Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

10 Film yang Menuntut Aktornya Lakukan Sesuatu di Luar Nalar

10 Film yang Menuntut Aktornya Lakukan Sesuatu di Luar Nalar
Katherine Helmond dalam film Brazil (dok. Embassy International Pictures/Brazil)
Intinya Sih
  • Artikel membahas sepuluh film fiksi ilmiah yang menuntut aktornya melakukan hal ekstrem dan menjijikkan demi keaslian adegan, mulai dari mengunyah organ hewan hingga memakai riasan berat berjam-jam.
  • Beberapa contoh mencolok termasuk Michelle Pfeiffer memasukkan burung hidup ke mulutnya di Batman Returns, Jennifer Lawrence makan ikan mentah di The Hunger Games, dan Matt Damon syuting di tempat pembuangan sampah.
  • Dedikasi para aktor menunjukkan betapa jauh mereka rela berkorban demi mendalami karakter, meski harus menghadapi situasi fisik maupun mental yang tidak nyaman selama proses produksi film.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ada banyak adegan mengganggu dalam film, salah satunya film fiksi ilmiah. Film fiksi ilmiah bisa terlihat hidup karena adegan mengganggu tersebut. Membawa penonton ke tempat yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya dan ngerasain emosi yang dialami para karakternya.

Pasti kamu pernah keingetan dengan adegan makhluk luar angkasa yang keluar dari dada seseorang dalam film Alien, serangga menyeramkan dalam film Snowpiercer, atau alien pembunuh dalam Men in Black. Meskipun adegan-adegan ini membuat penonton merasa gak nyaman, beberapa film fiksi ilmiah juga mengharuskan para pemerannya untuk melakukan hal-hal yang lebih menjijikkan lagi. Yap, benar banget.

Method acting dianggap sebagai teknik yang kontroversial. Beberapa aktor memang rela melakukan hal-hal ekstrem untuk menghayati karakter yang mereka perankan. Apa saja ya, film-film yang membuat para pemainnya harus melakukan hal-hal mengganggu dan bahkan menjijikkan?

1. Para pemeran zombie harus mengunyah usus hewan untuk film Night of the Living Dead (1968)

cuplikan dalam film Night of the Living Dead (1968)
cuplikan dalam film Night of the Living Dead (dok. Market Square Productions/Night of the Living Dead)

Jika kamu suka film zombie, kamu gak mungkin kelewatan dengan karya George Romero. Yap, hampir setiap film zombie yang dirilisnya sejak Night of the Living Dead, ternyata terinspirasi dengan karyanya sendiri. Romero gak asal-asalan membawa konsep pandemi zombie ini. Night of the Living Dead masih menjadi film zombie yang menakutkan hingga sekarang, seperti pada saat pertama kali dirilis.

Night of the Living Dead menampilkan beberapa tata rias paling inovatif dalam sejarah perfilman. Namun, darah dan isi perut dalam film tersebut terlihat sangat menjijikkan untuk dibuat di lokasi syuting. Gimana gak, para figuran yang berperan sebagai zombie harus mengunyah usus dan tulang hewan mentah, lho. Penulis skenario Night of the Living Dead, John Russo, bahkan kaget saat melihat para pemain mengunyah organ-organ tersebut.

2. Mark Hamill harus minum susu biru yang membuatnya mual untuk film Star Wars: Episode IV — A New Hope (1977)

Mark Hamill dalam Star Wars: Episode IV — A New Hope
Mark Hamill dalam Star Wars: Episode IV — A New Hope (dok. Lucasfilm Ltd./Star Wars: Episode IV — A New Hope)

Waralaba Star Wars menampilkan beberapa alien dan monster yang cukup menjijikkan. Antara lain Dianoga di Star Wars Episode IV: A New Hope (1977), Wampa di Star Wars Episode V: The Empire Strikes Back (1980) dan Sarlacc Pit di Star Wars Episode VI: Return of the Jedi (1983), serial film ini punya banyak makhluk yang tentunya gak mau kamu lihat di dunia nyata. Namun, Mark Hamill bilang kalau salah satu adegan paling di luar nalar yang pernah difilmkan dalam Star Wars justru hanya menampilkan minuman biasa.

Di Star Wars Episode IV: A New Hope, Luke disuguhi segelas susu biru oleh bibinya, Beru Lars (diperankan Shelagh Fraser). Mark Hamill bilang kepada The Hollywood Reporter kalau susu hangat yang terlihat berminyak, berwarna biru, dan punya rasa manis itu membuatnya mual. Sebagai aktor muda kala itu, Hamill bilang kalau dia terpaksa meneguknya dan berpura-pura menyukainya dengan menahan muntah. Namun, smoothie susu biru baru yang disajikan di Star Wars: Galaxy's Edge di taman Disney justru mendapat persetujuannya.

