbukti membantu menurunkan kadar natrium dan membuat makanan terasa lebih segar. Kebiasaan ini penting terutama bagi kamu yang perlu menjaga tekanan darah atau kesehatan jantung.

3. Kombinasikan dengan bahan segar

ilustrasi sarapan sehat
ilustrasi sarapan sehat (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Mengolah makanan kaleng akan jauh lebih sehat jika dikombinasikan dengan bahan segar seperti sayuran, rempah, atau sumber protein alami. Penambahan bahan segar dapat meningkatkan kandungan vitamin dan mineral dalam hidangan. Selain itu, rasa masakan juga menjadi lebih seimbang.

Kombinasi ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada bumbu instan yang biasanya sudah terdapat dalam makanan kaleng. Dengan menggunakan bawang, cabai, atau rempah segar, kamu bisa menciptakan cita rasa alami tanpa harus menambahkan terlalu banyak garam. Hasilnya, masakan menjadi lebih sehat sekaligus lebih nikmat.

4. Hindari pemanasan berulang langsung dari kaleng

ilustrasi menghangatkan makanan
ilustrasi menghangatkan makanan (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Kesalahan lain yang masih sering terjadi adalah memanaskan makanan langsung di dalam kaleng. Kaleng yang terpapar panas berlebihan berpotensi melepaskan zat tertentu yang kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, sebaiknya pindahkan isi makanan ke wadah lain sebelum dipanaskan.

Menggunakan wadah tahan panas seperti panci atau mangkuk kaca menjadi pilihan yang lebih aman. Selain menjaga keamanan makanan, cara ini juga memudahkan kamu mengontrol proses memasak. Dengan begitu, kualitas makanan tetap terjaga dan risiko kesehatan dapat diminimalkan.

5. Atur porsi dan frekuensi konsumsi

ilustrasi makan malam
ilustrasi makan malam (pexels.com/Michael Burrows)

Meskipun praktis, makanan kaleng sebaiknya tidak dijadikan menu utama setiap hari. Mengatur porsi dan frekuensi konsumsi menjadi kunci agar asupan gizi tetap seimbang. Makanan kaleng lebih ideal dijadikan pelengkap atau alternatif, bukan pengganti total makanan segar.

Dengan mengontrol porsi, kamu juga dapat menghindari konsumsi natrium dan bahan tambahan secara berlebihan. Kebiasaan ini membantu menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Mengombinasikan makanan kaleng dengan pola makan seimbang akan memberikan manfaat yang lebih optimal.

Mengolah makanan kaleng agar lebih sehat sebenarnya tidak sulit jika dilakukan dengan kesadaran dan langkah yang tepat. Mulai dari membaca label, membuang air rendaman, hingga mengombinasikannya dengan bahan segar dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan. Dengan menerapkan tips di atas, kamu tetap bisa menikmati kepraktisan makanan kaleng tanpa harus mengorbankan kualitas gizi. Jadi, tidak ada salahnya mulai lebih bijak dalam memilih dan mengolahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Food

See More

8 Menu Fish Dumpling yang Cocok untuk Acara Kumpul-kumpul

08 Jan 2026, 20:35 WIBFood