3. Katherine Helmond harus mengenakan riasan yang gak nyaman untuk film Brazil (1985)

Katherine Helmond dalam film Brazil (1985)
Katherine Helmond dalam film Brazil (dok. Embassy International Pictures/Brazil)

Brazil mungkin adalah film paling unik yang pernah dibuat Terry Gilliam. Sejak masa-masanya sebagai salah satu bintang Monty Python, Gilliam punya pendekatan yang unik terhadap genre sinematik yang dipilihnya. Mahakarya Gilliam yang berjudul Brazil ini adalah karya satirnya yang paling berhasil.

Brazil merupakan kisah revolusi yang menarik, dekonstruksi birokrasi yang lucu, dan sindiran pedas tentang kegagalan kapitalisme. Film ini berlatar di dunia distopia di mana birokrasi, polusi, kelebihan penduduk, dan konsumerisme telah mengubah masyarakat. Brazil memprediksi masa depan yang mengerikan dan terjadi pada hari ini.

Salah satu poin yang ditekankan Terry Gilliam adalah obsesi terhadap tubuh. Dalam salah satu adegan yang paling mengganggu dalam film tersebut, sosialita Mrs. Ida Lowry (diperankan Katherine Helmond) harus menarik kulitnya agar terlihat lebih muda. Helmond sendiri harus menghabiskan 10 jam untuk merias wajahnya agar terlihat seperti di film. Pada satu titik, pengambilan gambar harus ditunda karena wajahnya melepuh akibat riasan tersebut. Ini adalah adegan yang meresahkan, tapi punya tujuan penting dalam mengomentari dunia sosial tentang kecantikan. Sejauh mana manusia rela melakukan apa pun untuk terlihat awet muda, ya?

4. Muntahan menjijikkan untuk film The Fly (1986)

cuplikan dalam film The Fly (1986)
cuplikan dalam film The Fly (dok. Brooksfilms/The Fly)

Gak ada yang bisa membuat film horor fiksi ilmiah terbaik bertema tubuh seperti yang dilakukan David Cronenberg. Cronenberg membuktikan hal ini dalam remake film monster berjudul The Fly. Yap, versi asli The Fly sendiri bisa dibilang konyol dan menggelikan. Itu kenapa Cronenberg membawa ceritanya ke arah yang lebih serius.

Seth Brundle (diperankan Jeff Goldblum) mengira kalau dia menemukan cara brilian untuk berteleportasi antar kapsul. Tapi Brundle justru berubah menjadi makhluk seperti serangga setelah eksperimennya gagal. Nah, muntahan asam yang dimuntahkan Seth Brundle sama menjijikkannya untuk dibuat seperti yang terlihat di layar.

Penata rias Chris Walas dan Stephan Dupuis menciptakan campuran madu, tepung, dan pewarna makanan untuk membuat muntahan tersebut. Goldblum sendiri butuh waktu lebih dari 5 jam untuk dirias agar menjadi Brundlefly. Adapun, Walas dan Dupius memenangkan Academy Award untuk karya mereka.

Chris Walas dan Stephan Dupuis merencanakan transformasi Brundle lewat tujuh tahap. Apalagi Brundle berubah secara bertahap menjadi makhluk yang lebih mengerikan seiring memburuk kondisinya. Jeff Goldblum sendiri mengaku sangat terkesan dengan betapa emosionalnya ia saat membaca naskah Cronenberg. Yap, karena dirilis pada pertengahan tahun 1980-an, The Fly dianggap sebagai metafora untuk epidemi AIDS.

5. Michelle Pfeiffer memasukkan burung ke dalam mulutnya untuk film Batman Returns (1992)

Michelle Pfeiffer dalam film Batman Returns (1992)
Michelle Pfeiffer dalam film Batman Returns (dok. Warner Bros./Batman Returns)

Sutradara Tim Burton terkenal dengan keunikan dalam film-filmnya. Perspektif Burton yang unik tentang dunia membantu menciptakan versi Kota Gotham dalam film Batman (1989). Burton melanjutkan absurditasnya itu dalam sekuelnya, Batman Returns. Meskipun penampilan Jack Nicholson sebagai Joker dalam Batman sangat berlebihan, ia dikalahkan oleh Penguin yang diperankan Danny DeVito dan Catwoman yang diperankan Michelle Pfeiffer.

Catwoman adalah femme fatale di jagat DC. Ia berada di tengah-tengah antara pahlawan dan penjahat. Catwoman pun mendorong Batman untuk mengejar kepentingan egoisnya.

Dikutip The Hollywood Reporter, Michelle Pfeiffer sendiri pernah terobsesi dengan karakter Catwoman sejak kecil. Ia pun agak kecewa ketika Tim Burton awalnya memilih Annette Bening untuk peran tersebut dalam Batman Returns. Nah, karena Bening hamil, Pfeiffer pun menggantikan peran itu dan berjanji akan melakukan apa pun demi peran tersebut.

Komitmen itu pun termasuk beberapa adegan yang cukup mengganggu di lokasi syuting. Selama salah satu adegan, Michelle Pfeiffer harus memasukkan burung hidup ke dalam mulutnya. Meskipun ia mampu merekam adegan itu dalam sekali pengambilan, Pfeiffer mengakui kalau Burton cukup menyiksanya.

Tim Burton sendiri memuji akting Michelle Pfeiffer. "Dia juga melakukan hal-hal fisik yang lucu," kenangnya. "Matanya terlihat seperti efek khusus, tetapi itu semua dilakukan olehnya." Yap, kendati Anne Hathaway dan Zoe Kravitz juga punya akting mengagumkan saat memerankan Catwoman, Michelle Pfeiffer masih menjadi versi Catwoman di layar lebar yang paling ikonik.

6. Matt Damon syuting di tempat pembuangan sampah dalam untuk Elysium (2013)

cuplikan dalam film Elysium (2013)
cuplikan dalam film Elysium (dok. TriStar Pictures/Elysium)

Film aksi fiksi ilmiah Neil Blomkamp berjudul Elysium, berlatar di masa depan. Film ini menceritakan tentang kesenjangan antara si kaya dan si miskin yang digambarkan jauh lebih ekstrem ketimbang yang terjadi saat ini. Orang kaya tinggal di stasiun luar angkasa bernama Elysium yang mengapung di atas Bumi. Hanya mereka yang mampu tinggal di stasiun mahal tersebut yang bisa menerima manfaat penuh dari sistem perawatan kesehatan. Mereka yang tetap tinggal di Bumi terpaksa mengarungi sumber daya yang tersisa untuk bertahan hidup. Planet ini mirip versi nyatanya Wall-E. Yap, Bumi berubah menjadi gurun raksasa yang dipenuhi sampah.

Matt Damon berperan sebagai Max Da Costa, mantan kriminal yang bekerja sebagai buruh kasar. Ketika Max terpapar radiasi mematikan, ia pun ingin menerobos masuk ke stasiun Elysium demi mencari kesembuhan. Film ini berhasil menjelaskan mengapa hidupnya Max begitu gak adil. Nah, untuk menghayati karakternya, Damon harus merekam banyak adegan di tempat pembuangan sampah. Ia bilang kalau lokasi syuting film tersebut bau seperti pabrik pengolahan limbah.

7. Jennifer Lawrence harus makan ikan mentah untuk film The Hunger Games: Catching Fire (2013)

cuplikan dalam film The Hunger Games: Catching Fire (2013)
cuplikan dalam film The Hunger Games: Catching Fire (dok. Lionsgate/The Hunger Games: Catching Fire)

Setelah kesuksesan franchise Harry Potter, banyak studio yang ingin menciptakan fenomena serupa dengan mengadaptasi seri buku remaja yang populer. Franchise The Hunger Games adalah salah satu dari sedikit yang sukses. Nah, yang beda dari The Hunger Games adalah nuansa gelap, kekerasan, dan tema-temanya yang berat. Franchise ini mengeksplorasi efek dehumanisasi fasisme, obsesi terhadap budaya selebriti, dan tekanan yang diberikan kepada kaum muda untuk menyelesaikan masalah dari generasi sebelumnya. Nah, kesuksesan franchise The Hunger Games gak terlepas dari dipilihnya Jennifer Lawrence sebagai pemeran utamanya.

Akting emosional Jennifer Lawrence sebagai Katniss Everdeen ngasih penonton karakter yang menjadi role model bagi kaum muda. Katniss dibesarkan di lingkungan miskin dan terpencil. Dalam The Hunger Games: Catching Fire, ia harus pergi meninggalkan keluarganya demi mengikuti permainan mematikan.

Nah, untuk mendalami karakternya, Jennifer Lawrence harus makan ikan mentah, sebagaimana yang dijelaskan Business Standard. Dia bilang kalau rasanya persis seperti bau amis ikan mentah. Meskipun kru film berusaha meyakinkan Lawrence kalau ikan itu seperti sushi biasa, Lawrence merasa ada yang beda setelah mencoba satu gigitan yang membuatnya mual.

8. Para pemeran Suicide Squad menerima hadiah dari Jared Leto untuk film Suicide Squad (2016)

cuplikan dalam film Suicide Squad (2016)
cuplikan dalam film Suicide Squad (dok. Warner Bros. Pictures/Suicide Squad)

Heath Ledger terkenal karena melakukan hal ekstrem untuk mendalami psikologi Joker selama pembuatan film Christopher Nolan berjudul The Dark Knight (2008). Komitmen Ledger terhadap peran tersebut akhirnya menciptakan salah satu penjahat layar lebar terhebat sepanjang masa. Ia memegang standar tinggi untuk peran Joker dan membuat minder aktor lain untuk mengambil peran Joker setelahnya.

Nah, hal ini juga dialami oleh Jared Leto yang mencoba menunjukkan intensitas serupa ketika ia mendapat peran Joker dalam Suicide Squad. Perilaku Leto di lokasi syuting menjadi bahan perbincangan. Yap, Leto pernah ngasih hadiah kepada banyak lawan mainnya. Margot Robbie pernah dibuat kebingungan karena dikasih tikus hidup, Viola Davis dikasih babi mati, dan Scott Eastwood dikasih kondom serta majalah porno. Nah, kalau Will Smith mengaku gak pernah bertemu Leto di lokasi syuting, jadi gak dikasih hadiah aneh itu.

Ironisnya, Jared Leto yang sudah mengerahkan banyak usaha untuk peran tersebut, tapi hanya muncul sebentar di Suicide Squad. Justru Enchantress (diperankan Cara Delevingne) yang menjadi antagonis utama dalam Suicide Squad—yang ditugaskan Task Force X untuk dilumpuhkan, yang lebih banyak muncul. Beberapa adegan yang diperankan Leto dalam film tersebut gak menjelaskan motivasinya. Apalagi alur cerita romantis antara Joker dan Harley Quinn terasa canggung dalam film ini. Leto dianggap kelewatan untuk terlihat "gila", tapi malah terlihat nyebelin.

9. John Cena makan 36 empanada untuk film The Suicide Squad (2021)

John Cena dalam film The Suicide Squad
John Cena dalam film The Suicide Squad (dok. Warner Bros. Pictures/The Suicide Squad)

John Cena punya perjalanan karier yang menarik. Nah, ia awalnya terkenal di WWE, yang membantunya melakukan aksi fisik dalam film laga. Di samping itu, Cena juga menunjukkan kalau ia gak kalah mahir sebagai seorang komedian.

John Cena menunjukkan bakatnya ini lewat perannya sebagai Peacemaker dalam film James Gunn yang berjudul The Suicide Squad. Seorang patriot yang gak kenal takut dan bangga akan kekejamannya, Peacemaker akhirnya menjadi penjahat dalam cerita tersebut. Dalam The Suicide Squad, nafsu makan Peacemaker membuat marah Rick Flag (diperankan Joel Kinnaman). Sebuah video di balik layar menunjukkan Cena memakan 36 kue empanada. Dedikasi Cena pada adegan tersebut justru membuat karakter ini lebih unik.

10. Stellan Skarsgård harus berenang telanjang dengan riasan Baron Harkonnen yang sulit untuk film Dune (2021)

Stellan Skarsgård dalam film Dune
Stellan Skarsgård dalam film Dune (dok. Legendary Pictures/Dune)

Para penggemar Dune pasti tahu banget gimana rasanya kecewa. Yap, adaptasi film David Lynch tahun 1984 dari novel kesayangan Frank Herbert gagal ngasih harapan tinggi bagi para pembacanya. Film Lynch punya banyak masalah, tapi yang utama adalah cara penyajian konflik politiknya yang dianggap membosankan. Dune sendiri adalah film thriller politik.

Setelah House Atreides dipanggil untuk mengambil alih planet gurun Arrakis oleh Kaisar, House Harkonnen berkonflik dengan saingan lamanya. Meskipun penampilan Kenneth McMillan sebagai Baron Harkonnen cukup menawan, tapi hal itu gak punya ancaman serius untuk menghidupkan salah satu antagonis Dune yang paling menakutkan. Untungnya, adaptasi Denis Villeneuve tahun 2021 memperbaiki banyak kesalahan yang mengganggu versi Lynch. Penampilan Stellan Skarsgård sebagai Baron Harkonnen sangat menakutkan. Skarsgård harus mengenakan lapisan riasan yang gak nyaman untuk berubah menjadi penguasa jahat tersebut.

Dilansir IndieWire, Stellan Skarsgård bahkan butuh waktu lebih dari 6 jam di kursi rias sebelum syuting adegan ketika Baron Harkonnen berenang telanjang. Nah, untuk mengenakan pakaian ketat yang sangat besar itu, Skarsgård bilang kalau ia memakai selang besar yang terus-menerus dialiri air dingin. Ia pun harus menyeret beban seberat 40 kilogram dan harus tetap bersikap normal secara fisik.

Jika sebuah film fiksi ilmiah membuat kita merasa gak nyaman dalam adegan klimaksnya, justru itu menjadi pertanda yang bagus, lho. Yap, itu berarti para pembuat film, pemeran, dan kru berhasil membenamkan kita dalam dunia yang mereka buat itu. Meskipun demikian, beberapa momen dalam film fiksi ilmiah yang sudah kita bahas di atas memang melampaui batas, nih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Related Articles

See More